Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) kini tengah memburu bandar besar narkotika jenis sabu-sabu. Penyelidikan ini menyusul penangkapan dua tersangka yang bertransaksi di area parkir rumah sakit di Kabupaten Langkat. Komitmen pemberantasan narkoba terus digencarkan hingga ke akar jaringannya.
Dua tersangka berinisial MF (33) dan KS (33), keduanya warga Kabupaten Aceh Tamiang, berhasil diamankan pada Sabtu (14/3). Mereka ditangkap saat hendak melakukan transaksi narkoba di lokasi yang tak terduga tersebut. Petugas menyita barang bukti satu kilogram sabu-sabu dari tangan para pelaku.
Penangkapan ini bermula dari operasi penyamaran yang dilakukan oleh petugas kepolisian. Petugas berpura-pura menjadi pembeli untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika. Pengembangan kasus masih terus dilakukan untuk membongkar seluruh jaringan yang terlibat.
Advertisement
Advertisement
Penangkapan MF dan KS menjadi titik awal pengungkapan jaringan narkoba yang memanfaatkan fasilitas publik. Kedua tersangka diduga telah berulang kali melakukan transaksi narkoba di area parkiran rumah sakit. Modus ini dipilih karena dianggap lebih aman dan tidak menimbulkan kecurigaan.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Andy Arisandi, menjelaskan bahwa lokasi rumah sakit sering dijadikan tempat transaksi. "Rumah sakit selalu dijadikan sebagai tempat untuk transaksi," ujarnya. Kebiasaan tersangka melakukan transaksi di tempat yang dirasa aman menjadi alasan utama pemilihan lokasi ini.
Petugas berhasil menyita satu kilogram sabu-sabu dari tangan kedua tersangka. Barang bukti ini menjadi bukti kuat keterlibatan mereka dalam peredaran narkotika. Penyamaran petugas sebagai pembeli terbukti efektif dalam mengungkap praktik ilegal ini.
Advertisement
Advertisement
Kombes Pol Andy Arisandi menegaskan bahwa Polda Sumut berkomitmen penuh untuk memberantas peredaran narkoba. Pemburuan bandar sabu ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memutus mata rantai jaringan narkotika. Tujuannya adalah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dari bahaya narkoba.
Pengembangan jaringan terus dilakukan untuk mengidentifikasi dan menangkap bandar yang mengendalikan peredaran narkotika ini. Pihak kepolisian tidak akan berhenti sebelum seluruh jaringan narkoba berhasil dibongkar. Ini menunjukkan keseriusan dalam memerangi kejahatan narkotika.
Penyelidikan mendalam akan terus dilakukan untuk mengungkap motif dan jaringan yang lebih luas. Kerja sama antarlembaga juga mungkin diperlukan untuk menuntaskan kasus ini. Masyarakat diharapkan dapat memberikan informasi jika mengetahui adanya praktik peredaran narkoba di lingkungan mereka.
Advertisement
Sumber: AntaraNews