Volume Kendaraan Pantura Cirebon Lebaran 2026 Capai 577 Ribu Unit Jelang H-1

Jalur Pantura Cirebon padat! Lebih dari setengah juta kendaraan melintas hingga H-1 Lebaran 2026, didominasi sepeda motor, menunjukkan tingginya Volume Kendaraan Pantura Cirebon Lebaran tahun ini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Volume Kendaraan Pantura Cirebon Lebaran 2026 Capai 577 Ribu Unit Jelang H-1
Jalur Pantura Cirebon padat! Lebih dari setengah juta kendaraan melintas hingga H-1 Lebaran 2026, didominasi sepeda motor, menunjukkan tingginya Volume Kendaraan Pantura Cirebon Lebaran tahun ini. (AntaraNews)

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon melaporkan lonjakan signifikan Volume Kendaraan Pantura Cirebon Lebaran 2026. Hingga H-1 Lebaran, tercatat 577.215 unit kendaraan melintasi Jalur Pantai Utara (Pantura) wilayah setempat. Data ini dihimpun selama periode H-7 hingga H-1 Lebaran, tepatnya hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 11.30 WIB.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Cirebon, Indra Setiaman, menjelaskan bahwa mayoritas kendaraan yang melintas adalah sepeda motor. Jumlahnya mencapai 503.445 unit, sementara mobil pribadi tercatat sebanyak 52.643 unit. Puncak arus mudik teridentifikasi pada H-2 Lebaran, dengan hampir 149 ribu unit kendaraan melintas dalam sehari.

Meskipun jumlah ini menunjukkan kepadatan, Indra Setiaman juga mengungkapkan adanya sedikit penurunan dibandingkan periode mudik Lebaran 2025. Namun, terjadi peningkatan sekitar 12 persen dibandingkan hari sebelumnya, menandakan intensitas perjalanan mudik yang tinggi menjelang hari raya.

Strategi Dishub Cirebon Atasi Kepadatan Arus Mudik

Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas pada puncak arus mudik, Dishub Kota Cirebon telah menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas. Langkah-langkah ini difokuskan pada beberapa persimpangan utama di Kota Cirebon yang menjadi jalur lintasan pemudik. Tujuannya adalah memastikan kelancaran perjalanan bagi para pemudik yang melintasi wilayah tersebut.

Salah satu strategi utama yang diterapkan adalah penambahan durasi lampu lalu lintas di persimpangan krusial. Durasi lampu hijau diperpanjang hingga sekitar 95 detik, memungkinkan kendaraan dari jalur utama melintas lebih lancar dan mengurangi penumpukan. Kebijakan ini dinilai efektif dalam mengurai kepadatan tanpa perlu penutupan jalur.

Indra Setiaman menegaskan bahwa pada musim mudik Lebaran 2026 ini, Dishub Kota Cirebon tidak melakukan penutupan persimpangan. Keputusan ini diambil karena penyesuaian durasi lampu dinilai cukup efisien dalam mengelola arus kendaraan. Ini menunjukkan pendekatan yang adaptif dalam menghadapi Volume Kendaraan Pantura Cirebon Lebaran.

Dominasi Sepeda Motor dan Perbandingan Data Mudik

Data Dishub Kota Cirebon secara jelas menunjukkan dominasi sepeda motor dalam Volume Kendaraan Pantura Cirebon Lebaran 2026. Lebih dari setengah juta sepeda motor melintasi Pantura Cirebon, jauh melampaui jumlah mobil pribadi. Fenomena ini menggarisbawahi preferensi sebagian besar pemudik untuk menggunakan kendaraan roda dua.

Rata-rata kendaraan yang melintas di Jalur Pantura Cirebon saat ini berada di kisaran 1.284 unit per jam. Angka ini memberikan gambaran tentang intensitas lalu lintas yang harus dihadapi oleh petugas di lapangan. Puncak arus mudik pada H-2 Lebaran dengan hampir 149 ribu unit kendaraan juga menjadi perhatian utama.

Meskipun ada sedikit penurunan dibandingkan periode mudik Lebaran 2025, peningkatan 12 persen dibandingkan hari sebelumnya menunjukkan dinamika arus mudik yang fluktuatif. Dishub terus memantau dan menyesuaikan strategi rekayasa lalu lintas untuk memastikan perjalanan mudik tetap aman dan nyaman. Langkah-langkah ini bertujuan agar arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah maupun sebaliknya dapat melintas dengan aman tanpa mengganggu aktivitas masyarakat lokal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi