Bandarlampung dilanda hujan deras yang mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah pada Jumat malam. Peristiwa ini menyebabkan satu orang anak dilaporkan hanyut terbawa arus air di Kecamatan Rajabasa. Tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur hingga kini masih terus melakukan operasi pencarian.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung, Idham Basyar, menegaskan bahwa tim gabungan tidak menghentikan penyisiran. Upaya pencarian korban hanyut Bandarlampung ini melibatkan Basarnas, BPBD, Polri, TNI, serta elemen masyarakat. Fokus utama pencarian saat ini berada di lokasi kejadian di Kecamatan Rajabasa.
Banjir yang melanda Bandarlampung tidak hanya menyebabkan insiden hanyut, tetapi juga menggenangi jalan utama dan pemukiman. Sejumlah kecamatan lain seperti Labuhan Ratu, Way Halim, Sukabumi, Sukarame, dan Kedamaian turut terdampak. BPBD juga aktif mengevakuasi warga dan membersihkan area yang tergenang.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Hujan Deras dan Dampak Banjir di Bandarlampung
Kota Bandarlampung diguyur hujan deras sejak siang hingga sore hari pada Jumat, 6 Maret 2026, yang berlangsung selama kurang lebih dua jam. Intensitas hujan yang tinggi ini menyebabkan meluapnya air sungai dan drainase, sehingga mengakibatkan banjir di berbagai titik. Jalan-jalan utama kota dan area pemukiman warga tergenang air, mengganggu aktivitas masyarakat.
Dampak paling serius dari hujan deras ini adalah laporan satu orang anak yang hanyut terbawa arus air di Kecamatan Rajabasa. Insiden ini segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang dengan mengerahkan tim pencari. Kondisi cuaca ekstrem ini menyoroti kerentanan kota terhadap banjir, terutama di musim penghujan.
Selain Kecamatan Rajabasa, beberapa wilayah lain juga merasakan dampak banjir yang signifikan. Kecamatan Labuhan Ratu, Way Halim, Sukabumi, Sukarame, dan Kedamaian dilaporkan tergenang. BPBD Kota Bandarlampung mencatat ada 37 titik banjir dan dampak cuaca ekstrem di sejumlah wilayah akibat hujan deras ini.
Advertisement
Advertisement
Upaya Pencarian Korban Hanyut dan Penanganan Bencana
Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, Polri, TNI, dan elemen masyarakat lainnya, segera bergerak untuk melakukan pencarian korban hanyut Bandarlampung. Kepala Pelaksana BPBD Bandarlampung, Idham Basyar, menyatakan bahwa penyisiran terus dilakukan untuk menemukan korban yang hilang. Fokus pencarian berada di Kecamatan Rajabasa, tempat anak tersebut dilaporkan terbawa arus.
Idham Basyar juga menanggapi adanya laporan mengenai penemuan korban meninggal dunia tanpa identitas di Kedamaian. Pihaknya akan melakukan pengecekan lebih lanjut untuk memverifikasi informasi tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa insiden anak hanyut di Rajabasa adalah informasi yang sudah pasti dan menjadi prioritas utama.
Selain operasi pencarian, tim BPBD juga aktif dalam penanganan pasca-banjir. Mereka melakukan pembersihan di area-area terdampak dan mengevakuasi warga yang membutuhkan bantuan. Upaya ini merupakan bagian dari respons cepat pemerintah daerah dalam menghadapi bencana alam guna meminimalisir dampak lebih lanjut bagi masyarakat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews