Inovasi Kulkas Tenaga Surya Polmed Perkuat Ketahanan Pangan Aceh Tamiang

Mahasiswa Politeknik Negeri Medan (Polmed) menghadirkan inovasi kulkas tenaga surya di Aceh Tamiang, solusi cerdas untuk ketahanan pangan darurat dan UMKM lokal yang terdampak bencana.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Inovasi Kulkas Tenaga Surya Polmed Perkuat Ketahanan Pangan Aceh Tamiang
Mahasiswa Politeknik Negeri Medan (Polmed) menghadirkan inovasi kulkas tenaga surya di Aceh Tamiang, solusi cerdas untuk ketahanan pangan darurat dan UMKM lokal yang terdampak bencana. (AntaraNews)

Tim mahasiswa Politeknik Negeri Medan (Polmed) telah berhasil menghadirkan sebuah inovasi penting berupa cold storage portabel berbasis tenaga surya. Inovasi ini ditujukan sebagai solusi ketahanan pangan darurat yang kini telah diimplementasikan di Desa Kampung Dalam, Aceh Tamiang.

Para mahasiswa ini merupakan bagian dari 5.040 mahasiswa yang berasal dari 36 perguruan tinggi, semuanya berkontribusi dalam upaya pemulihan pascabencana di wilayah Aceh. Partisipasi mereka terwujud melalui Program Mahasiswa Berdampak yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Teknologi pendingin portabel ini dirancang untuk tetap berfungsi optimal meskipun terjadi pemadaman listrik, sangat relevan untuk mendukung penyimpanan bahan pangan UMKM. Harapannya, inovasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat, terutama dalam kondisi darurat.

Inovasi Cold Storage Tenaga Surya untuk Ketahanan Pangan

Politeknik Negeri Medan (Polmed) dipercaya untuk melaksanakan program ini di Aceh Tamiang dengan inovasi cold storage berbasis tenaga surya. Teknologi ini telah melalui riset mendalam dan implementasi di berbagai daerah.

Dosen pembimbing utama sekaligus Kepala Jurusan Teknik Elektro Polmed, Supriyanto, menjelaskan bahwa alat ini diharapkan dapat berfungsi optimal saat pemadaman listrik. Ini sangat penting untuk memastikan bahan pangan UMKM tetap aman dan segar.

Pemanfaatan tenaga surya dalam sistem pendingin ini juga selaras dengan komitmen global terhadap energi bersih dan pembangunan berkelanjutan. Dengan mengandalkan energi matahari, sistem ini tidak hanya memenuhi kebutuhan darurat, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Penggunaan energi terbarukan ini juga berkontribusi pada penekanan emisi karbon, mendukung upaya pelestarian lingkungan. Inovasi ini merupakan langkah maju dalam menciptakan solusi energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dukungan UMKM Lokal dan Pemulihan Ekonomi

Pemanfaatan cold storage ini juga melibatkan kerja sama erat dengan mitra UMKM katering makanan di Aceh Tamiang. Mitra UMKM ini sehari-hari memproduksi makanan untuk dijual kepada masyarakat setempat.

Mahasiswi Polmed, Riska Aini Putri, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini sangat membantu aktivitas UMKM. Misalnya, saat mereka memproduksi sekitar 4.000 porsi takjil, cold storage ini memastikan bahan makanan dan hasil masakan tersimpan aman.

Bahkan saat terjadi pemadaman listrik, aktivitas UMKM dapat tetap berjalan tanpa hambatan berarti. Hal ini menunjukkan dampak positif inovasi ini terhadap keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah.

Pelaku UMKM, Suri Julianti, merasakan langsung dampak positif kehadiran cold storage berbasis tenaga surya ini terhadap keberlangsungan usahanya. Ia menyatakan rasa terima kasihnya kepada para mahasiswa atas bantuan ini.

Dengan adanya fasilitas ini, Suri Julianti merasa sangat terbantu dalam menyimpan bahan makanan agar tetap segar dan tidak cepat rusak. Usahanya menjadi lebih tenang dan stabil meskipun kondisi listrik di wilayahnya tidak menentu setelah terdampak bencana.

Peran Mahasiswa dalam Pembangunan Berdampak

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat pada Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, I Ketut Adnyana, menegaskan pentingnya Program Mahasiswa Berdampak 2026. Program ini merupakan bagian dari transformasi pendidikan tinggi.

Transformasi ini bertujuan agar pendidikan tinggi semakin kontekstual dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Mahasiswa dan pemerintah diharapkan terus hadir bersama masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan.

Kehadiran para mahasiswa diharapkan dapat memberikan semangat dan optimisme bagi masyarakat untuk bangkit dari cobaan. Ini juga menumbuhkan keyakinan bahwa kehidupan ke depan akan lebih baik melalui pemanfaatan potensi dan teknologi yang ada.

I Ketut Adnyana menekankan bahwa ini adalah bentuk nyata pendidikan tinggi yang berdampak langsung bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Inovasi seperti kulkas tenaga surya membuktikan relevansi peran perguruan tinggi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi