Jasad Balita Tenggelam di Barito Utara Ditemukan, Operasi Pencarian Dihentikan

Jasad balita Sri Jimah (2) yang tenggelam di Barito Utara akhirnya ditemukan nelayan di Buntok, Barito Selatan, mengakhiri operasi pencarian yang melibatkan berbagai pihak.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Jasad Balita Tenggelam di Barito Utara Ditemukan, Operasi Pencarian Dihentikan
Jasad balita Sri Jimah (2) yang tenggelam di Barito Utara akhirnya ditemukan nelayan di Buntok, Barito Selatan, mengakhiri operasi pencarian yang melibatkan berbagai pihak. (AntaraNews)

Muara Teweh, Kalimantan Tengah – Operasi pencarian balita Sri Jimah (2) yang dilaporkan tenggelam di wilayah Barito Utara resmi dihentikan. Jasad korban ditemukan oleh seorang nelayan pada Jumat pagi.

Penemuan ini terjadi di perairan Buntok, Kabupaten Barito Selatan, sekitar 159,5 kilometer dari lokasi awal kejadian. Kabar duka ini membawa titik terang setelah pencarian intensif selama beberapa hari.

Korban, warga Desa Lemo I, sebelumnya dinyatakan hilang pada Selasa (17/3) sekitar pukul 13.00 WIB. Berbagai unsur tim gabungan telah dikerahkan untuk menemukan balita tersebut.

Kronologi Penemuan dan Proses Identifikasi

Jasad balita Sri Jimah pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan yang sedang mencari ikan di sekitar Pelabuhan Pasar Lama dan Pelabuhan Airud Buntok pada pukul 08.45 WIB. Nelayan tersebut segera melaporkan penemuan ini kepada Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Barito Selatan.

Setelah menerima laporan, tim berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan evakuasi. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Buntok guna proses identifikasi lebih lanjut.

Sekretaris Desa Lemo I, Zainal Arifin, membenarkan identitas jenazah tersebut. “Kami telah menerima informasi bahwa jenazah korban ditemukan oleh masyarakat di wilayah Buntok. Setelah dilakukan koordinasi, jenazah dibawa ke RSUD Buntok untuk proses identifikasi, dan dipastikan bahwa itu adalah warga kami, Sri Jimah,” ujarnya.

Konfirmasi identitas ini menjadi penutup bagi penantian keluarga dan tim pencari. Jenazah balita malang ini segera diserahkan kepada pihak keluarga setelah proses identifikasi selesai.

Upaya Pencarian Intensif Tim Gabungan

Sejak hilangnya Sri Jimah pada Selasa lalu, upaya pencarian besar-besaran telah dilakukan. Berbagai pihak terlibat aktif dalam operasi ini, termasuk BPBD, Damkar, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya, relawan, serta masyarakat Desa Lemo I dan Lemo II.

Tim gabungan bekerja tanpa henti selama empat hari menyisir area sungai Barito. Pencarian ini melibatkan sumber daya dan keahlian dari berbagai lembaga untuk mempercepat penemuan korban.

Perwakilan Basarnas Kalimantan Tengah, Malik, turut membenarkan bahwa jenazah yang ditemukan di Buntok adalah korban yang selama ini dicari. “Berdasarkan hasil identifikasi dan koordinasi di lapangan, jenazah yang ditemukan tersebut dipastikan adalah korban yang hilang beberapa hari lalu di wilayah Muara Teweh,” jelas Malik.

Malik juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama. Kerja keras tim gabungan dan partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam keberhasilan operasi pencarian ini.

Penyerahan Jenazah dan Pesan Kewaspadaan

Setelah identifikasi rampung, jenazah Sri Jimah segera diserahkan kepada pihak keluarga. Proses pengembalian jenazah ke Desa Lemo I dilakukan menggunakan ambulans dari RSUD Buntok, memastikan korban dapat segera dimakamkan oleh keluarga.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Barito Utara, Rizali Hadi, menyampaikan belasungkawa mendalam. “Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Terima kasih kepada seluruh tim gabungan yang telah bekerja maksimal dalam upaya pencarian selama empat hari ini,” kata Rizali Hadi.

Dengan ditemukannya jasad balita tenggelam di Barito Utara ini, seluruh rangkaian operasi pencarian resmi dihentikan. Ini menandai berakhirnya masa-masa penuh ketegangan bagi keluarga dan masyarakat setempat.

Peristiwa tragis ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Pengawasan ketat terhadap anak-anak, terutama di sekitar aliran sungai, menjadi sangat penting guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi