Polres Cianjur Selidiki Penyebab Kecelakaan Truk Maut di Cugenang, Satu Tewas

Polres Cianjur tengah menyelidiki insiden kecelakaan truk Cianjur di Jalan Raya Cianjur-Cugenang yang menewaskan satu sopir dan melukai kernet, memicu dugaan rem blong.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polres Cianjur Selidiki Penyebab Kecelakaan Truk Maut di Cugenang, Satu Tewas
Tragedi kecelakaan truk maut di Jalan Raya Cianjur-Cugenang menewaskan seorang sopir dan melukai kernet. Polres Cianjur kini tengah mendalami penyebab pasti insiden kecelakaan truk Cianjur ini. (AntaraNews)

Cianjur, Jawa Barat – Sebuah insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua unit truk terjadi di Jalan Raya Cianjur-Cugenang pada Kamis (2/4). Kecelakaan maut ini mengakibatkan seorang sopir truk meninggal dunia di tempat kejadian, sementara kernetnya mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit. Kepolisian Resor (Polres) Cianjur kini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti dari peristiwa tragis ini.

Peristiwa nahas tersebut bermula ketika sebuah truk bernomor polisi B 9072 CQD yang dikemudikan oleh Dede (56), bersama kernet Nurdin (56), melaju dari arah Cipanas menuju Cianjur. Setibanya di lokasi kejadian, tepatnya di Desa Cibereum, Kecamatan Cugenang, truk yang melaju dengan kecepatan tinggi tersebut menabrak bagian belakang truk lain bernomor polisi F 8470 WR yang dikemudikan oleh Suherlan (34).

Benturan keras itu menyebabkan truk yang ditabrak terdorong hingga masuk ke dalam parit di pinggir jalan, diikuti oleh truk penabrak yang juga mengalami kerusakan parah. Petugas dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cianjur segera tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi korban. Penyelidikan awal mengarah pada dugaan kelalaian pengemudi atau masalah teknis kendaraan.

Kronologi dan Korban Kecelakaan Truk Cianjur

Kanit Gakkum Satlantas Polres Cianjur, Iptu Regina Adrilla Setiawan, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi saat truk B 9072 CQD menghantam bagian belakang truk F 8470 WR. Akibat benturan tersebut, bagian depan truk penabrak ringsek parah. “Bagian depan truk yang menghantam truk di depannya ringsek sehingga pengemudi diduga tewas di tempat, sedangkan kernet-nya mengalami luka langsung dibawa ke RSUD Sayang Cianjur,” ujar Iptu Regina.

Sopir truk B 9072 CQD, Dede, dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat terjepit di dalam kabin yang rusak parah. Sementara itu, kernetnya, Nurdin, mengalami luka-luka serius dan langsung mendapat penanganan medis di RSUD Sayang Cianjur. Sopir truk F 8470 WR, Suherlan, tidak mengalami luka fisik, namun sempat mengalami syok berat akibat kejadian tersebut.

Suherlan, sopir truk yang ditabrak, menceritakan bahwa ia sempat menurunkan laju kendaraannya karena jalan menurun dan truknya membawa muatan penuh. Namun, tak lama kemudian ia mendengar benturan keras dari belakang. “Saya menurunkan kecepatan karena jalan menurun sedangkan truk sarat muatan, tidak menyangka akan mengalami kecelakaan dihantam dari belakang oleh truk yang diduga mengalami rem blong,” jelas Suherlan.

Kencangnya benturan membuat Suherlan sempat syok dan baru menyadari truknya sudah masuk ke dalam parit. Setelah berhasil keluar dari kabin, ia melihat kondisi truk yang menabraknya juga masuk parit dengan kabin yang rusak berat dan sopirnya masih terjepit.

Penyelidikan dan Dugaan Penyebab Kecelakaan

Polres Cianjur masih terus melakukan penyelidikan intensif untuk memastikan penyebab utama kecelakaan truk maut ini. Dugaan sementara mengarah pada kegagalan sopir truk B 9072 CQD dalam mengendalikan laju kendaraannya. “Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan maut, namun dugaan sementara sopir truk bernopol B 9072 CQD tidak dapat mengendalikan laju kendaraan saat jalan menurun tajam,” kata Iptu Regina.

Selain itu, keterangan dari saksi di lokasi kejadian dan sopir truk yang dihantam mengindikasikan kemungkinan rem blong pada truk penabrak. Mereka menduga truk yang dikemudikan Dede mengalami masalah rem karena lajunya tidak terkendali saat memasuki jalan menurun tajam, hingga akhirnya menabrak truk di depannya.

Petugas Satlantas Polres Cianjur sedang mengumpulkan keterangan dari berbagai saksi mata di lokasi kejadian untuk melengkapi data penyelidikan. Hal ini penting untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif mengenai detik-detik terjadinya kecelakaan dan faktor-faktor yang berkontribusi. Proses penyelidikan akan mencakup pemeriksaan teknis kedua kendaraan, terutama sistem pengereman truk penabrak.

Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan besar, untuk selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan. Hal ini termasuk memeriksa fungsi rem, ban, dan sistem kemudi. Kehati-hatian ekstra juga diperlukan saat melintasi jalur menurun tajam atau daerah rawan kecelakaan untuk mencegah insiden serupa terulang kembali.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi