"Katanya mama tuh pingsan."
Demikian ucapan Halimah membuka percakapan. Halimah merupakan anak dari salah satu korban tewas kecelakaan kereta di Bekasi, Nuryati (63), Senin (27/4) malam. Halimah bercerita disela pelayat yang bergantian datang ke rumahnya Jalan Kalibaru Timur VI Dalam, RT 004/ RW 08, Kelurahan Utan Panjang, Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat, Selasa (28/4).
Suasana penuh duka begitu terasa. Kabar itu datang lewat sambungan telepon. Sekitar pukul sembilan hingga setengah sepuluh malam, adiknya mengabari.
"Katanya Mama tuh pingsan," kata Halimah saat ditemui, Selasa (28/4).
Semula, Halimah mengira ibunya hanya kelelahan di kereta. Telepon berikutnya mengubah segalanya. Ibunya sudah tidak sadar, wajahnya pucat. "Terus saya telepon lagi, sudah tidak ada kayaknya," ucapnya.
Dari cerita adiknya, gerbong gelap. Tidak ada sirkulasi udara. Penumpang berdesakan mencari jalan keluar. Adik dan keponakannya keluar lewat jendela. Mereka memanjat di tengah kepanikan. Nuryati tidak bisa mengikuti.
"Mama enggak mungkin lompat lewat jendela," kata Halimah.
Pintu menjadi satu-satunya harapan. Ketika akhirnya terbuka, hanya segelintir orang tersisa di dalam.
Nuryati masih berada di sana. Benturan sebelumnya sempat membuat tubuh penumpang terpental di dalam gerbong. Ia tidak keluar. Dari cerita adiknya, Halimah menduga ibunya terguncang dan kehabisan tenaga.
"Mungkin karena Mama kehabisan oksigen di dalam. Jadi pas keluar itu sudah lemas," katanya.
Sore sebelum kejadian, Nuryati masih duduk di rumah itu. Sekitar pukul setengah tujuh, ia berbincang dengan Halimah soal kegiatan PKK yang akan datang. Obrolan berjalan biasa, seperti hari-hari sebelumnya.
Malamnya, ia berangkat dari Stasiun Kemayoran. Bertiga bersama adik dan keponakannya menuju Cikarang, hendak menjenguk anaknya yang dirawat di rumah sakit.
Advertisement
Dikenal Aktif Berkegiatan
Nuryati dikenal di lingkungannya. Menjadi kader jumantik, posyandu, pengajian warga, juga Muslimat. "Mama itu orang baik, diem, enggak pernah banyak ngomong," kata Halimah.
Pagi itu, rumahnya penuh. Orang-orang datang, sebagian mungkin tak pernah disebut sebelumnya. Halimah melihat satu per satu, lalu berkata pelan, heran oleh banyaknya yang datang.
Advertisement
Dimakamkan di Karet Tengsin
Jenazah Nuryati akan dimakamkan di Karet Tengsin. Di sela keramaian itu, tersisa satu harapan yang ia ucapkan.
"Mudah-mudahan transportasi di Jakarta lebih baik ya jangan sampai nanti ada laka lantas lagi. Di udara, di darat, ataupun di air," katanya penuh harap.