LPTNU Jatim Dorong Intelektual NU Kembangkan Dakwah Berbasis Riset

Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) PWNU Jawa Timur menyerukan kepada intelektual NU untuk mengembangkan dakwah berbasis riset, guna menghadapi kebenaran yang hanya viral di era digital.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
LPTNU Jatim Dorong Intelektual NU Kembangkan Dakwah Berbasis Riset
Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) PWNU Jawa Timur menyerukan kepada intelektual NU untuk mengembangkan dakwah berbasis riset, guna menghadapi kebenaran yang hanya viral di era digital. (AntaraNews)

Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur meminta para intelektual NU untuk lebih giat mengembangkan dakwah Islam yang berbasis riset. Seruan ini muncul sebagai respons terhadap fenomena di era digital, di mana kebenaran seringkali hanya didasarkan pada viralitas semata dan belum tentu akurat.

Wakil Ketua LPTNU PWNU Jatim, Prof. Dr. Abdul Malik Karim Amrullah, menyoroti bahwa selama ini LPTNU masih kurang dalam mengadopsi hal-hal baru yang lebih baik (akhdzu bil jadidil aslah). Ia menambahkan, LPTNU cenderung masih memelihara tradisi lama yang baik (muhafadzatu 'alal qadimis shalih).

Oleh karena itu, Prof. Abdul Malik menekankan pentingnya bagi intelektual NU untuk mengangkat dakwah melalui produk intelektual berbasis riset. Hal ini diharapkan dapat menjadi branding global bagi Nahdlatul Ulama di tengah perkembangan zaman.

Pentingnya Dakwah Berbasis Riset di Era Digital

Prof. Abdul Malik Karim Amrullah menjelaskan bahwa sejak awal berdirinya, Nahdlatul Ulama telah menunjukkan respons global melalui Komite Hijaz yang dipelopori KH Wahab Chasbullah dan H Hasan Gipo. Namun, ia menyayangkan belum adanya branding NU yang mendunia saat ini.

Menurutnya, riset yang dilakukan LPTNU sudah seharusnya menjadi bahan utama untuk dimunculkan ke kancah global melalui media, bukan lagi hanya sebatas jurnal. Ini mengingat era digital yang sangat mengedepankan kecepatan informasi dan jangkauan luas.

Pengembangan dakwah berbasis riset ini menjadi krusial untuk menyajikan kebenaran yang teruji secara ilmiah. Hal ini juga dapat membendung arus informasi yang tidak akurat dan hanya mengandalkan viralitas, sehingga masyarakat mendapatkan pemahaman Islam yang lebih mendalam dan valid.

Contoh Nyata Riset Islam dan Manfaatnya

Dr. Nur Husnul Yusmiati, salah satu pengurus LPTNU PWNU Jatim, memaparkan hasil riset menarik mengenai ajaran Islam. Ia mencontohkan penelitian tentang penyembelihan hewan dengan mengucapkan 'bismillah'. Riset ini menunjukkan bahwa hewan yang disembelih dengan cara tersebut menjadi lebih ramah, yang pada gilirannya berdampak positif pada kualitas daging yang dihasilkan.

Selain itu, Dr. Nur Husnul juga menyoroti riset tentang puasa yang menunjukkan fenomena Autofagi. Proses ini merupakan daur ulang mandiri dalam sel-sel otak untuk membuang bagian yang rusak dan membersihkan sampah metabolisme. Dengan demikian, puasa justru membantu otak melakukan pembersihan besar-besaran, menjadikannya lebih segar dan sehat.

Hasil-hasil riset yang dicontohkan oleh Dr. Nur Husnul ini dinilai oleh Prof. Abdul Malik Karim Amrullah sebagai model yang perlu dikembangkan oleh LPTNU. Ia mengaitkan hal ini dengan perguruan tinggi pertama di dunia Islam yang berdiri di Maroko, yang juga berbasis masjid atau spiritual, menunjukkan pentingnya integrasi ilmu dan spiritualitas.

Dorongan Pengembangan Potensi dan Riset di PTNU

Sekretaris LPTNU PWNU Jatim, Dr. Winarto Eka Wahyudi, turut memberikan dorongan kuat terhadap pengembangan ini. Ia menyebutkan bahwa di Jawa Timur terdapat 119 Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) yang tersebar di semua cabang.

Menurutnya, potensi dan riset yang ada di PTNU perlu terus dikembangkan agar NU dapat terus berkembang pesat memasuki Abad Kedua. Ia mengingatkan agar NU tidak mengalami kemunduran setelah para pendiri berhasil membawa NU melewati Abad Pertama, terutama di era kecerdasan buatan (AI) yang lebih mengutamakan algoritma daripada proses.

Pengembangan riset ini diharapkan dapat memperkuat peran PTNU sebagai pusat keunggulan ilmiah dan keagamaan. Dengan demikian, NU dapat terus relevan dan memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan umat dan bangsa di masa depan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi