Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, tengah mempersiapkan perayaan tradisi Lebaran Topat yang akan dipusatkan di Loang Baloq, Kecamatan Sekarbela. Ratusan "Topat Agung" disiapkan untuk menyambut momen penting ini. Tradisi ini akan berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian acara religi dan budaya yang menarik.
Camat Sekarbela, Aruf Satriawan, mengungkapkan bahwa proses pembuatan Topat Agung melibatkan para kader dan kini telah memasuki tahap akhir. Sekitar 400 hingga 500 ketupat berukuran besar akan disediakan, dilengkapi dengan lauk pauk seperti opor, urap, dan sate. Persiapan ini menunjukkan komitmen Pemkot Mataram dalam melestarikan tradisi lokal.
Perayaan Lebaran Topat tahun ini mengusung tema "Berkat Topat Lebaran" dan akan dimulai pukul 07.00 Wita dengan ziarah makam. Seremoni utama dijadwalkan pada pukul 08.30 Wita, menandai puncak perayaan yang sarat makna bagi masyarakat setempat.
Advertisement
Advertisement
Persiapan Matang untuk Topat Agung Lebaran Mataram
Pemerintah Kota Mataram melalui Kecamatan Sekarbela telah melakukan persiapan matang untuk menyukseskan Lebaran Topat. Ratusan Topat Agung, yang didesain berbentuk gunungan ketupat, menjadi daya tarik utama perayaan ini. Persiapan ini melibatkan banyak pihak untuk memastikan kelancaran acara.
Camat Sekarbela, Aruf Satriawan, menjelaskan bahwa jumlah Topat Agung yang disiapkan mencapai 400 hingga 500 buah. Ketupat-ketupat raksasa ini tidak hanya disajikan begitu saja, melainkan dilengkapi dengan berbagai hidangan pelengkap. Lauk pauk seperti opor, urap, dan sate telah disiapkan untuk dinikmati bersama masyarakat.
Proses pembuatan Topat Agung melibatkan partisipasi aktif dari para kader di wilayah tersebut. Keterlibatan masyarakat dalam persiapan ini mencerminkan semangat kebersamaan. Tahap akhir pengerjaan kini sedang berlangsung, memastikan semua siap pada hari-H.
Advertisement
Advertisement
Filosofi dan Makna di Balik Tradisi Lebaran Topat
Pemilihan ketupat sebagai ikon utama dalam perayaan Lebaran Topat memiliki makna filosofis yang mendalam. Tradisi ini melambangkan penyucian diri setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Lebaran Topat juga menjadi penutup puasa Syawal selama enam hari.
Lebaran Topat juga menjadi momen penting untuk saling mengakui kesalahan dan memaafkan antarwarga. Ini adalah kesempatan untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat hubungan sosial. Semangat kebersamaan dan saling memaafkan menjadi inti dari perayaan ini.
Selain itu, tradisi ini juga menjadi pengingat untuk menjaga nilai-nilai kebaikan yang telah ditanamkan selama bulan Ramadhan. Harapannya, nilai-nilai positif tersebut dapat terus dipertahankan selama sebelas bulan ke depan. Ini menunjukkan bahwa Lebaran Topat bukan sekadar perayaan, tetapi juga refleksi spiritual.
Advertisement
Advertisement
Rangkaian Acara dan Tradisi "Bejuretan" yang Dinanti
Acara Lebaran Topat di Loang Baloq Sekarbela akan dimulai sejak pagi hari dengan tradisi ziarah makam pada pukul 07.00 Wita. Ziarah ini merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur dan bagian dari ritual keagamaan. Ini menunjukkan dimensi spiritual yang kuat dalam tradisi ini.
Seremoni utama akan dilanjutkan pada pukul 08.30 Wita, ditandai dengan pembelahan Topat Agung. Momen pembelahan ini menjadi simbol dimulainya perayaan puncak Lebaran Topat. Setelah itu, Topat Agung akan dibagikan secara bebas kepada masyarakat yang hadir.
Salah satu momen yang paling ditunggu adalah tradisi "bejuretan" atau berebut Topat Agung. Masyarakat percaya bahwa mendapatkan Topat Agung akan membawa keberkahan dalam hidup. Tradisi ini menciptakan suasana meriah dan penuh antusiasme di kalangan warga.
Advertisement
Advertisement
Hiburan Rakyat dan Harapan Kebersamaan di Lebaran Topat Mataram
Perayaan puncak Lebaran Topat akan dimeriahkan dengan berbagai pementasan tarian tradisional dan religi pada pagi hari. Pertunjukan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga melestarikan seni budaya lokal. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Pada sore hari, hiburan rakyat akan dilanjutkan dengan pertunjukan tradisional "Presean". Presean adalah seni bela diri tradisional Suku Sasak yang menampilkan pertarungan dengan rotan. Pertunjukan ini selalu berhasil menarik perhatian banyak penonton.
Melalui seluruh rangkaian perayaan ini, diharapkan masyarakat dapat merayakan keberhasilan setelah berjuang menahan hawa nafsu. Semangat kegembiraan dan kebersamaan menjadi tujuan utama. Perayaan ini juga menjadi simbol syukur dan pelestarian tradisi masyarakat Sasak.
Advertisement
Sumber: AntaraNews