Pemkot Makassar Perkuat Ketahanan Bencana dengan Kampung Siaga Bencana di Tamalanrea

Pemerintah Kota Makassar menyiapkan pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kecamatan Tamalanrea, menjadi proyek percontohan untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap risiko bencana.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Makassar Perkuat Ketahanan Bencana dengan Kampung Siaga Bencana di Tamalanrea
Pemerintah Kota Makassar menyiapkan pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kecamatan Tamalanrea, menjadi proyek percontohan untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap risiko bencana. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar, mengambil langkah proaktif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana. Inisiatif ini diwujudkan dengan pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kecamatan Tamalanrea. Program ini diharapkan menjadi model percontohan bagi wilayah lain.

Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti, menegaskan bahwa pembentukan KSB ini bukan sekadar program seremonial belaka. Sebaliknya, ini merupakan upaya strategis untuk membangun ketahanan berbasis komunitas yang kuat dan mandiri. Tujuannya adalah agar masyarakat mampu menghadapi berbagai potensi bencana.

Kecamatan Tamalanrea dipilih sebagai lokasi KSB percontohan karena karakteristik wilayahnya yang representatif. Wilayah ini memiliki kepadatan penduduk serta potensi kerawanan bencana yang cukup tinggi. Oleh karena itu, Tamalanrea dinilai tepat untuk memulai program penting ini.

Strategi Penguatan Kesiapsiagaan Komunitas

Pembentukan Kampung Siaga Bencana Makassar ini merupakan bagian integral dari visi besar Pemerintah Kota Makassar dalam menghadirkan kota yang tangguh. Visi ini bertujuan untuk menciptakan kota yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga adaptif terhadap berbagai tantangan, termasuk ancaman bencana alam.

Dinas Sosial Kota Makassar telah mengusulkan pembentukan KSB baru, meskipun hanya satu yang disetujui untuk tahun ini. Hal ini disebabkan adanya ketentuan jeda waktu pengajuan program yang berlaku. Namun, Dinsos tetap berupaya keras untuk merealisasikan inisiatif penting ini.

Pada tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah Kota Makassar juga telah berhasil mengusulkan dua KSB di Kecamatan Manggala dan Biringkanaya. Kedua KSB tersebut, yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial, berfokus pada mitigasi banjir. Pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam pengembangan KSB selanjutnya.

Tamalanrea sebagai Pusat Percontohan KSB

Kecamatan Tamalanrea secara khusus dipilih sebagai lokasi sentral untuk KSB yang baru disetujui. Pemilihan ini didasarkan pada tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi di wilayah tersebut. Oleh karena itu, penguatan kesiapsiagaan masyarakat di Tamalanrea menjadi prioritas utama.

Melalui program Kampung Siaga Bencana di Tamalanrea ini, masyarakat diharapkan dapat bertransformasi. Mereka tidak lagi hanya menjadi objek penanganan saat bencana terjadi. Sebaliknya, mereka akan menjadi subjek yang tangguh, terlatih, dan mampu melakukan mitigasi secara mandiri.

Setiap elemen warga akan dilibatkan secara aktif dalam program ini. Mulai dari relawan lokal, tokoh masyarakat yang berpengaruh, hingga perangkat kelurahan, semuanya akan berperan. Dukungan berupa pelatihan, simulasi, dan sistem peringatan dini akan diberikan untuk memperkuat kapasitas mereka.

Integrasi Digitalisasi Bantuan Sosial

Penguatan program KSB ini juga akan terintegrasi dengan sistem digitalisasi bantuan sosial. Langkah ini diambil untuk memastikan penyaluran bantuan menjadi lebih tepat sasaran. Selain itu, transparansi dan akuntabilitas dalam proses penyaluran juga akan meningkat secara signifikan.

Integrasi ini juga bertujuan untuk meminimalkan potensi tumpang tindih data penerima manfaat. Dengan demikian, bantuan dapat disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Efisiensi dalam pengelolaan bantuan sosial akan tercapai.

Sinergi antara peningkatan kapasitas masyarakat dan modernisasi sistem bantuan ini menjadi kunci. Hal ini mendukung visi Pemerintah Kota Makassar dalam menghadirkan kota yang tangguh. Kota yang mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan, termasuk ancaman bencana yang tak terduga.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi