BNPB Genjot Percepatan Penyelesaian Huntara Aceh Tamiang Jelang Idul Fitri

BNPB fokus percepatan penyelesaian 2.418 unit hunian sementara (huntara) bagi penyintas bencana di Aceh Tamiang, ditargetkan rampung pekan kedua Maret 2026 agar warga dapat menempati hunian layak jelang Idul Fitri.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BNPB Genjot Percepatan Penyelesaian Huntara Aceh Tamiang Jelang Idul Fitri
BNPB fokus percepatan penyelesaian 2.418 unit hunian sementara (huntara) bagi penyintas bencana di Aceh Tamiang, ditargetkan rampung pekan kedua Maret 2026 agar warga dapat menempati hunian layak jelang Idul Fitri. (AntaraNews)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat ini memfokuskan upaya percepatan penyelesaian sisa 2.418 unit hunian sementara (huntara) dari total kebutuhan 4.189 unit. Huntara ini diperuntukkan bagi penyintas bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa percepatan pembangunan huntara dilakukan melalui kolaborasi intensif antara pemerintah dan berbagai lembaga kemanusiaan. Langkah ini diambil untuk memastikan para penyintas segera mendapatkan tempat tinggal yang layak.

Dengan akselerasi tersebut, BNPB optimistis seluruh penyintas dapat menempati hunian sementara yang lebih layak menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Pembangunan huntara diproyeksikan rampung sepenuhnya pada pekan kedua Maret 2026, memberikan harapan baru bagi warga terdampak.

Kolaborasi Multi Pihak Percepat Pembangunan Huntara

Proses pembangunan hunian sementara di Aceh Tamiang melibatkan kolaborasi erat antara berbagai pihak. BNPB bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) serta kementerian koordinator terkait untuk memastikan kelancaran proyek ini. Selain itu, sejumlah mitra kemanusiaan turut berkontribusi aktif.

Lembaga-lembaga seperti Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, MER-C, Relief Box, Dedikasi Foundation, dan Global Peace Chain Indonesia, secara sinergis terus mempercepat proses pembangunan. Keterlibatan berbagai pihak ini menunjukkan komitmen bersama dalam penanganan pascabencana.

Abdul Muhari menjelaskan bahwa pembangunan huntara saat ini telah memasuki tahap penyelesaian akhir. Target rampung pada pekan kedua Maret 2026 menjadi prioritas utama demi kesejahteraan penyintas. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan dalam menyediakan tempat tinggal yang aman dan nyaman.

Pembongkaran Tenda Darurat dan Penataan Kawasan

Seiring dengan mulai berpindahnya warga ke bangunan huntara yang telah selesai, personel TNI secara bertahap melakukan pembongkaran tenda-tenda darurat. Tenda-tenda ini sebelumnya digunakan sebagai tempat pengungsian bagi warga terdampak bencana. Pembongkaran ini merupakan bagian dari upaya penataan kembali kawasan pengungsian.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi area pengungsian setelah warga menempati hunian yang lebih permanen. Abdul Muhari melaporkan bahwa aktivitas pembongkaran telah berlangsung sejak Minggu (8/3) di sejumlah titik penting. Area tersebut antara lain di kawasan Kantor DPRK, Kampung Karang Bundar, serta Desa Durian dan Desa Benua.

Di Kecamatan Karang Baru, dari 142 unit huntara yang telah selesai dibangun, sebanyak 129 unit di antaranya sudah mulai ditempati oleh warga. Hal ini menunjukkan progres signifikan dalam relokasi penyintas. Proses pembongkaran tenda darurat berjalan paralel dengan penempatan warga di huntara, menciptakan lingkungan yang lebih teratur.

Pemenuhan Kebutuhan Dasar dan Ketahanan Pangan

Selain penyediaan tempat tinggal, pemerintah juga memastikan pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas selama masa transisi ini. Setiap unit huntara dilengkapi dengan perlengkapan dasar yang memadai untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Fasilitas tersebut meliputi kasur, kompor beserta tabung gas, peralatan tidur, hingga kipas angin.

Penyediaan perlengkapan ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan mengurangi beban para penyintas setelah kehilangan tempat tinggal. Lebih lanjut, bantuan paket sembako juga disalurkan untuk menjamin ketahanan pangan warga. Paket sembako ini diperuntukkan bagi kebutuhan sekitar 24 hari ke depan.

Bantuan sembako ini sangat penting guna menjamin ketahanan pangan warga selama masa pemulihan pascabencana, sekaligus menjelang dan selama perayaan Lebaran Idul Fitri. Upaya komprehensif ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap seluruh aspek kehidupan penyintas, tidak hanya hunian tetapi juga kebutuhan pokok lainnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi