Tim SAR gabungan sigap melakukan evakuasi terhadap warga yang masih terjebak banjir di Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Jumat sore, 6 Maret 2026, menyebabkan genangan air yang tinggi dan melumpuhkan aktivitas.
Upaya penyelamatan ini melibatkan berbagai instansi terkait, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lampung Selatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Mereka berkoordinasi intensif untuk memastikan seluruh korban dapat dievakuasi dengan aman dan mendapatkan bantuan yang diperlukan.
Kepala Bidang Damkar Dinas Damkarmat Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, menyatakan bahwa proses evakuasi masih berlangsung hingga saat ini. Fokus utama adalah menjangkau warga di area terdampak parah yang terisolasi oleh genangan air, sekaligus mendata kebutuhan mendesak para pengungsi.
Advertisement
Advertisement
Upaya Evakuasi dan Koordinasi Tim Gabungan
Petugas gabungan dari berbagai lembaga terus bekerja tanpa henti untuk menjangkau warga yang membutuhkan pertolongan. Mereka menggunakan perahu karet dan peralatan lainnya untuk menembus genangan air yang tinggi, yang di beberapa titik mencapai dua meter. Prioritas utama adalah keselamatan warga, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
Koordinasi yang kuat antarinstansi menjadi kunci dalam penanganan bencana banjir ini. BPBD dan Basarnas berperan aktif dalam pencarian dan penyelamatan korban, termasuk penyediaan logistik darurat. Sementara itu, Dinas Damkarmat Lampung Selatan juga mengerahkan personel dan perlengkapan untuk membantu proses evakuasi dan penanganan pasca-banjir.
Rully Fikriansyah menegaskan pentingnya kerja sama tim dalam menghadapi situasi darurat seperti ini, seraya mengapresiasi dedikasi para petugas di lapangan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti arahan petugas, dan segera melapor jika ada warga yang masih terjebak atau memerlukan bantuan mendesak. Kesiapsiagaan menjadi faktor krusial dalam mitigasi risiko bencana di masa mendatang.
Advertisement
Advertisement
Dampak Banjir dan Peringatan Dini untuk Warga
Banjir Lampung Selatan kali ini dilaporkan berdampak pada lima desa di Kecamatan Jati Agung, menyebabkan gangguan serius pada kehidupan sehari-hari masyarakat. Ketinggian air di beberapa lokasi bahkan mencapai hingga dua meter, membuat akses jalan terputus dan banyak rumah terendam. Kondisi ini memaksa sejumlah besar warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Lima desa yang terdampak parah meliputi Desa Banjar Baru, Gedung Harapan, Karang Anyar, Way Hui, dan Jatimulyo. Infrastruktur dasar seperti jalan dan fasilitas umum juga mengalami kerusakan akibat terjangan air bah. Pemerintah daerah sedang melakukan pendataan komprehensif untuk menilai kerugian dan merencanakan langkah pemulihan.
Mengingat daerah tersebut masih sering diguyur hujan, warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Petugas terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi debit air di sungai-sungai sekitar. Masyarakat diminta untuk mempersiapkan diri dan memiliki rencana evakuasi jika situasi memburuk.
Advertisement
Berdasarkan laporan sementara, lima desa di Kecamatan Jati Agung yang terdampak banjir meliputi:
- Desa Banjar Baru
- Desa Gedung Harapan
- Desa Karang Anyar
- Desa Way Hui
- Desa Jatimulyo
Sumber: AntaraNews
Advertisement