Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan, Jawa Timur, bergerak cepat menangani insiden bangunan ambrol yang merusak dua rumah warga pada Jumat (20/2) malam. Peristiwa ini terjadi di Desa Buluharjo, Kecamatan Plaosan, setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras selama berjam-jam. Kerusakan signifikan menimpa bangunan warga setelah tebing talud yang sudah tua tidak mampu menahan debit air hujan.
Dua rumah yang terdampak adalah milik Sudarto (40) dan Tukiran (60), keduanya merupakan warga setempat yang terkejut dengan kejadian ini. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut karena para pemilik rumah sedang beristirahat di bagian depan bangunan. Tim gabungan segera diterjunkan ke lokasi untuk membantu penanganan awal.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magetan, Eka Radityo, mengonfirmasi bahwa penanganan material bangunan ambrol telah dilakukan sejak Sabtu pagi. Petugas BPBD dibantu warga, anggota Koramil, serta Polsek setempat bergotong royong membersihkan puing-puing. Langkah antisipasi juga diambil untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Advertisement
Advertisement
Dampak Hujan Deras dan Kondisi Bangunan
Hujan deras yang mengguyur kawasan Magetan selama beberapa hari terakhir menjadi pemicu utama ambrolnya bangunan di Desa Buluharjo. Kondisi rumah yang berdiri di atas tebing talud tua semakin memperparah situasi. Tebing tersebut tidak lagi kuat menahan banyaknya debit air hujan yang meresap ke dalam tanah, menyebabkan longsor.
Rumah milik Sudarto mengalami kerusakan sedang pada bagian belakang, meliputi dapur dan kamar mandi yang ambrol. Sementara itu, dampak lebih parah menimpa rumah Tukiran, di mana kandang sapi miliknya longsor total. Akibat kejadian ini, sapi-sapi milik Tukiran terpaksa harus dititipkan sementara ke kandang tetangga demi keamanan.
Meskipun kerugian materiil cukup besar, insiden bangunan ambrol ini tidak menelan korban jiwa. Saat kejadian pada Jumat sekitar pukul 23.30 WIB, kedua pemilik rumah sedang berada di kamar depan. Posisi ini menyelamatkan mereka dari reruntuhan bangunan yang terjadi secara tiba-tiba di bagian belakang rumah.
Advertisement
Advertisement
Upaya Penanganan dan Peringatan Dini
Setelah kejadian, tim gabungan dari BPBD Magetan, warga, Koramil, dan Polsek segera melakukan kerja bakti. Mereka bergotong royong menangani material bangunan yang ambrol sejak Sabtu pagi hingga siang. Pemasangan terpal juga dilakukan untuk melindungi area yang terdampak dan mencegah runtuhan material lebih lanjut jika hujan kembali terjadi.
Eka Radityo dari BPBD Magetan mengimbau seluruh warga di sekitar lokasi untuk meningkatkan kewaspadaan. Ancaman longsor susulan masih sangat mungkin terjadi, terutama mengingat prediksi curah hujan yang masih tinggi beberapa hari ke depan. Peringatan dini ini penting untuk keselamatan masyarakat.
Kecamatan Plaosan merupakan salah satu wilayah di Magetan yang teridentifikasi rawan tanah longsor saat musim hujan. Selain Plaosan, daerah lain yang juga berisiko tinggi meliputi Kecamatan Poncol, Parang, Panekan, dan Sidorejo. BPBD Magetan meminta warga di seluruh wilayah rawan untuk selalu siaga menghadapi potensi bencana.
Advertisement
Advertisement
Data Bencana dan Pencegahan
Data BPBD Magetan menunjukkan bahwa bencana longsor merupakan ancaman serius di wilayah tersebut. Sepanjang tahun 2025, tercatat 99 kejadian tanah longsor dari total 238 bencana yang terjadi akibat cuaca ekstrem. Pada Januari 2026 saja, sudah ada lima bencana longsor dari total 50 bencana yang dilaporkan.
Petugas BPBD terus mengimbau masyarakat agar proaktif dalam mengambil langkah-langkah pencegahan. Penting untuk mengenali tanda-tanda potensi bahaya pada bangunan. Ini termasuk adanya retakan pada dinding, pelapukan material, atau tanda-tanda kemiringan pada atap maupun struktur bangunan lainnya.
Kewaspadaan dini dan tindakan pencegahan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko bencana. Dengan memantau kondisi lingkungan dan bangunan secara berkala, masyarakat dapat berkontribusi dalam menjaga keselamatan diri dan keluarga. BPBD Magetan siap memberikan informasi serta bantuan yang diperlukan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews