Pemkot Kediri Gencarkan Gerakan Literasi Mushaf Al Quran, Bentengi Pelajar dari Tantangan Era Digital

Pemerintah Kota Kediri meluncurkan Gerakan Literasi Mushaf Al Quran untuk pelajar, bertujuan menanamkan nilai-nilai Al Quran sebagai benteng di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan informasi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Kediri Gencarkan Gerakan Literasi Mushaf Al Quran, Bentengi Pelajar dari Tantangan Era Digital
Pemerintah Kota Kediri meluncurkan Gerakan Literasi Mushaf Al Quran yang menyasar pelajar untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai suci, membentengi mereka di era digital. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, secara resmi meluncurkan inisiatif penting bernama Gerakan Literasi Mushaf Al Quran pada Senin, 9 Maret. Program ini menyasar para pelajar di berbagai tingkatan, dimulai dari kegiatan di SMPN 2 Kota Kediri.

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan upaya kolektif untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kitab suci Al Quran. Tujuannya adalah agar mereka tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memahami serta mengaplikasikan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

Inisiatif strategis ini dirancang untuk membekali para pelajar dengan pemahaman mendalam. Hal ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital yang serba cepat dan penuh informasi.

Pentingnya Pemahaman Al Quran di Era Digital

Wali Kota Vinanda Prameswati menekankan bahwa Gerakan Literasi Mushaf Al Quran lebih dari sekadar kemampuan membaca dan menulis. Generasi muda diharapkan mampu menyelami makna mendalam dari setiap ayat.

Pemahaman ini krusial agar nilai-nilai Al Quran dapat terinternalisasi dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memegang teguh ajaran tersebut, pelajar akan memiliki pegangan kuat dalam menghadapi masa depan.

"Hal ini sangat penting, karena adik-adik hidup di zaman teknologi dan informasi yang berkembang cepat. Tentu ini harus dibentengi dengan nilai-nilai Al Quran. Kalau tidak ini sangat bahaya," ujar Mbak Wali, sapaan akrabnya.

Beliau juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada para guru dan panitia yang telah menginisiasi kegiatan literasi ini. Dukungan penuh diberikan untuk keberlanjutan program yang bermanfaat ini.

Partisipasi Luas Pelajar dalam Gerakan Literasi

Ketua Panitia Gerakan Literasi Mushaf Al Quran Kota Kediri, Handoko, menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kerja keras guru-guru agama se-Kota Kediri. Kegiatan serupa juga telah sukses diselenggarakan pada tahun sebelumnya.

Tujuan utama dari gerakan ini adalah membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia. Partisipasi pelajar sangat antusias dan mencakup berbagai jenjang pendidikan di Kota Kediri.

Peserta kegiatan ini meliputi 604 siswa-siswi SD, baik negeri maupun swasta, serta 604 siswa-siswi SMP. Selain itu, seluruh 1.039 siswa-siswi beragama Islam di SMPN 2 Kota Kediri turut serta dalam acara pembukaan.

Kehadiran berbagai pejabat penting juga turut memeriahkan acara ini. Mereka termasuk Wakil Wali Kota Kediri K.H. Qowimuddin Thoha, Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkot Kediri Samsul Bahri, dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono.

Kepala Kantor Kemenag Kediri, A.Zamroni, juga terlihat hadir, menunjukkan dukungan lintas sektoral terhadap inisiatif ini. Kehadiran mereka menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap pendidikan karakter berbasis agama.

Harapan dan Motivasi untuk Generasi Muda

Wali Kota Vinanda Prameswati berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat besar dan menjadi motivasi berkelanjutan bagi generasi muda. Tujuannya adalah untuk senantiasa mencintai dan mendalami Al Quran.

"Dengan kegiatan ini adik-adik mampu membaca Al Quran dan memahami makna dari ayat yang dibaca," harapnya. Ia juga mendorong para pelajar untuk lebih bersemangat dalam membaca dan memahami isi kandungan Al Quran.

Beliau mengingatkan pentingnya meluangkan waktu untuk membaca Al Quran di tengah kesibukan. Terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah, momen ini menjadi sangat relevan untuk memperbanyak ibadah.

Gerakan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial. Namun, dapat terus menginspirasi pelajar untuk menjadikan Al Quran sebagai pedoman hidup.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi