Kakorlantas: 22 Persen Kendaraan Belum Kembali ke Jakarta di Puncak Arus Balik Lebaran 2026

Kakorlantas Polri mengungkapkan 22 persen kendaraan pemudik belum kembali ke Jakarta hingga Sabtu (28/3) pada masa Arus Balik Lebaran 2026, memicu prediksi kepadatan lalu lintas dan persiapan rekayasa.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kakorlantas: 22 Persen Kendaraan Belum Kembali ke Jakarta di Puncak Arus Balik Lebaran 2026
Kakorlantas Polri mengungkapkan 22 persen kendaraan pemudik belum kembali ke Jakarta hingga Sabtu (28/3) pada masa Arus Balik Lebaran 2026, memicu prediksi kepadatan lalu lintas dan persiapan rekayasa. (AntaraNews)

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa sekitar 22 persen kendaraan pemudik belum kembali ke Jakarta. Situasi ini terpantau hingga hari Sabtu, 28 Maret 2026, pada periode arus balik Lebaran. Pernyataan ini disampaikan di Posko Command Center KM 29 Tol Cikampek Korlantas Polri, Jawa Barat.

Data tersebut didapatkan dari hasil kalkulasi traffic counting yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Angka 22 persen ini menunjukkan bahwa masih banyak kendaraan yang berada di luar Jakarta. Kondisi ini berpotensi menimbulkan lonjakan arus lalu lintas yang signifikan.

Kakorlantas Polri memprediksi bahwa kepadatan kendaraan akan semakin meningkat pada hari Minggu, 29 Maret 2026. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Korlantas Polri telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas. Langkah ini diharapkan dapat menjaga kelancaran arus balik Lebaran.

Prediksi Kepadatan dan Data Kendaraan Belum Kembali

Irjen Pol. Agus Suryonugroho menjelaskan bahwa berdasarkan kalkulasi traffic counting, sekitar 22 persen kendaraan masih belum kembali ke Jakarta. Angka ini mencerminkan sebagian besar pemudik masih berada di luar ibu kota. Peningkatan volume kendaraan diperkirakan akan terjadi pada hari ini hingga sore. Hal ini memerlukan kewaspadaan ekstra dari pengguna jalan.

Kakorlantas Polri memperkirakan puncak kepadatan arus balik Lebaran akan terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026. Oleh karena itu, persiapan rekayasa lalu lintas satu arah atau one way telah disiapkan. Langkah ini bertujuan untuk mengurai potensi kemacetan parah di jalur-jalur utama. Masyarakat diimbau untuk mematuhi arahan petugas di lapangan.

Sebelumnya, pada Jumat (27/3), jumlah kendaraan yang belum kembali dari arah Jawa Barat mencapai sekitar 33-35 persen. Angka ini menunjukkan bahwa proses arus balik berlangsung secara bertahap. Pihak kepolisian terus memantau pergerakan kendaraan secara intensif. Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan kelancaran pergerakan kendaraan.

Strategi Rekayasa Lalu Lintas untuk Kelancaran Arus Balik

Untuk mengurai kepadatan arus kendaraan, Korlantas Polri memanfaatkan tol fungsional Japek II Selatan. Tol ini dinilai strategis untuk memecah arus kendaraan yang datang dari Jawa Barat menuju Cikampek. Penggunaan jalur alternatif ini diharapkan dapat mengurangi beban jalan tol utama dan memperlancar perjalanan pemudik.

Kendaraan dari Jawa Barat dialihkan melalui Sadang hingga Setu, yang menurut Kakorlantas, cukup terkendali. Selain itu, pemantauan juga dilakukan terhadap arus kendaraan dari Trans Sumatera, meliputi Bakauheni, Merak, hingga Cikupa, Jakarta. Pengawasan menyeluruh ini penting untuk memastikan kelancaran arus di berbagai titik strategis.

Korlantas Polri telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas one way lokal tahap tiga. Skema ini akan diberlakukan dari KM 390 Tol Batang-Kendal hingga KM 70 Tol Cikampek Utama. Penerapan one way ini menjadi langkah antisipatif untuk menghadapi lonjakan volume kendaraan yang signifikan. Tujuannya adalah memastikan perjalanan kembali ke Jakarta lebih teratur dan aman bagi seluruh pengguna jalan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi