Kepolisian Resor (Polres) Cimahi, Jawa Barat, telah mengambil langkah proaktif dengan memetakan sejumlah titik rawan kemacetan. Pemetaan ini dilakukan menjelang arus mudik Lebaran tahun ini sebagai upaya antisipasi lonjakan kendaraan. Langkah ini penting untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan kenyamanan para pemudik.
Kapolres Cimahi AKBP Niko Nurullah Adi Putra menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas. Skema ini mencakup penerapan sistem one way sepenggal di wilayah perbatasan Lembang. Persiapan matang ini diharapkan dapat meminimalisir potensi kepadatan yang sering terjadi.
Lonjakan arus mudik diperkirakan akan mulai terasa sejak 11 hingga 12 hari sebelum Lebaran. Hal ini seiring dengan adanya libur panjang dan libur sekolah yang berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat secara signifikan. Oleh karena itu, strategi penanganan lalu lintas telah dirancang jauh-jauh hari.
Advertisement
Advertisement
Fokus Penanganan Jalur Wisata Lembang
Jalur menuju Lembang menjadi salah satu prioritas utama dalam pemetaan titik rawan kemacetan oleh Polres Cimahi. Lembang selalu menjadi destinasi favorit masyarakat setelah bersilaturahmi dengan keluarga saat Lebaran. Potensi kepadatan kendaraan di jalur ini diperkirakan akan sangat tinggi setiap tahunnya.
AKBP Niko menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan pola pengaturan arus khusus untuk area ini. Salah satu skema yang akan diterapkan adalah sistem one way sepenggal. Sistem ini akan diberlakukan dari batas Lembang untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan yang menuju atau keluar dari kawasan wisata tersebut.
"Lembang setiap tahun menjadi magnet wisata setelah Lebaran," ujar Niko. "Karena itu, kami antisipasi betul potensi kepadatan di jalur tersebut." Pengaturan ini diharapkan dapat mengurai antrean panjang kendaraan.
Advertisement
Petugas akan disiagakan di sepanjang jalur ini untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time. Mereka siap melakukan penyesuaian rekayasa lalu lintas sesuai kebutuhan di lapangan. Tujuannya adalah memastikan arus kendaraan tetap bergerak lancar.
Advertisement
Pengamanan Titik Rawan Lain dan Pos Terpadu
Selain jalur Lembang, pertigaan Cimareme juga dipetakan sebagai salah satu titik rawan kemacetan yang memerlukan perhatian khusus. Di lokasi ini, Polres Cimahi akan menambah personel. Penambahan ini bertujuan untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas yang sering terjadi di persimpangan tersebut.
Titik rawan lainnya yang menjadi fokus adalah Tagog Apu, yang juga akan mendapatkan penempatan personel tambahan. "Di titik-titik rawan seperti Cimareme dan Tagog Apu, kami siagakan personel," tambah AKBP Niko. Personel ini bertugas melakukan pengaturan dan rekayasa arus sesuai kondisi di lapangan.
Dalam Operasi Ketupat tahun ini, Polres Cimahi juga akan mendirikan 11 pos pengamanan. Dua posko terpadu juga akan didirikan di titik-titik strategis. Posko-posko ini akan berfungsi sebagai pusat koordinasi dan pelayanan bagi masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran.
Advertisement
Keberadaan pos pengamanan dan posko terpadu ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik. Selain itu, posko juga berfungsi untuk memantau dan merespons cepat setiap insiden atau kendala lalu lintas. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Polres Cimahi.
Sumber: AntaraNews