Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menyatakan bahwa perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah atau tahun 2026 ini menjadi kesempatan berharga untuk memperkuat tali silaturahim. Momentum ini tidak hanya berlaku antara para pemimpin daerah dengan masyarakat, tetapi juga antarwarga di seluruh wilayah Gorontalo.
Pernyataan ini disampaikan setelah pelaksanaan shalat Idul Fitri yang berlangsung di Masjid Agung Baiturrahman Limboto, Kabupaten Gorontalo, pada hari Sabtu. Gubernur Gusnar Ismail memilih lokasi ini untuk shalat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Gorontalo.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah mendekatkan diri dengan masyarakat serta mempererat hubungan persaudaraan di seluruh Provinsi Gorontalo. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai yang ditekankan selama bulan Ramadhan dan perayaan Idul Fitri itu sendiri.
Advertisement
Advertisement
Pesan Mendalam Idul Fitri dari Gubernur Gusnar Ismail
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Gusnar Ismail mengutip khutbah Idul Fitri yang disampaikan oleh Ustadz Al Jufri. Beliau menekankan tiga sikap fundamental yang harus terus dijaga pasca-Ramadhan. Sikap-sikap ini meliputi rasa takut kepada Allah SWT, kepedulian terhadap hak-hak sesama, serta kemampuan mengendalikan emosi.
Pentingnya saling memaafkan dan menjalin silaturahim juga menjadi poin utama yang disoroti. Gubernur berharap nilai-nilai luhur ini dapat terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Gorontalo. Pesan ini relevan untuk menjaga keharmonisan sosial dan spiritual.
Gubernur Gusnar Ismail didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK, Nani Ismail Mokodongan, saat menyampaikan pesan tersebut. Kehadiran beliau menambah bobot pesan yang disampaikan kepada seluruh jamaah yang hadir.
Advertisement
Advertisement
Pelaksanaan Shalat Idul Fitri dan Kehadiran Pejabat
Pelaksanaan shalat Idul Fitri di Masjid Agung Baiturrahman Limboto dimulai sejak pukul 06.00 WITA. Umat Islam dari berbagai penjuru mulai berdatangan dan memadati area masjid untuk menunaikan ibadah.
Qadi Kabupaten Gorontalo bertindak sebagai imam shalat, sementara Habib Salim bin Abdurrahman Al Jufri menjadi khatib. Kehadiran tokoh agama ini memberikan kekhusyukan tersendiri bagi para jamaah yang hadir.
Sejumlah pejabat Forkopimda Provinsi Gorontalo turut hadir dalam shalat Idul Fitri ini. Di antaranya adalah Kapolda Gorontalo Inspektur Jenderal Widodo dan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Idrus MT Mopili.
Advertisement
Selain itu, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi beserta jajarannya juga tampak hadir, menunjukkan sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten. Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim, bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan Sulastri Husain, serta pimpinan organisasi perangkat daerah Provinsi Gorontalo juga turut memeriahkan suasana.
Advertisement
Apresiasi Gubernur atas Kondusivitas Wilayah
Usai menunaikan shalat Idul Fitri, Gubernur Gusnar Ismail berinteraksi langsung dengan jamaah. Beliau bermaaf-maafan dan berjabatan tangan, memperkuat ikatan emosional dengan masyarakat.
Gubernur mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran pelaksanaan shalat Idul Fitri. "Alhamdulillah, kita dapat melaksanakan shalat Idul Fitri dengan cuaca yang cerah, daerah aman dan kondusif, sehingga pelaksanaan shalat berjalan lancar," ujarnya.
Beliau juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh Forkopimda atas dukungan mereka dalam menjaga situasi aman dan kondusif. Kondisi ini terjaga sepanjang bulan Ramadhan, termasuk saat perayaan tradisi malam pasang lampu 'Tumbilotohe', suasana takbiran, hingga pelaksanaan shalat Idul Fitri.
Advertisement
Keamanan dan ketertiban yang terjaga ini menjadi fondasi penting bagi masyarakat Gorontalo untuk merayakan hari kemenangan dengan tenang dan penuh kebahagiaan. Ini mencerminkan kerja sama yang baik antara pemerintah dan aparat keamanan.
Sumber: AntaraNews