Satuan Reserse Narkoba Polres Ponorogo mencatat pengungkapan kasus peredaran narkotika terbesar di wilayahnya. Keberhasilan ini ditandai dengan penyitaan sabu seberat 301,37 gram. Barang bukti tersebut diamankan dari seorang bandar narkoba berinisial INR yang berasal dari Madiun.
Wakapolres Ponorogo Kompol Try Widyanto menyatakan bahwa jumlah sabu yang disita merupakan tangkapan terbesar sepanjang pengungkapan kasus sabu di wilayah setempat. Penangkapan ini dilakukan pada 3 April 2026 di rumah INR di Kota Madiun. Pengungkapan ini diperkirakan mampu menyelamatkan ribuan orang dari bahaya narkoba.
Kasus ini berawal dari penangkapan tersangka lain yang kemudian mengarah pada INR sebagai bandar utama. Peredaran sabu ini diduga kuat dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan. Aparat penegak hukum terus berupaya memberantas jaringan narkotika.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Penangkapan Bandar Narkoba Madiun
Pengungkapan kasus penyitaan sabu di Ponorogo ini bermula dari penangkapan tersangka berinisial K. Tersangka K kedapatan membawa sabu dengan berat sekitar tiga gram. Informasi dari penangkapan K menjadi kunci awal bagi polisi untuk mengembangkan penyelidikan.
Dari hasil pengembangan intensif, petugas Satresnarkoba Polres Ponorogo kemudian mengarahkan penyelidikan kepada INR. INR diduga kuat berperan sebagai bandar sekaligus pengedar sabu dalam skala besar. Peran INR sangat sentral dalam jaringan peredaran narkotika ini.
Tim kepolisian berhasil mengamankan INR di kediamannya yang berlokasi di wilayah Kota Madiun. Penangkapan ini dilakukan pada tanggal 3 April 2026. Bersamaan dengan penangkapan, polisi juga menyita barang bukti sabu dalam jumlah yang sangat signifikan.
Advertisement
Advertisement
Dampak Pengungkapan dan Ancaman Hukuman
Wakapolres Ponorogo Kompol Try Widyanto menegaskan bahwa penyitaan sabu seberat lebih dari tiga ons ini adalah yang terbesar. Pengungkapan ini menunjukkan komitmen Polres Ponorogo dalam memberantas peredaran narkotika. Upaya ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku.
Polisi memperkirakan bahwa pengungkapan kasus penyitaan sabu ini memiliki dampak sosial yang besar. Diperkirakan sekitar 1.500 orang berhasil diselamatkan dari potensi penyalahgunaan narkoba. Angka ini menunjukkan betapa vitalnya peran penegak hukum dalam menjaga masyarakat.
Selain itu, peredaran uang yang berhasil ditekan dari jaringan narkotika ini mencapai angka fantastis. Diperkirakan sekitar Rp390 juta uang yang beredar dapat dicegah. Ini merupakan kerugian besar bagi sindikat narkoba dan keuntungan bagi upaya pemberantasan.
Advertisement
Atas perbuatannya, tersangka INR dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman maksimal yang menanti INR adalah 20 tahun penjara. Hukuman berat ini diharapkan menjadi peringatan bagi pihak lain yang terlibat dalam kejahatan narkoba.
Sumber: AntaraNews