PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengeluarkan peringatan keras terkait maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Penawaran KUR yang beredar melalui tautan tidak resmi dan media sosial dipastikan merupakan tindakan penipuan yang menyalahgunakan nama perseroan.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, secara tegas menyatakan bahwa seluruh informasi tersebut tidak berasal dari BRI dan tidak memiliki keterkaitan dengan layanan maupun operasional perusahaan. Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dan tidak mudah tergiur dengan tawaran yang mencurigakan.
Peringatan ini menjadi krusial mengingat potensi kerugian yang dapat ditimbulkan oleh aksi penipuan tersebut, baik bagi nasabah maupun reputasi bank. BRI berkomitmen untuk menjaga keamanan transaksi dan kepercayaan publik.
Advertisement
Advertisement
Kenali Saluran Resmi Pengajuan KUR BRI
Masyarakat yang ingin mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI diimbau untuk hanya menggunakan saluran resmi yang telah ditetapkan oleh perseroan. Seluruh proses pengajuan KUR BRI dapat diakses melalui kantor cabang, kantor cabang pembantu, BRI Unit, Teras BRI, serta BRILink Agen di seluruh Indonesia.
Selain itu, calon nasabah juga dapat menghubungi langsung tenaga pemasar BRI yang tersebar di berbagai wilayah. Penting untuk diingat bahwa proses pengajuan KUR BRI tidak memungut biaya apapun di awal, sehingga penawaran yang meminta pembayaran di muka patut dicurigai sebagai penipuan.
BRI menekankan pentingnya verifikasi informasi melalui kanal-kanal resmi untuk menghindari jebakan modus penipuan KUR BRI. Kehati-hatian adalah kunci utama dalam bertransaksi perbankan.
Advertisement
Advertisement
Waspadai Permintaan Data Rahasia dan Pencairan Cepat
Salah satu indikasi kuat modus penipuan adalah permintaan data rahasia nasabah seperti PIN, kata sandi (password), atau kode OTP (One-Time Password). PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tidak pernah meminta data sensitif tersebut dalam kondisi apapun.
Setiap permintaan data rahasia ini, baik melalui tautan, telepon, atau media sosial, dapat dipastikan merupakan upaya penipuan. Masyarakat harus segera mengabaikan dan melaporkan jika menerima permintaan semacam itu.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah percaya pada penawaran yang menjanjikan pencairan dana KUR secara cepat dengan syarat yang tidak wajar. Penawaran semacam ini seringkali menjadi pancingan bagi para pelaku kejahatan siber.
Advertisement
Advertisement
Edukasi dan Koordinasi BRI dalam Menangani Penipuan
Akhmad Purwakajaya menegaskan bahwa perseroan secara konsisten memperkuat upaya edukasi kepada masyarakat terkait literasi keuangan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan digital yang semakin canggih.
Selain edukasi, BRI juga aktif berkoordinasi dengan otoritas terkait dan pihak berwenang dalam menindaklanjuti kasus modus penipuan yang menyalahgunakan nama perusahaan. Langkah ini menunjukkan komitmen BRI dalam melindungi nasabahnya.
Perseroan menyatakan komitmennya untuk terus menjaga keamanan layanan perbankan dan kepercayaan masyarakat. Hal ini dilakukan dengan senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential banking) serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).
Advertisement
Untuk memastikan keaslian informasi dan melakukan verifikasi, masyarakat dapat menghubungi kanal resmi BRI berikut:
- Situs web resmi: www.bri.co.id
- Instagram: @bankbri_id
- X (sebelumnya Twitter): @bankbri_id dan @kontakbri
- Facebook: Bank BRI
- Contact BRI: 14017 atau 1500017
Sumber: AntaraNews
Advertisement