Wamen PPPA Dorong Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Desa, Kunci Perlindungan dan Penurunan Stunting

Wakil Menteri PPPA Veronica Tan menekankan pentingnya Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Desa sebagai fondasi perlindungan terpadu dan upaya penurunan stunting, dimulai dari perencanaan di Musrenbang.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wamen PPPA Dorong Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Desa, Kunci Perlindungan dan Penurunan Stunting
Wakil Menteri PPPA Veronica Tan menekankan pentingnya Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Desa sebagai fondasi perlindungan terpadu dan upaya penurunan stunting, dimulai dari perencanaan di Musrenbang. (AntaraNews)

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, menyerukan pentingnya perlindungan dan peningkatan ekonomi bagi perempuan dan anak. Inisiatif ini diharapkan dapat dimulai dari tingkat desa melalui perumusan program dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Langkah ini krusial untuk memastikan kesejahteraan keluarga secara menyeluruh.

Dalam pernyataannya di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat (27/3), Veronica Tan menegaskan bahwa pelayanan terpadu untuk perlindungan anak Indonesia tidak bisa hanya bergantung pada Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) PPA kabupaten/kota. Sebaliknya, upaya perlindungan harus hadir langsung di desa, melibatkan kepala desa sebagai subjek aktif. Hal ini bertujuan untuk mencegah kasus kekerasan atau eksploitasi yang sering berakar dari tekanan ekonomi.

Veronica Tan menyoroti fakta bahwa banyak perempuan kini menjadi tulang punggung keluarga, sehingga data mereka perlu difasilitasi secara akurat melalui Musrenbang. Integrasi data ini akan memungkinkan program-program yang relevan untuk meningkatkan perekonomian perempuan dan anak, sekaligus berkontribusi pada penurunan angka stunting di Indonesia. Pendekatan holistik ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang mendukung.

Musrenbang Berperspektif Perempuan untuk Perlindungan Ekonomi Perempuan Desa

Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan, menekankan bahwa perlindungan terpadu bagi perempuan dan anak harus bermula dari desa. Hal ini penting agar program-program kementerian yang dirumuskan melalui Musrenbang benar-benar memiliki perspektif perempuan. Keterlibatan desa diharapkan dapat menciptakan sistem perlindungan yang lebih responsif dan mendekatkan layanan kepada masyarakat.

Menurut Veronica, pelayanan terpadu untuk perlindungan anak Indonesia tidak bisa hanya diserahkan pada tingkatan Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) PPA kabupaten/kota. Sebaliknya, layanan tersebut perlu dihadirkan langsung di desa sebagai garda terdepan. Pendekatan ini bertujuan untuk mengatasi kesulitan penanganan kasus jika baru ditangani setelah insiden terjadi, sehingga pencegahan dapat dilakukan lebih awal.

Kepala desa diharapkan memiliki perspektif bahwa keluarga dan perempuan harus diikutsertakan sebagai subjek aktif dalam pembangunan. Banyak perempuan kini berperan sebagai tulang punggung keluarga, sehingga data mereka perlu difasilitasi secara akurat melalui Musrenbang. Data akurat ini krusial untuk memastikan program-program yang tepat sasaran dapat masuk dalam perencanaan guna meningkatkan perekonomian mereka serta menurunkan angka stunting.

Inovasi Program Berbasis Komunitas dan Permakultur

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) berkeinginan untuk berkolaborasi melalui kebun pangan lokal komunitas perempuan. Inisiatif ini dijahit dengan program swasembada pangan yang menjadi prioritas Presiden. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan sinergi antara pemberdayaan perempuan dan ketahanan pangan nasional.

Selain kebun komunitas, program ini juga mengintegrasikan pengolahan peternakan ayam dari lokal ke lokal. Pendekatan ini lebih mengarah pada permakultur, yaitu sistem perancangan pertanian yang berdasar pada pola dan karakteristik ekosistem alam. Konsep permakultur ini dirancang agar tidak merusak alam dan lingkungan, melainkan memanfaatkan potensi tanah untuk menumbuhkan sayur-sayuran lokal.

Veronica Tan menjelaskan bahwa kehadiran hewan dan ikan dalam sistem permakultur bertujuan untuk mengembalikan ekosistem agar mencapai konsep zero waste. Makanan ternak dan air dari kolam ikan dapat menjadi pupuk kembali, menciptakan siklus yang berkelanjutan. Platform kebun komunitas ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi melalui parenting kepada keluarga, mengajarkan pentingnya gizi seimbang.

Edukasi dari hulu sangat penting untuk menyadarkan masyarakat tentang makanan bergizi. Veronica Tan mengingatkan agar masyarakat tidak menukar ikan dengan makanan instan, atau hanya memberi makan anak hingga kenyang tanpa memperhatikan nilai gizi. Padahal, banyak potensi ikan dan tanaman lain yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga secara optimal.

Mengatasi Akar Masalah: Tekanan Ekonomi dan Pendidikan

Veronica Tan mengidentifikasi bahwa ujung dari kekerasan yang terjadi, seperti orang tua melukai atau bahkan menjual anaknya sendiri, seringkali berakar dari tekanan ekonomi. Beban keluarga, kemiskinan, percekcokan, dan pendidikan yang sangat minim menjadi faktor pendorong utama masalah sosial ini. Oleh karena itu, penanganan masalah ini memerlukan pendekatan yang komprehensif.

Program-program prioritas Presiden diharapkan dapat menyambung hingga satuan terkecil di desa. Hal ini memungkinkan pengumpulan data yang akurat, terutama mengenai perempuan yang banyak menjadi tulang punggung keluarga. Dengan data yang valid, intervensi program dapat lebih efektif dalam mendukung keluarga rentan dan mencegah terjadinya kekerasan.

Penting bagi desa untuk memiliki inovasi dalam menerjemahkan Musrenbang dan BUMDes pada anggaran desa ke dalam satu platform. Platform ini harus mampu mengakomodasi serta memberikan perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari perencanaan. Dengan demikian, desa dapat menjadi administrator terpadu yang melindungi anak dan memberdayakan perempuan.

Harapannya, program swasembada pangan dapat bekerja sama dengan kebun lokal komunitas khusus untuk perempuan. Ini akan menjadi satu platform satuan terpadu yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan keluarga dari berbagai tekanan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi