Bantul Usulkan 60 Sekolah untuk Revitalisasi ke Kemendikdasmen, Prioritaskan Kondisi Rusak Berat

Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Bantul mengajukan 60 sekolah untuk program Revitalisasi Sekolah Bantul pada tahun 2026, fokus pada perbaikan sarana prasarana yang rusak demi menunjang pembelajaran siswa.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bantul Usulkan 60 Sekolah untuk Revitalisasi ke Kemendikdasmen, Prioritaskan Kondisi Rusak Berat
Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Bantul mengajukan 60 sekolah untuk program Revitalisasi Sekolah Bantul pada tahun 2026, fokus pada perbaikan sarana prasarana yang rusak demi menunjang pembelajaran siswa. (AntaraNews)

Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah mengusulkan sebanyak 60 sekolah kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Usulan ini diajukan untuk program revitalisasi pada tahun 2026 mendatang. Langkah ini diambil guna meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan di wilayah Bantul.

Puluhan sekolah yang diusulkan tersebut meliputi jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Revitalisasi dianggap krusial mengingat kondisi beberapa fasilitas pendidikan yang telah mengalami kerusakan. Penambahan sarana prasarana juga menjadi fokus utama dalam program ini.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Bantul, Nugroho Eko Setyanto, menjelaskan bahwa dari total 60 sekolah, 42 di antaranya adalah SD dan 18 lainnya merupakan SMP. Proses pengusulan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam menunjang kegiatan pembelajaran siswa.

Prioritas Revitalisasi Satuan Pendidikan di Bantul

Program revitalisasi satuan pendidikan merupakan inisiatif penting untuk menangani kondisi sarana dan prasarana yang ada di sekolah. Nugroho Eko Setyanto menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memastikan fasilitas pendidikan berfungsi optimal. Jika revitalisasi tahun 2025 sudah terlaksana, usulan untuk tahun 2026 ini merupakan kelanjutan dari komitmen tersebut.

Pemilihan sekolah yang akan direvitalisasi tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan melalui pertimbangan matang. Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Bantul bekerja sama dengan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul. Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa satuan pendidikan yang diusulkan benar-benar menjadi prioritas dan layak untuk mendapatkan perbaikan.

Nugroho juga mengungkapkan bahwa pemerintah pusat memiliki berbagai program untuk sekolah rusak. Program-program ini mencakup revitalisasi dari kementerian, program reguler, hingga bantuan presiden (banpres). Hal ini menunjukkan adanya dukungan multi-pihak dalam upaya perbaikan infrastruktur pendidikan.

Proses Pengusulan dan Verifikasi Revitalisasi Sekolah

Rencana pengusulan revitalisasi satuan pendidikan tidak hanya disampaikan kepada kementerian, tetapi juga kepada pemerintah pusat secara lebih luas. Langkah ini diambil karena masih banyak sekolah di Bantul yang memerlukan perbaikan. Beberapa di antaranya sudah lama tidak mendapatkan perhatian perbaikan yang memadai.

Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Bantul saat ini terus menyisir sekolah-sekolah yang memenuhi kriteria untuk diusulkan. Prioritas utama diberikan kepada sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat. Hal ini sejalan dengan komitmen untuk mengatasi masalah infrastruktur pendidikan yang paling mendesak.

Program revitalisasi satuan pendidikan di Bantul sebenarnya sudah berjalan pada tahun 2025. Pada tahun tersebut, sebanyak 12 sekolah dasar, delapan SMP, dan 23 taman kanak-kanak (TK) menjadi sasaran revitalisasi. Sekolah negeri maupun swasta turut menjadi bagian dari program ini.

Untuk usulan tahun 2026, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Bantul masih menunggu verifikasi dari pemerintah pusat. Verifikasi ini akan menentukan sekolah mana saja yang akan mendapatkan alokasi dana revitalisasi. Kondisi sarana dan prasarana setiap sekolah, baik rusak ringan maupun berat, dapat dilihat melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai acuan utama. Informasi dari Dapodik ini menjadi dasar penting bagi tim verifikasi untuk membuat keputusan akurat mengenai alokasi bantuan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi