Penyintas Banjir Nagan Raya: Ratusan KK Mulai Tempati Hunian Sementara

Ratusan Kepala Keluarga (KK) penyintas banjir di Nagan Raya, Aceh, kini telah menempati hunian sementara (huntara). Simak detail upaya pemerintah dalam penanganan Penyintas Banjir Nagan Raya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Penyintas Banjir Nagan Raya: Ratusan KK Mulai Tempati Hunian Sementara
Ratusan Kepala Keluarga (KK) penyintas banjir di Nagan Raya, Aceh, kini telah menempati hunian sementara (huntara). Simak detail upaya pemerintah dalam penanganan Penyintas Banjir Nagan Raya. (AntaraNews)

Bencana banjir bandang yang melanda Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, telah menyebabkan ratusan kepala keluarga mengungsi. Kini, sebagian dari para penyintas banjir Nagan Raya telah mulai menempati hunian sementara yang disediakan. Proses relokasi ini menjadi langkah penting dalam pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya melaporkan bahwa 268 Kepala Keluarga (KK) dari total 647 KK penyintas kini telah berada di huntara. Hunian ini mencakup pembangunan oleh pemerintah serta inisiatif mandiri dari masyarakat terdampak. Keberadaan huntara memberikan harapan baru bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Sementara itu, 379 KK penyintas lainnya masih harus bertahan di tenda pengungsian yang difasilitasi oleh BNPB atau menumpang di rumah kerabat. Pembangunan huntara bagi mereka terus dikebut oleh BNPB melalui berbagai vendor. Pemerintah berupaya memastikan semua warga terdampak mendapatkan tempat tinggal yang layak secepatnya.

Progres Penempatan Hunian Sementara bagi Penyintas Banjir Nagan Raya

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nagan Raya, Irfanda Rinaldi, menjelaskan bahwa dari 647 KK yang terdampak banjir bandang, 268 KK telah berhasil menempati hunian sementara. Penempatan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Huntara ini dibangun melalui dua skema utama untuk mempercepat proses relokasi.

Skema pertama adalah pembangunan huntara vendor, yang berbentuk barak terpusat, menyediakan tempat tinggal kolektif bagi sejumlah keluarga. Skema kedua adalah huntara mandiri, di mana warga membangun hunian di lahan milik mereka sendiri dengan dukungan pemerintah. Kedua pendekatan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal para penyintas banjir Nagan Raya.

Irfanda Rinaldi menegaskan bahwa pembangunan hunian sementara ini akan terus berlanjut hingga semua masyarakat yang mengungsi dapat menempati tempat tinggal yang layak. Pemerintah Kabupaten Nagan Raya bersama BNPB berkomitmen penuh dalam penanganan pascabencana ini. Mereka memastikan bahwa tidak ada penyintas yang terlantar dan semua mendapatkan fasilitas yang memadai.

Dukungan Logistik dan Kehadiran Pemerintah untuk Korban Banjir Nagan Raya

Meskipun sebagian besar penyintas telah menempati huntara, masih ada 379 KK yang menunggu selesainya pembangunan hunian mereka. Mereka saat ini masih berada di tenda pengungsian atau menumpang di rumah kerabat. Situasi ini menunjukkan tantangan yang masih harus dihadapi dalam proses pemulihan pascabencana.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya terus aktif memasok kebutuhan dasar bagi para penyintas di lokasi pengungsian. Pasokan ini meliputi makanan, air bersih, dan kebutuhan pokok lainnya. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa kebutuhan sehari-hari warga tetap terpenuhi selama masa transisi.

Irfanda Rinaldi menyatakan, “Dari total 647 kepala keluarga masyarakat yang mengungsi, sebanyak 268 kepala keluarga telah menempati huntara yang telah dibangun pemerintah, termasuk huntara yang dibangun secara mandiri oleh masyarakat.” Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Kehadiran ini adalah bukti nyata dukungan berkelanjutan bagi seluruh penyintas banjir Nagan Raya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi