FOTO: : Prosesi Laut Tuan Meninu Hidupkan Tradisi Perayaan Jumat Agung di Larantuka

Ribuan umat Katolik mengikuti prosesi laut Tuan Meninu dalam peringatan Jumat Agung di Larantuka, Nusa Tenggara Timur.

Arie Basuki
Oleh Arie Basuki - Reporter
FOTO: : Prosesi Laut Tuan Meninu Hidupkan Tradisi Perayaan Jumat Agung  di Larantuka
Umat Katolik mengangkut peti mati berisi patung Yesus dengan perahu selama prosesi laut Jumat Agung dari Kapel Tuan Menino di Larantuka, Nusa Tenggara Timur, Jumat (03/04/2026). (AFP/ Arnold Welianto)

Umat Katolik di Larantuka, Nusa Tenggara Timur, kembali menggelar prosesi laut dalam rangkaian perayaan Jumat Agung pada 3 April 2026. Tradisi yang telah berlangsung lebih dari lima abad ini menjadi bagian penting dari peringatan Semana Santa atau Pekan Suci, sekaligus menarik ribuan peziarah dari berbagai daerah.

Prosesi Laut Tuan Meninu diawali dari Kapel Tuan Menino di Sarotari. Peti mati yang berisi patung Yesus disalib diarak menggunakan sampan tradisional menuju Pantai Kuce di kawasan Pohon Sirih. Perjalanan laut tersebut menempuh waktu sekitar 40 hingga 60 menit, melintasi arus Selat Gonsalu yang dikenal kuat.

Sejak pagi hari, suasana khidmat telah terasa. Ribuan peziarah berkumpul untuk mengikuti rangkaian ibadah, termasuk ritus Jalan Salib Terakhir yang digelar sekitar pukul 11.00 Wita. Dalam prosesi ini, doa, nyanyian, dan ratapan suci mengiringi perjalanan peti, menciptakan suasana yang sarat makna spiritual.

Sejarah mencatat bahwa tradisi ini berawal dari pengaruh Portugis yang datang ke wilayah tersebut berabad-abad lalu. Kisah lisan menyebutkan adanya pengalaman spiritual seorang pemuda dari Suku Resiona yang menemukan patung kayu setelah melihat sosok perempuan berjalan di atas air. Patung tersebut kemudian diidentifikasi sebagai Bunda Maria oleh para misionaris Portugis.

Perkembangan tradisi ini semakin kuat setelah Raja Larantuka, Ola Adobala, dibaptis pada tahun 1650 dan secara simbolis menyerahkan kekuasaan kepada Bunda Maria. Pengarakan keliling kota kemudian diperkenalkan oleh putranya, Don Gaspar I, pada 1665, yang menjadi cikal bakal perayaan Semana Santa seperti yang dikenal saat ini.

FOTO: : Prosesi Laut Tuan Meninu Hidupkan Tradisi Perayaan Jumat Agung  di Larantuka
Umat Katolik mengangkut peti mati berisi patung Yesus dengan perahu selama prosesi laut Jumat Agung dari Kapel Tuan Menino di Larantuka, Nusa Tenggara Timur, Jumat (03/04/2026). AFP/ Arnold Welianto
FOTO: Prosesi Laut Tuan Meninu Hidupkan Tradisi Perayaan Jumat Agung  di Larantuka
Umat Katolik mengangkut peti mati berisi patung Yesus dengan perahu selama prosesi laut Jumat Agung dari Kapel Tuan Menino di Larantuka, Nusa Tenggara Timur, Jumat (03/04/2026). AFP/ Arnold Welianto
FOTO: Prosesi Laut Tuan Meninu Hidupkan Tradisi Perayaan Jumat Agung  di Larantuka
Umat Katolik mengangkut peti mati berisi patung Yesus dengan perahu selama prosesi laut Jumat Agung dari Kapel Tuan Menino di Larantuka, Nusa Tenggara Timur, Jumat (03/04/2026). AFP/ Arnold Welianto
FOTO: Prosesi Laut Tuan Meninu Hidupkan Tradisi Perayaan Jumat Agung  di Larantuka
Umat Katolik mengangkut peti mati berisi patung Yesus dengan perahu selama prosesi laut Jumat Agung dari Kapel Tuan Menino di Larantuka, Nusa Tenggara Timur, Jumat (03/04/2026). AFP/ Arnold Welianto
FOTO: Prosesi Laut Tuan Meninu Hidupkan Tradisi Perayaan Jumat Agung  di Larantuka
Umat Katolik mengangkut peti mati berisi patung Yesus dengan perahu selama prosesi laut Jumat Agung dari Kapel Tuan Menino di Larantuka, Nusa Tenggara Timur, Jumat (03/04/2026). AFP/ Arnold Welianto
FOTO: Prosesi Laut Tuan Meninu Hidupkan Tradisi Perayaan Jumat Agung  di Larantuka
Umat Katolik mengangkut peti mati berisi patung Yesus dengan perahu selama prosesi laut Jumat Agung dari Kapel Tuan Menino di Larantuka, Nusa Tenggara Timur, Jumat (03/04/2026). AFP/ Arnold Welianto
Rekomendasi