Teheran, Iran – Kementerian Warisan Budaya dan Pariwisata Iran mengungkapkan data mengejutkan mengenai kerusakan parah yang menimpa situs-situs bersejarah di negara tersebut. Lebih dari 100 situs warisan budaya dilaporkan hancur akibat agresi militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Menurut laporan kementerian, jumlah situs bersejarah dan budaya yang terdampak serangan di berbagai wilayah Iran telah mencapai 108. Angka ini mencerminkan kerugian besar terhadap warisan peradaban yang tak ternilai.
Peristiwa ini bermula pada 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel memulai serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Agresi tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga menimbulkan korban sipil dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Advertisement
Advertisement
Dampak Kerusakan pada Situs Bersejarah Iran
Kementerian Warisan Budaya dan Pariwisata Iran, seperti dikutip kantor berita Tasnim, merinci bahwa total 108 situs bersejarah dan budaya telah mengalami kerusakan signifikan. Dari jumlah tersebut, 60 situs terletak di Teheran, pusat kebudayaan dan politik Iran.
Selain Teheran, kota Isfahan juga menderita kerugian besar dengan 19 situs bersejarah yang rusak. Provinsi Kurdistan di barat laut Iran melaporkan 12 situsnya hancur akibat serangan tersebut.
Beberapa situs penting yang dilaporkan rusak termasuk Istana Golestan di Teheran, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO peninggalan Dinasti Qajar, di mana kaca patri dan hiasan dinding cerminnya hancur. Istana Chehel Sotoun di Isfahan, yang ikonik dengan 20 pilar kayunya, juga mengalami kerusakan struktural. Masjid Jameh, masjid tertua di Iran yang merekam sejarah arsitektur selama 1.000 tahun, serta Lembah Khorramabad yang menyimpan bukti hunian manusia sejak 63.000 SM, juga termasuk di antara situs yang terdampak.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Agresi Militer dan Balasan Iran
Serangan militer yang menimbulkan kerusakan pada situs bersejarah Iran ini dimulai pada 28 Februari. Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer bersama yang menargetkan berbagai lokasi di Iran, termasuk Teheran.
Agresi tersebut tidak hanya menghancurkan berbagai target, tetapi juga menyebabkan jatuhnya korban sipil. Salah satu dampak paling signifikan adalah tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang dikonfirmasi oleh media Iran pada awal Maret 2026.
Menanggapi agresi militer ini, Iran kemudian melakukan balasan. Pasukan Iran melancarkan serangan terhadap wilayah Israel serta menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Eskalasi konflik ini memperburuk ketegangan di kawasan tersebut.
Advertisement
Advertisement
Implikasi Global Terhadap Warisan Budaya
Kerusakan pada 108 Situs Bersejarah Iran ini menimbulkan kekhawatiran serius di tingkat internasional. Warisan budaya yang hancur merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah dan identitas peradaban manusia.
Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) telah mengonfirmasi bahwa mereka telah memverifikasi kerusakan pada situs bersejarah di Iran. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengkritik respons UNESCO, menyatakan bahwa keheningan mereka tidak dapat diterima mengingat pentingnya situs-situs tersebut.
Upaya penyelamatan artefak telah dilakukan. Direktur Kompleks Warisan Dunia Istana Golestan, Afarin Emami, menyatakan bahwa sebagian besar koleksi museum dan artefak berharga telah dievakuasi ke lokasi penyimpanan aman beberapa pekan sebelum eskalasi konflik memuncak.
Advertisement
Sumber: AntaraNews