Pramono Wajibkan Seluruh Gedung di Jakarta Lebih dari 4 Lantai Terhubung CCTV Pemprov DKI

Pramono menetapkan bahwa semua gedung yang memiliki lebih dari empat lantai harus terhubung dengan CCTV yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Tim News
Oleh Tim News - Reporter
Pramono Wajibkan Seluruh Gedung di Jakarta Lebih dari 4 Lantai Terhubung CCTV Pemprov DKI
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (9/3/2026). (Liputan6.com/Winda Nelfira) (© 2026 Liputan6.com)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menetapkan peraturan yang mengharuskan semua gedung yang memiliki lebih dari empat lantai untuk terhubung dengan sistem kamera pengawas (CCTV) yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kebijakan ini bertujuan untuk memperkuat pengawasan dan menciptakan sistem keamanan yang lebih terintegrasi di ibu kota.

Pramono menyatakan, "Jadi, untuk CCTV, kita sedang, sudah memutuskan nanti gedung-gedung yang lantainya lebih dari empat sesuai dengan Pergub akan dikoneksikan dengan CCTV yang dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta, sehingga dengan demikian Jakarta akan menjadi terintegrasi," saat memberikan keterangan di Jakarta Pusat, seperti yang dilansir oleh Antara, Sabtu (4/4). Ia menganggap langkah ini sebagai bagian dari upaya modernisasi sistem keamanan dan pemantauan kota.

Dengan adanya integrasi CCTV ini, Pemprov DKI Jakarta akan mampu memantau situasi kota dengan lebih cepat dan efisien, baik dalam hal penanganan keadaan darurat, tindak kriminal, maupun pengelolaan lalu lintas.

Selain itu, rencana pemasangan CCTV juga mencakup seluruh wilayah, termasuk kelurahan yang ada di Jakarta. "Dan kemudian untuk kelurahan dan sebagainya tetap akan kita pasang," ucapnya menegaskan komitmennya terhadap keamanan publik.

Pemasangan CCTV di berbagai lokasi di DKI Jakarta merupakan salah satu komitmen yang diusung oleh Pramono Anung bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, saat masa kampanye. Pemprov DKI Jakarta berencana untuk memasang kamera CCTV di 30.000 titik yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta, khususnya di permukiman warga. Program ini diperkirakan akan menghabiskan anggaran sebesar Rp380 miliar dan akan dilaksanakan dalam beberapa tahap.

Rekomendasi