Transformasi Kawasan Kumuh Sleman Jadi Percontohan Nasional, Menteri AHY Beri Apresiasi

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono mengapresiasi keberhasilan Transformasi Kawasan Kumuh Sleman di Mrican yang kini menjadi percontohan bagi kota-kota lain di Indonesia.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Transformasi Kawasan Kumuh Sleman Jadi Percontohan Nasional, Menteri AHY Beri Apresiasi
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti keberhasilan penataan kawasan kumuh Sleman, khususnya di Mrican, sebagai model bagi kota-kota lain di Indonesia. (AntaraNews)

Upaya penanganan kawasan kumuh di Mrican, Caturtunggal, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, telah berhasil diubah menjadi area yang bersih dan tertata. Keberhasilan ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono meninjau langsung area tersebut. Ia menyatakan bahwa transformasi ini dapat menjadi model bagi kota-kota lain di Indonesia.

Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung hasil revitalisasi yang telah meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat. Inisiatif ini juga diharapkan dapat mendorong upaya serupa di berbagai daerah.

Apresiasi Menteri AHY untuk Penataan Mrican

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono menyatakan bahwa penanganan kawasan kumuh di Mrican, Sleman, dapat menjadi model bagi kota-kota lain di Indonesia. Ia menyampaikan hal tersebut setelah meninjau langsung lokasi tersebut pada Sabtu sore.

AHY mengungkapkan kekagumannya atas perubahan signifikan di area yang sebelumnya kumuh tersebut. Kawasan seluas lima hektar di tepi Sungai Gajahwong ini telah direvitalisasi menjadi lingkungan yang bersih dan tertata rapi.

Kawasan ini kini dilengkapi dengan Ruang Terbuka Publik (RTP) “Gatotkaca” yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan komunitas. Menteri memuji transformasi area Mrican yang kini jauh lebih tertata.

Pengelolaan Sampah Terintegrasi di Condongcatur

Selain meninjau transformasi kawasan kumuh, AHY juga mengunjungi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Condongcatur. Fasilitas ini merupakan contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang efektif.

TPST Condongcatur memiliki kapasitas mengolah 8 hingga 10 ton sampah per hari. Sampah-sampah tersebut diubah menjadi bahan bakar jumputan (refuse-derived fuel), pupuk, dan produk lainnya.

Keberadaan TPST ini menunjukkan komitmen Sleman dalam mengelola lingkungan secara berkelanjutan. Ini juga menjadi bagian penting dari upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyambut kunjungan AHY dan berdiskusi mengenai upaya pembangunan. Sebelumnya, Bupati Sleman Harda Kiswaya juga menegaskan komitmen pemerintah daerah.

Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen kuat untuk mengubah kawasan kumuh menjadi ruang publik yang fungsional. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Bupati Harda Kiswaya berharap bahwa melalui berbagai upaya ini, kualitas hidup masyarakat akan meningkat. Peningkatan tersebut mencakup aspek kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi