Kolaborasi Lintas Daerah Wujudkan PSEL Sulsel, Ubah Ratusan Ton Sampah Jadi Energi Listrik

Ratusan ton sampah dari Makassar, Gowa, dan Maros akan diolah menjadi energi listrik melalui fasilitas PSEL Sulsel. Proyek ini menjadi solusi inovatif untuk mengatasi darurat sampah di Sulawesi Selatan dan meningkatkan pengelolaan lingkungan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kolaborasi Lintas Daerah Wujudkan PSEL Sulsel, Ubah Ratusan Ton Sampah Jadi Energi Listrik
Ratusan ton sampah dari Makassar, Gowa, dan Maros akan diolah menjadi energi listrik melalui fasilitas PSEL Sulsel. Proyek ini menjadi solusi inovatif untuk mengatasi darurat sampah di Sulawesi Selatan dan meningkatkan pengelolaan lingkungan. (AntaraNews)

Ratusan ton sampah dari tiga daerah di Provinsi Sulawesi Selatan, yaitu Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Maros, akan diubah menjadi energi listrik. Pengolahan ini akan dilakukan melalui fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang baru diresmikan.

Proyek PSEL ini secara resmi diawali dengan penandatanganan perjanjian kolaborasi lintas daerah. Acara penting ini disaksikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel di Makassar, Sabtu.

Fasilitas PSEL diproyeksikan mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah setiap hari. Volume sampah tersebut berasal dari Kota Makassar sebanyak 800 ton, ditambah pasokan dari Kabupaten Gowa sekitar 150 ton, dan Kabupaten Maros sekitar 50 ton per hari.

Kolaborasi Lintas Daerah Atasi Darurat Sampah

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa timbunan sampah di tiga kabupaten-kota tersebut hampir mencapai 2.000 ton per hari. Oleh karena itu, solusi tercepat adalah melalui teknologi waste to energy, yang telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 109.

Penyelenggaraan PSEL ini juga merupakan respons atas saran Presiden Prabowo yang mengingatkan kondisi kedaruratan sampah. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) rata-rata hanya memiliki usia pakai 17 tahun, sehingga memerlukan solusi jangka panjang.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menjelaskan bahwa kolaborasi dengan pendekatan aglomerasi ini dirancang untuk memastikan persoalan sampah tidak diselesaikan secara parsial. Kerja sama antarwilayah ini diharapkan dapat memberikan solusi komprehensif.

Potensi Energi dari Timbunan Sampah

Dengan kapasitas olah sekitar 1.000 ton sampah per hari, fasilitas PSEL di Sulawesi Selatan ini berpotensi menghasilkan energi listrik yang signifikan. Diperkirakan, PSEL mampu memproduksi 20 hingga 25 Megawatt listrik, tergantung pada kualitas sampah yang masuk.

Meskipun demikian, terdapat tantangan dalam memaksimalkan pasokan sampah ke PSEL. Kapasitas pengangkutan sampah yang dimiliki Pemerintah Kota Makassar saat ini baru mencapai sekitar 67 persen.

Peningkatan kapasitas pengangkutan sampah menjadi krusial untuk memastikan PSEL dapat beroperasi secara optimal. Hal ini akan mendukung efisiensi pengolahan sampah dan produksi energi listrik.

Langkah Strategis Menuju Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan bahwa proyek nasional PSEL merupakan bagian dari proses panjang yang dirancang pemerintah pusat untuk mengatasi persoalan sampah secara sistemik di Indonesia. Pengembangan PSEL adalah langkah penting dalam menjawab persoalan timbulan sampah yang terus meningkat di perkotaan.

Kerja sama ini diharapkan mampu memotong generasi pengelolaan sampah saat ini. PSEL dipastikan hadir untuk meminimalisasi timbunan sampah setiap hari hingga 20 persen, memberikan dampak positif yang besar.

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mencari solusi inovatif dan berkelanjutan untuk masalah lingkungan. PSEL Sulsel diharapkan menjadi model bagi daerah lain dalam pengelolaan sampah terintegrasi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi