Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, memberikan peringatan penting kepada seluruh jamaah calon haji dari Embarkasi Banjarmasin. Peringatan ini disampaikan saat pelepasan kloter pertama pada Kamis malam, 23 April 2026, di Banjarbaru. Keberangkatan kloter pertama sendiri dilakukan pada Jumat dini hari, 24 April 2026, dan imbauan ini berfokus pada menjaga kesehatan selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Muhidin secara spesifik meminta jamaah untuk menghindari konsumsi air es atau air dingin. Hal ini bertujuan untuk mencegah berbagai gangguan kesehatan yang rentan terjadi. Gangguan seperti sakit tenggorokan, batuk, pilek, hingga masalah pencernaan dapat timbul akibat kebiasaan tersebut.
Kondisi fisik yang prima merupakan faktor krusial bagi jamaah agar dapat menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji secara optimal. Oleh karena itu, konsumsi air putih tanpa es serta menghindari minuman manis menjadi sangat dianjurkan. Kesehatan yang terganggu dapat menghambat kekhusyukan ibadah dan mengurangi pengalaman spiritual jamaah.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Menjaga Kondisi Fisik Selama Ibadah Haji
Gubernur Muhidin menekankan bahwa kesehatan adalah kunci utama bagi kelancaran ibadah haji. Cuaca panas terik di Tanah Suci seringkali membuat jamaah tergoda untuk mengonsumsi minuman dingin. Namun, kebiasaan ini justru dapat membahayakan kondisi tenggorokan dan sistem pernapasan.
Untuk memastikan Kesehatan Haji Kalsel tetap prima, jamaah disarankan untuk lebih banyak mengonsumsi air putih biasa. Air putih ini membantu menjaga hidrasi tubuh tanpa menimbulkan risiko sakit. Minuman manis juga sebaiknya dihindari karena kandungan gulanya dapat memicu dehidrasi atau masalah kesehatan lainnya.
Apabila kondisi kesehatan terganggu, pelaksanaan ibadah haji tentu tidak akan berjalan maksimal. Jamaah mungkin akan kesulitan mengikuti rangkaian rukun haji yang membutuhkan stamina fisik. Oleh karena itu, pencegahan dini melalui pola konsumsi yang sehat sangatlah penting agar ibadah dapat terlaksana dengan baik.
Advertisement
Advertisement
Peran Tim Dokter Pendamping dalam Pengawasan Kesehatan Jamaah
Selain imbauan langsung kepada jamaah, Gubernur Muhidin juga memberikan arahan khusus kepada tim dokter pendamping. Para dokter diminta untuk terus mengawasi kondisi kesehatan setiap jamaah calon haji. Pengawasan ini mencakup pemantauan aktivitas harian dan respons terhadap lingkungan baru.
Tim dokter memiliki fungsi vital dalam mengedukasi jamaah mengenai pentingnya menjaga kesehatan. Jika ditemukan ada jamaah yang melakukan hal-hal kurang baik bagi kesehatan, dokter harus segera memberikan teguran. Peran aktif dokter pendamping sangat dibutuhkan, bukan hanya berdiam diri.
Pengawasan ketat dari tim medis bertujuan untuk meminimalkan risiko sakit selama di Tanah Suci. Dengan adanya kontrol dan edukasi yang berkelanjutan, diharapkan semua jamaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar. Ini akan mendukung tercapainya Kesehatan Haji Kalsel yang optimal.
Advertisement
Advertisement
Detail Keberangkatan Kloter Pertama Embarkasi Banjarmasin
Kloter pertama Embarkasi Banjarmasin telah diberangkatkan pada Jumat dini hari, 24 April 2026. Sebanyak 359 calon haji terbang menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-8101. Kloter ini terdiri dari 148 laki-laki dan 211 perempuan.
Secara keseluruhan, Embarkasi Banjarmasin akan memberangkatkan 19 kloter pada tahun ini. Total calon haji yang akan berangkat mencapai 6.758 orang. Jumlah ini terbagi menjadi 14 kloter dengan 5.197 calon haji berasal dari Kalimantan Selatan.
Sementara itu, lima kloter lainnya akan membawa 1.561 calon haji yang berasal dari Kalimantan Tengah. Proses keberangkatan haji ini merupakan agenda tahunan yang selalu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah, khususnya terkait Kesehatan Haji Kalsel dan Kalteng.
Advertisement
Sumber: AntaraNews