Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) kembali membuka jalur pendakian wisata Gunung Rinjani yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai 1 April 2026. Pembukaan ini ditandai dengan gelaran Festival Rinjani Begawe, sebuah acara tahunan yang telah memasuki tahun keenam. Festival ini bertujuan untuk memperkenalkan lebih detail tentang Taman Nasional Gunung Rinjani kepada masyarakat umum.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR, Astekita Ardiaristo, menjelaskan bahwa pembukaan jalur pendakian ini dilakukan setelah penutupan rutin selama tiga bulan, yakni dari 1 Januari hingga 31 Maret. Festival Rinjani Begawe menjadi rangkaian kegiatan penting sebelum jalur pendakian resmi dibuka. Acara ini berlangsung di Teras Udayana, Mataram, dan menarik perhatian banyak pihak.
Dalam kesempatan Festival Rinjani Begawe, Balai TNGR turut meluncurkan program inovatif bernama Rinjani 7.0. Program ini fokus pada penguatan sistem keselamatan pendakian melalui tujuh inovasi berbasis data dan teknologi. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan para pendaki yang akan mengunjungi Gunung Rinjani.
Advertisement
Advertisement
Festival Rinjani Begawe dan Inovasi Keselamatan Pendakian
Festival Rinjani Begawe, yang kini memasuki tahun keenam, merupakan agenda rutin tahunan yang selalu diselenggarakan sebelum pembukaan resmi jalur pendakian Gunung Rinjani. Rangkaian kegiatan festival telah dimulai sejak akhir Februari 2026. Berbagai lomba menarik diadakan, mulai dari pembuatan video reels, pemilihan Putri Rinjani, hingga pertunjukan seni dari pelajar tingkat SD dan SMP.
Momen penting dalam festival ini adalah peluncuran program Rinjani 7.0 oleh Balai TNGR. Program ini memperkenalkan tujuh inovasi yang dirancang untuk memperkuat sistem keselamatan pendakian. Inovasi-inovasi ini memanfaatkan data dan teknologi terkini.
Beberapa inovasi utama yang diperkenalkan meliputi penggunaan alat pelacak pendaki, sistem komunikasi terpadu, serta optimalisasi aplikasi E-Rinjani. Selain itu, Balai TNGR juga mengembangkan pusat komando di kantor mereka. Semua upaya ini bertujuan untuk memastikan pengalaman pendakian yang lebih aman dan terorganisir bagi setiap pengunjung.
Advertisement
Advertisement
Persiapan Penting Sebelum Mendaki Gunung Rinjani
Seiring dengan pembukaan jalur pendakian, pembuat konten petualangan Tyo Survival memberikan pesan penting bagi para calon pendaki. Ia menekankan perlunya persiapan matang, baik dari segi fisik, mental, maupun logistik, sebelum memulai pendakian ke Gunung Rinjani. Persiapan yang baik adalah kunci untuk pengalaman mendaki yang aman dan menyenangkan.
Bagi pendaki pemula, Tyo menyarankan untuk melakukan latihan fisik setidaknya dua pekan sebelum mendaki gunung. Latihan tersebut bisa berupa jogging, berenang, atau melakukan squat untuk melatih ketahanan kaki. Persiapan fisik yang memadai akan membantu pendaki mengatasi tantangan medan Gunung Rinjani.
Untuk memfasilitasi pendakian, Balai TNGR telah membuka pemesanan tiket elektronik pendakian wisata sejak 6 Maret 2026. Tiket dapat dipesan melalui aplikasi E-Rinjani, yang tersedia untuk diunduh di platform Android maupun iOS. Sistem ini diharapkan mempermudah proses registrasi dan pengelolaan kuota pendaki.
Advertisement
Sumber: AntaraNews