Seskab Teddy Ungkap Mitigasi Fiskal di Tengah Gejolak Global

Seskab Teddy menyatakan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi di tingkat global.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Seskab Teddy Ungkap Mitigasi Fiskal di Tengah Gejolak Global
Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya mengikuti Rapat Koordinasi Efisiensi dan Optimalisasi Anggaran di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta. (Sekretaris Kabin (© 2026 Liputan6.com)

Letkol Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet (Seskab), menghadiri Rapat Koordinasi mengenai Efisiensi dan Optimalisasi Anggaran di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang berlangsung di Jakarta pada hari Senin, 16 Maret 2026. Rapat ini bertujuan untuk membahas penyesuaian anggaran belanja pemerintah yang diperlukan.

"Dalam rapat tersebut, didiskusikan beberapa perencanaan yang akan diambil Pemerintah serta rencana penyesuaian kembali anggaran pada belanja kementerian lembaga yang ada," kata dia.

Seperti, lanjut dia via Instagram Sekretariat Kabinet, pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi global yang dapat mempengaruhi keputusan anggaran.

Dirinya menekankan bahwa keputusan mengenai kebijakan fiskal akan diambil setelah mempertimbangkan kondisi global terkini.

"Pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi global secara dinamis sebelum mengambil keputusan kebijakan fiskal yang lebih jauh," jelasnya.

Rapat ini dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting lainnya.

Di antara yang hadir dalam rapat tersebut adalah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, serta Menteri Investasi dan Kepala Badan Pengelola Danantara Rosan Roeslani, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Rachmat Pambudy.

Kehadiran para menteri ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk melakukan evaluasi dan perencanaan yang matang dalam pengelolaan anggaran negara.

Pakistan Hadapi Krisis Cukup Berat

Seskab Teddy: Pemerintah Pantau Situasi Global Sebelum Ambil Kebijakan Fiskal
Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya mengikuti Rapat Koordinasi Efisiensi dan Optimalisasi Anggaran di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta. (Sekretaris Kabin © 2026 Liputan6.com

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan bahwa banyak negara telah mengambil langkah-langkah penghematan untuk menghadapi meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Ia memberikan contoh tindakan penghematan anggaran dan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang diterapkan oleh Pakistan.

"Kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif, dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman, ya kita bersyukur kita aman, tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita," jelas Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Menurut Prabowo, Pakistan telah menganggap situasi di Timur Tengah sebagai keadaan kritis atau 'critical measures' seperti yang terjadi pada Covid-19.

Salah satu langkah yang diambil adalah menerapkan kebijakan 50 persen work from home (WFH) untuk semua instansi pemerintah dan swasta, serta mengurangi jumlah hari kerja menjadi empat hari.

Di samping itu, Pakistan juga memotong gaji anggota DPR sebesar 25 persen, bahkan anggota kabinetnya tidak menerima gaji.

"Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR, dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau kelompok yang paling lemah," tutur Prabowo.

Lebih lanjut, pemerintah Pakistan juga memangkas 50 persen penggunaan BBM untuk semua kementerian dan lembaga. Mereka mewajibkan 60 persen kendaraan pemerintah untuk tidak digunakan pada setiap waktu.

"Kemudian mereka menghentikan semua belanja AC, belanja kendaraan, belanja mebel dari semua lembaga pemerintahan untuk waktu yang tidak ditentukan," ungkapnya.

Langkah Drastis Dilakukan Pakistan

Pemerintah Pakistan telah mengambil langkah-langkah drastis dengan menghentikan semua rencana kunjungan ke luar negeri dan mengurangi anggaran untuk acara-acara pesta.

Selain itu, kegiatan pembelajaran untuk pendidikan tinggi kini dilakukan secara daring, dan sekolah-sekolah di Pakistan ditutup selama dua minggu menjelang Lebaran.

Prabowo menilai bahwa langkah-langkah penghematan yang diterapkan oleh pemerintah Pakistan bisa menjadi contoh bagi Indonesia dalam menghadapi situasi yang semakin memanas di Timur Tengah.

Ia juga meminta kepada para menterinya untuk meneliti berbagai opsi penghematan yang mungkin dapat diterapkan.

"Ini hanya contoh ya, ini contoh. Maksud saya ini ada berapa hari saya kira kita bisa mengkaji masalah ini ya kan. Saya kira kita juga harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan," jelas Prabowo.

Ia percaya bahwa dalam dua hingga tiga tahun ke depan, Indonesia akan menjadi negara yang lebih kuat, namun tetap harus menjaga konsumsi agar tidak mengalami defisit yang lebih besar.

"Saya percaya dua tiga tahun kita akan sangat kuat, tapi tetap kita harus hemat konsumsi. Dengan demikian kita berharap kita akan selalu menjaga bahwa kita defisit kita tidak tambah. Bahkan cita-cita kita adalah kalau bisa kita tidak punya defisit," sambung dia.

Rekomendasi