Pengisian Cepat Kendaraan Listrik Berbasis AI: Inovasi ITPLN untuk Efisiensi dan Keamanan

Dosen Institut Teknologi PLN (ITPLN) kembangkan metode Pengisian Cepat Kendaraan Listrik Berbasis AI, Thunderstorm Algorithm, yang diklaim lebih efisien dan aman bagi baterai serta jaringan listrik, memecahkan tantangan utama industri EV.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pengisian Cepat Kendaraan Listrik Berbasis AI: Inovasi ITPLN untuk Efisiensi dan Keamanan
Dosen Institut Teknologi PLN (ITPLN) kembangkan metode Pengisian Cepat Kendaraan Listrik Berbasis AI, Thunderstorm Algorithm, yang diklaim lebih efisien dan aman bagi baterai serta jaringan listrik, memecahkan tantangan utama industri EV. (AntaraNews)

Dosen Institut Teknologi PLN (ITPLN), Samsurizal, berhasil mengembangkan metode optimasi Pengisian Cepat Kendaraan Listrik Berbasis AI. Inovasi ini diklaim mampu memberikan efisiensi dan keamanan yang lebih baik bagi sistem kelistrikan secara menyeluruh. Riset ini menjadi angin segar di tengah meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.

Samsurizal menyoroti tantangan besar dalam pengembangan kendaraan listrik, khususnya terkait pengisian daya. Ia menekankan pentingnya mempercepat proses pengisian tanpa merusak baterai atau mengganggu stabilitas jaringan listrik. Hal ini menjadi fokus utama dalam penelitiannya yang mendalam.

Teknologi fast charging berbasis DC, meskipun mampu mempersingkat waktu pengisian, menimbulkan beberapa risiko. Risiko tersebut meliputi peningkatan suhu baterai, penurunan kesehatan baterai (State of Health/SoH), serta beban tinggi pada jaringan listrik tegangan menengah 20 kilovolt (kV).

Tantangan Krusial dalam Pengisian Cepat Kendaraan Listrik

Teknologi fast charging berbasis DC memang menawarkan kecepatan pengisian yang signifikan, namun di balik kemudahannya tersimpan potensi risiko serius. Peningkatan suhu baterai yang berlebihan dapat mempercepat degradasi sel baterai, mengurangi umur pakainya secara drastis. Selain itu, penurunan State of Health (SoH) baterai menjadi kekhawatiran utama bagi pemilik kendaraan listrik, karena berdampak langsung pada performa dan nilai jual kendaraan.

Lebih lanjut, beban tinggi yang dihasilkan oleh proses pengisian cepat dapat memengaruhi stabilitas jaringan listrik tegangan menengah 20 kV. Apabila tidak dikelola dengan baik, hal ini berpotensi menyebabkan gangguan pasokan listrik di area sekitar. Samsurizal menegaskan, “Kalau tidak dioptimalkan, fast charging bisa berdampak pada umur baterai dan kestabilan sistem listrik secara keseluruhan.”

Untuk mengatasi dilema ini, Samsurizal juga mengkaji integrasi konsep Vehicle-to-Grid (V2G). Teknologi V2G memungkinkan kendaraan listrik tidak hanya mengonsumsi energi, tetapi juga dapat menyuplai listrik kembali ke jaringan. Konsep ini menawarkan potensi besar untuk menyeimbangkan beban jaringan dan meningkatkan ketahanan sistem kelistrikan.

Algoritma Thunderstorm: Solusi Cerdas Berbasis AI

Sebagai solusi inovatif, Samsurizal mengusulkan penggunaan Thunderstorm Algorithm (TA), sebuah metode optimasi yang terinspirasi dari fenomena badai petir. Algoritma ini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menemukan titik keseimbangan optimal dalam proses Pengisian Cepat Kendaraan Listrik Berbasis AI. Pendekatan ini diharapkan dapat mengatasi berbagai tantangan yang ada.

Algoritma TA bekerja melalui tiga tahap utama yang saling berkaitan. Tahap pertama adalah pembentukan solusi awal (cloud phase), di mana algoritma mengidentifikasi berbagai kemungkinan skenario pengisian. Tahap kedua adalah pencarian jalur optimal (streamer phase), yang berfokus pada eksplorasi solusi terbaik. Terakhir, tahap evaluasi hingga konvergensi (avalanche phase) memastikan algoritma mencapai solusi yang paling efisien dan aman.

Pendekatan cerdas ini mampu menyeimbangkan berbagai aspek krusial secara simultan. Aspek-aspek tersebut meliputi kecepatan pengisian yang diinginkan, umur baterai yang optimal, stabilitas suhu baterai, serta dampak minimal terhadap jaringan listrik. Dengan demikian, TA menawarkan solusi komprehensif untuk pengisian cepat yang berkelanjutan.

“Metode ini mencari titik optimal antara performa pengisian dan keamanan sistem,” jelas Samsurizal, menggarisbawahi keunggulan utama dari Algoritma Thunderstorm yang dikembangkannya. Inovasi ini menjadi bukti nyata potensi kecerdasan buatan dalam memecahkan masalah kompleks di sektor energi.

Menuju Ekosistem Energi Bersih dan Smart Grid

Samsurizal berharap risetnya dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Inovasi Pengisian Cepat Kendaraan Listrik Berbasis AI ini diharapkan dapat mempercepat adopsi EV di Tanah Air, sejalan dengan upaya pemerintah menuju energi bersih. Peningkatan efisiensi dan keamanan pengisian daya adalah kunci utama dalam hal ini.

Lebih jauh, penelitian ini membuka peluang besar untuk integrasi kendaraan listrik dalam sistem energi cerdas atau smart grid. Konsep smart grid merupakan bagian penting dalam transisi global menuju energi bersih dan berkelanjutan. Kendaraan listrik dapat berperan sebagai penyimpan energi terdistribusi yang fleksibel dalam ekosistem ini.

“Dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, teknologi pengisian yang efisien dan stabil menjadi kunci masa depan energi berkelanjutan,” tutur Samsurizal. Pernyataan ini menegaskan visi jangka panjang dari risetnya, yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada dampak lingkungan dan sosial.

Riset ini dipresentasikan oleh Samsurizal dalam sidang disertasi berjudul “Optimasi pada Vehicle Fast Charging to 20 kV Grid Berbasis DC Charging CHAdeMO Menggunakan Metode Thunderstorm Algorithm.” Sidang tersebut digelar di Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang pada Kamis (9/4) pukul 13.00 WIB, menandai pencapaian penting dalam bidang teknologi kendaraan listrik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi