Arus urbanisasi ke wilayah DKI Jakarta pascalebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan.
Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) mencatat sebanyak 967 pendatang baru masuk ke ibu kota dalam periode 25–30 Maret 2026.
Kepala Dukcapil DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto, mengatakan angka tersebut merupakan hasil pembaruan layanan administrasi kependudukan.
“Data tersebut merupakan update layanan administrasi kependudukan (Adminduk) dari 25 Maret sampai dengan 30 Maret 2026,” ujarnya.
Advertisement
Didominasi Usia Produktif
Berdasarkan data profil pendatang, sebagian besar warga baru berada dalam kelompok usia produktif 15–64 tahun, yakni sekitar 80,56 persen atau 779 jiwa. Sementara kelompok usia anak tercatat 21,72 persen, dan lansia sekitar 2,90 persen.
Dari sisi pendidikan, mayoritas pendatang memiliki latar belakang pendidikan hingga tingkat SLTA atau di bawahnya, yakni sebesar 76,42 persen. Sisanya, 23,58 persen tercatat memiliki pendidikan di atas SLTA.
Komposisi jenis kelamin menunjukkan jumlah laki-laki sedikit lebih banyak dibanding perempuan. Tercatat 498 laki-laki (51,5 persen) dan 469 perempuan (48,5 persen), dengan rasio 106 laki-laki untuk setiap 100 perempuan.
Advertisement
Jaktim Jadi Tujuan
Sebaran wilayah menunjukkan Jakarta Timur menjadi lokasi tujuan terbanyak bagi pendatang baru. Wilayah ini dinilai memiliki akses hunian yang lebih terjangkau serta peluang kerja, terutama di sektor informal dan industri.
Adapun daerah asal pendatang didominasi wilayah penyangga ibu kota seperti Jawa Barat, diikuti Banten dan Jawa Tengah. Selain itu, terdapat juga pendatang dari Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Sumatera Barat.
Dari sisi ekonomi, sekitar 62,77 persen pendatang berada pada kategori penghasilan menengah, sedangkan 37,23 persen lainnya tergolong berpenghasilan rendah.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan pemerintah daerah telah mulai melakukan pendataan terhadap pendatang tanpa operasi yustisi.
"Kami sekarang ini memang sudah mulai mendapatkan laporan ada beberapa pendatang yang belum mengetahui tentang Jakarta ketika sampai di Jakarta. Nah yang seperti itu kan pasti didata," kata Pramono.
Ia menambahkan, mayoritas pendatang datang dengan harapan memperoleh pekerjaan di Jakarta.
"Dan rata-rata mereka memang menaruh harapan bisa mencari peluang untuk bekerja di Jakarta," ujarnya.
Pramono juga mengimbau agar masyarakat yang datang ke ibu kota mempersiapkan diri dengan keterampilan yang memadai untuk bersaing di dunia kerja.