Gubernur Banten Andra Soni secara tegas menginstruksikan seluruh satuan pendidikan di wilayahnya untuk mengoptimalkan lahan sekolah. Inisiatif ini bertujuan sebagai media edukasi pertanian melalui gerakan menanam. Langkah strategis ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya kemandirian pangan sejak usia dini.
Instruksi tersebut disampaikan oleh Andra Soni di Serang pada hari Kamis, 9 April 2026. Beliau menekankan pentingnya gerakan menanam agar siswa memiliki kedekatan dengan sektor pertanian. Pemanfaatan lahan bisa dilakukan secara langsung atau menggunakan media tanam seperti polybag.
Tujuan utama dari program edukasi pertanian ini bukan hanya untuk mendapatkan hasil tanam yang optimal. Lebih dari itu, program ini diharapkan menjadi bekal keterampilan penting bagi para siswa setelah lulus, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
Advertisement
Advertisement
Optimalisasi Lahan dan Peran Mentor dalam Edukasi Pertanian
Gubernur Andra Soni menegaskan bahwa gerakan menanam di sekolah memiliki dua manfaat utama. Pertama, untuk mendapatkan hasil panen yang optimal dari lahan yang tersedia. Kedua, sebagai sarana edukasi praktis bagi para siswa.
Kehadiran mentor berpengalaman sangat krusial dalam program edukasi pertanian ini. Dengan bimbingan dari praktisi, siswa dapat belajar teknik menanam di lingkungan sekolah. Pengetahuan dan keterampilan ini kemudian dapat diterapkan di rumah masing-masing, menciptakan efek domino positif.
Pemanfaatan lahan sekolah tidak harus selalu dalam skala besar. Andra Soni menyarankan penggunaan media tanam alternatif seperti polybag. Ini memungkinkan sekolah dengan lahan terbatas tetap bisa berpartisipasi aktif dalam gerakan edukasi pertanian.
Advertisement
Advertisement
Apresiasi Inisiatif dan Tindak Lanjut Program Percontohan
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Banten memberikan apresiasi khusus kepada Ruhyana, seorang praktisi pertanian dari Kabupaten Lebak. Ruhyana telah mendedikasikan lahan pribadinya sebagai pusat edukasi hortikultura bagi pelajar.
Model pendampingan yang diterapkan oleh Ruhyana dianggap sebagai contoh yang patut diadopsi oleh sekolah-sekolah lain di Banten. Andra Soni meminta Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, dan Dinas Ketahanan Pangan untuk menindaklanjuti inisiatif ini.
Sebagai tahap awal, beberapa sekolah dengan lahan luas akan ditunjuk sebagai percontohan. Sekolah-sekolah ini akan mendapatkan pendampingan langsung dari praktisi pertanian. Hal ini bertujuan untuk memastikan hasil program edukasi pertanian dapat maksimal dan berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Membangun Budaya Menanam untuk Ketahanan Pangan Banten
Andra Soni menyoroti situasi geopolitik global yang berpotensi mengancam ketahanan pangan. Namun, ia meyakini bahwa masyarakat Banten tidak perlu khawatir berlebihan karena dianugerahi alam yang subur.
Fokus utama adalah memperkuat kemauan dan budaya menanam yang harus dimulai dari generasi muda. Program edukasi pertanian ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kemandirian pangan di kalangan siswa.
Gubernur menargetkan program ini dapat diperluas ke seluruh sekolah, termasuk SMA/SMK dan SKh, baik negeri maupun swasta, yang berada di bawah kewenangan provinsi. Tujuannya adalah menumbuhkan budaya menanam di setiap siswa, bukan semata-mata untuk tujuan komersial.
Advertisement
Sumber: AntaraNews