Buruh Asal Jember Nekat Minum Oli Bekas dan Hampir Tewas, Diduga Masalah Keluarga

Korban merasa lelah dan kemudian beristirahat. Saat beristirahat, korban melihat sisa minuman keras jenis arak sekitar setengah botol.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Buruh Asal Jember Nekat Minum Oli Bekas dan Hampir Tewas, Diduga Masalah Keluarga
Buruh Asal Jember Nekat Minum Oli Bekas dan Hampir Tewas, Diduga Masalah Keluarga (Merdeka.com)

Pihak kepolisian Polres Klungkung, Bali, membenarkan peristiwa seorang pekerja bangunan berinisial MRA (22), melakukan percobaan bunuh diri dengan menenggak oli bekas.

Peristiwa nahas itu, terjadi di sebuah proyek pembangunan rumah di Jalan Sedap Malam Barat, Gang III, Kelurahan Semarapura, Kabupaten Klungkung, Bali, pada Senin (30/3) sekitar pukul 11:00 WITA. MRA diduga nekat karena depresi menghadapi persoalan keluarga.

"Diduga sebelum kejadian, korban sempat mengalami permasalahan atau pertengkaran dengan pihak keluarga, yang kemungkinan mempengaruhi kondisi psikologis korban," kata Kasi Humas Polres Klungkung Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, Kamis (2/4).

Korban diketahui asal Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kronologinya, dari keterangan saksi-saksi di tempat kejadian perkara atau TKP, pada Senin (30/3) sekitar pukul 09.00 WITA, korban datang ke tempat kerja dan langsung melaksanakan aktivitas kerja berupa menurunkan pasir.

Namun, selang beberapa waktu, korban merasa lelah dan kemudian beristirahat. Saat beristirahat, korban melihat sisa minuman keras jenis arak sekitar setengah botol, yang kemudian diminum seorang diri oleh korban.

Selanjutnya, tidak lama kemudian, korban menerima telepon dari seseorang yang diduga merupakan pihak keluarga. Setelah menerima telepon tersebut, korban terlihat terdiam dan menunjukkan perubahan perilaku.

Korban diduga meminum oli bekas yang berada di dalam botol air mineral. Beberapa saat kemudian, korban mengalami penurunan kesadaran, berlari-lari, serta bertingkah tidak terkendali di jalan.

Melihat kejadian tersebut, saksi atau rekan korban di TKP menghubungi kelian banjar setempat untuk meminta bantuan dan langsung menghubungi petugas medis. Kemudian, pukul 13.15 WITA, ambulans tiba di lokasi dan langsung mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Umum Klungkung untuk mendapatkan penanganan medis.

"Saat ini, korban berada di Rumah Sakit Umum Klungkung, untuk penanganan medis lebih lanjut," katanya. 

Rekomendasi