Anggota Komisi XII DPR RI, Sigit Karyawan Yunianto, secara tegas meminta PT PLN (Persero) untuk menjaga keandalan pasokan kelistrikan selama bulan suci Ramadhan 2026 hingga Hari Raya Idul Fitri mendatang. Permintaan ini disampaikan untuk memastikan seluruh umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan lancar di seluruh wilayah Indonesia. Keandalan pasokan listrik menjadi prioritas utama demi mendukung berbagai aktivitas masyarakat yang meningkat selama periode penting tersebut.
Sigit Karyawan Yunianto, yang akrab disapa SKY, menekankan pentingnya kesiapsiagaan sistem kelistrikan nasional. Hal ini sangat krusial guna mendukung kelancaran ibadah serta berbagai aktivitas masyarakat di seluruh Indonesia, khususnya di daerah pemilihannya, Kalimantan Tengah (Kalteng), yang sering menghadapi tantangan akses energi. Stabilitas listrik adalah fondasi bagi kehidupan sosial dan ekonomi selama Ramadhan dan Idul Fitri.
Pernyataan ini disampaikan Sigit di Palangka Raya, Minggu (1/3), saat dikonfirmasi terkait Reses Masa Persidangan III Tahun 2025-2026 di Kantor Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng. Ia menyoroti bahwa pasokan listrik yang stabil dan tanpa gangguan adalah kunci utama agar umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk, termasuk Shalat Tarawih, tadarus Al-Quran, hingga perayaan Hari Raya.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Stabilitas Listrik untuk Ibadah dan Aktivitas Masyarakat
Keandalan pasokan listrik memiliki peran fundamental dalam mendukung kekhusyukan ibadah selama bulan Ramadhan dan perayaan Idul Fitri. Umat Muslim di seluruh Indonesia sangat bergantung pada listrik untuk menjalankan Shalat Tarawih di masjid atau rumah, tadarus Al-Quran, serta berbagai kegiatan keagamaan lainnya yang sering dilakukan pada malam hari. Gangguan listrik dapat menghambat kelancaran ibadah dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat.
Selain ibadah, stabilitas listrik juga vital untuk menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat yang cenderung meningkat selama Ramadhan dan Idul Fitri. Peningkatan penggunaan peralatan elektronik di rumah tangga, pusat perbelanjaan, serta tempat ibadah menjadi pemicu lonjakan kebutuhan listrik. Oleh karena itu, PLN harus memastikan infrastruktur kelistrikan mampu menopang beban tersebut tanpa mengalami gangguan yang berarti.
Sigit Karyawan Yunianto secara khusus menyoroti kondisi di daerah pemilihannya, Kalimantan Tengah, yang kerap menghadapi tantangan dalam akses energi. Memastikan pasokan listrik yang stabil di wilayah-wilayah seperti Kalteng tidak hanya mendukung ibadah, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga dan sektor usaha kecil. Periode Ramadhan identik dengan peningkatan konsumsi dan aktivitas ekonomi, sehingga listrik yang andal menjadi penopang utama.
Advertisement
Advertisement
Antisipasi Lonjakan Kebutuhan dan Upaya PLN
Lonjakan kebutuhan listrik adalah fenomena yang selalu terjadi selama bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Peningkatan aktivitas memasak, penerangan, dan penggunaan perangkat hiburan di rumah tangga berkontribusi pada beban puncak sistem kelistrikan. PLN diharapkan memiliki strategi antisipasi yang matang untuk menghadapi kondisi ini, termasuk prediksi akurat mengenai titik-titik potensi lonjakan permintaan.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan, Sigit mengingatkan PLN untuk terus memperkuat pemeliharaan infrastruktur kelistrikan secara menyeluruh. Hal ini mencakup pemeriksaan rutin, perbaikan jaringan yang rentan, serta peningkatan kapasitas gardu induk dan transmisi. Pemeliharaan preventif menjadi kunci untuk meminimalkan risiko kerusakan dan pemadaman listrik yang tidak terduga.
Lebih lanjut, PLN juga diminta untuk menyiagakan posko siaga dan menambah personel di lapangan selama periode krusial ini. Keberadaan tim siaga yang responsif sangat diperlukan untuk segera menangani setiap gangguan yang mungkin terjadi, baik itu akibat faktor teknis maupun cuaca ekstrem. Penambahan personel akan memastikan penanganan masalah dapat dilakukan dengan cepat dan efektif, meminimalkan dampak pada masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Komitmen DPR dan Harapan untuk Pemerataan Energi
Sebagai anggota Komisi XII DPR RI yang aktif mengawal isu energi dan kelistrikan, Sigit Karyawan Yunianto menyatakan siap menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait keandalan listrik. Koordinasi erat dengan kementerian terkait serta PT PLN menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap masukan dan keluhan dapat tertangani dengan baik. Peran pengawasan DPR sangat penting dalam menjamin pelayanan publik yang optimal.
Upaya ini diharapkan dapat mendukung target pemerataan akses listrik dan swasembada energi nasional. Pemerataan akses listrik adalah salah satu agenda pembangunan penting untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan pasokan listrik yang merata, potensi ekonomi lokal juga dapat berkembang lebih optimal.
Sigit berharap komitmen PLN dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat semakin diperkuat, terutama pada momen-momen penting seperti Ramadhan dan Idul Fitri. Pelayanan yang prima tidak hanya mencakup keandalan pasokan, tetapi juga respons cepat terhadap aduan dan transparansi informasi. Hal ini akan membangun kepercayaan publik terhadap kinerja PLN sebagai penyedia energi utama negara.
Advertisement
Sumber: AntaraNews