Pencarian Korban Banjir Bandang Buleleng: Basarnas Temukan Satu Meninggal, Tiga Masih Hilang

Basarnas Bali melanjutkan Pencarian Korban Banjir Buleleng pasca banjir bandang di Desa Banjar, Buleleng, setelah satu korban ditemukan meninggal dunia dan tiga lainnya masih hilang.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pencarian Korban Banjir Bandang Buleleng: Basarnas Temukan Satu Meninggal, Tiga Masih Hilang
Basarnas Bali melanjutkan Pencarian Korban Banjir Buleleng pasca banjir bandang di Desa Banjar, Buleleng, setelah satu korban ditemukan meninggal dunia dan tiga lainnya masih hilang. (AntaraNews)

Kantor Basarnas Bali telah memulai operasi pencarian intensif untuk korban banjir bandang di Desa Banjar, Buleleng. Bencana alam ini terjadi akibat cuaca ekstrem pada Jumat sore, menyapu permukiman warga.

Empat warga dilaporkan menjadi korban dalam insiden nahas tersebut. Satu di antaranya telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh warga setempat, sementara tiga lainnya masih dalam pencarian.

Laporan awal diterima Basarnas Bali pada Jumat (6/3) pukul 22.10 Wita dari Camat Banjar. Informasi tersebut mengindikasikan luapan sungai yang menyebabkan banjir bandang di Dusun Santal dan Ambengan.

Kronologi dan Identifikasi Korban

Hujan deras ekstrem yang melanda Kabupaten Buleleng pada Jumat sore memicu banjir bandang, menerjang Dusun Santal dan Ambengan, Desa Banjar. Bencana ini menyebabkan kerusakan parah dan hilangnya beberapa warga.

Setelah menerima laporan, tujuh personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng segera diberangkatkan ke lokasi kejadian. Tim gabungan berkoordinasi dengan Camat dan unsur SAR lainnya untuk memulai operasi.

Korban meninggal dunia yang ditemukan adalah Dewa Ketut Adi Suarjana (55) dari Dusun Santal. Saksi mata menyebutkan bahwa Suarjana berusaha menyelamatkan mobilnya, namun tiba-tiba diterjang banjir bandang.

Suarjana sempat berpegangan pada pohon kopi, namun nahas, ia dihantam pohon besar yang terseret arus. Jenazahnya ditemukan sekitar pukul 23.00 Wita setelah air surut dan kemudian dibawa ke RSU Pratama Tanguwisia.

Upaya Pencarian Tiga Korban Hilang

Tiga korban lainnya dari Dusun Ambengan, Desa Banjar, masih dinyatakan hilang setelah rumah mereka jebol diterjang luapan Sungai Mendaum. Pencarian Korban Banjir Buleleng ini menjadi prioritas utama tim.

Identitas ketiga korban hilang meliputi Komang Suci (44) beserta kedua anaknya, Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12). Kondisi gelap dan jarak pandang terbatas menjadi kendala utama pencarian pada malam hari.

Koordinator Basarnas Buleleng, Kadek Donny Indrawan, menyatakan bahwa pencarian pada malam hari tidak efektif karena keterbatasan tersebut. Tim SAR gabungan akhirnya kembali ke kesatuan masing-masing pada pukul 00.20 Wita.

Pencarian Korban Banjir Buleleng kembali dilanjutkan pada pagi harinya oleh Basarnas Bali dan tim SAR gabungan. Area penyisiran difokuskan di sekitar rumah korban dan meluas hingga muara serta sepanjang bibir pantai.

Adapun unsur tim SAR gabungan yang terlibat dalam Pencarian Korban Banjir Buleleng sejak semalam antara lain:

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi