Sebanyak 113 jamaah calon haji Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, telah mengikuti bimbingan manasik haji terintegrasi untuk musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kegiatan penting ini dilaksanakan di Muara Teweh pada Senin, 16 Februari 2026, sebagai bagian dari persiapan menyeluruh para calon tamu Allah.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosandi) Barito Utara, Mochamad Ikhsan, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Beliau menekankan pentingnya persiapan matang bagi setiap jamaah dalam menjalankan ibadah haji, yang merupakan rukun Islam kelima dan wajib bagi umat Islam yang mampu.
Persiapan yang dimaksud mencakup aspek fisik, mental, spiritual, dan finansial. Dengan persiapan yang baik, diharapkan setiap jamaah dapat memperoleh haji yang mabrur dan maqbul, sesuai dengan ridha Allah SWT.
Advertisement
Advertisement
Persiapan Matang Menuju Haji Mabrur
Mochamad Ikhsan menegaskan bahwa sebelum berangkat ke Tanah Suci Mekkah Al-Mukarramah, jamaah harus mempersiapkan diri secara matang dan teratur, baik dari segi materi maupun ilmu pengetahuan. Manasik haji diibaratkan sebagai “gladi resik” sebelum pelaksanaan ibadah sesungguhnya di Tanah Suci, memberikan pemahaman mendalam tentang tahapan ibadah sesuai tuntunan pembimbing.
Selain sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT, pelaksanaan ibadah haji juga menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat persatuan dan persaudaraan sesama jamaah Indonesia, khususnya dari Kabupaten Barito Utara. Ikhsan juga membagikan pengalaman pribadinya saat memimpin rombongan haji pada tahun 2008, menekankan pentingnya kedisiplinan, koordinasi, dan kebersamaan dalam setiap tahapan perjalanan.
Dalam kesempatan tersebut, Ikhsan menekankan lima tertib yang harus diperhatikan oleh seluruh jamaah calon haji. Kelima tertib tersebut meliputi tertib ibadah dengan mengutamakan rukun dan wajib haji, tertib kesehatan, tertib makan dan minum, tertib istirahat, serta tertib barang bawaan sesuai ketentuan. Pemerintah daerah berharap seluruh jamaah dapat menjaga kesehatan, mengatur pola makan, memanfaatkan waktu istirahat dengan baik, serta tidak membawa barang yang melebihi ketentuan maupun barang terlarang.
Advertisement
Advertisement
Kuota dan Kebijakan Haji Terbaru Barito Utara
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Barito Utara, Alpiansah, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh tahapan persiapan jamaah. Pada tahun ini, Kabupaten Barito Utara memberangkatkan 113 jamaah, terdiri dari 57 laki-laki dan 56 perempuan.
Jumlah ini mengalami sedikit pengurangan sekitar 10 orang dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 123 hingga 125 jamaah. Penyesuaian kuota ini merupakan dampak dari kebijakan percepatan masa tunggu yang diterapkan secara nasional, sehingga setiap daerah menyesuaikan dengan kuota yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Dari sisi usia, jamaah termuda tahun ini berusia 21 tahun dan tertua 95 tahun. Alpiansah menegaskan bahwa keberangkatan jamaah usia muda bukan karena perlakuan khusus, melainkan hasil pelimpahan porsi dari anggota keluarga yang meninggal dunia atau mengalami sakit permanen sesuai regulasi yang berlaku.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan Layanan dan Efisiensi Biaya Haji
Alpiansah juga menginformasikan bahwa biaya penyelenggaraan ibadah haji tahun ini relatif lebih ringan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya total biaya dapat mencapai sekitar Rp94 juta, tahun ini turun menjadi kisaran Rp80 juta, menunjukkan efisiensi dalam pengelolaan haji.
Pemerintah terus berupaya meningkatkan pelayanan, termasuk distribusi kartu identitas jamaah sejak di bandara untuk meminimalisir kendala teknis saat berada di Tanah Suci. Ke depan, pemerintah juga merencanakan pembangunan perkampungan haji guna meningkatkan kenyamanan jamaah Indonesia.
Berdasarkan jadwal pemberangkatan, jamaah asal Kabupaten Barito Utara tergabung dalam Kloter 7 Gelombang I dan akan diterbangkan dari Embarkasi Banjarmasin langsung menuju Madinah Al-Munawwarah. Hal ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi para jamaah dalam perjalanan ibadah mereka.
Advertisement
Advertisement
Memahami Esensi Ibadah Haji dan Pesan Penting
Manasik haji terintegrasi ini mencakup pembekalan materi ibadah, kesehatan, alur perjalanan, hingga praktik rangkaian ibadah seperti tawaf, sai, dan wukuf secara menyeluruh. Ibadah haji bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga ibadah fisik dan intelektual, sehingga pemahaman alur perjalanan sejak dari daerah hingga di Madinah, Mekkah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina sangat penting agar jamaah mandiri dan tidak kebingungan.
Dalam kesempatan tersebut, Alpiansah menyampaikan tiga pesan utama kepada seluruh jamaah. Pesan pertama adalah meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT, kedua menjaga kesehatan mengingat cuaca ekstrem di Arab Saudi, dan ketiga menjaga kebersamaan serta nama baik daerah maupun bangsa. Kegiatan manasik haji terintegrasi ini diharapkan mampu membekali seluruh JCH Kabupaten Barito Utara agar siap secara mental, fisik, dan spiritual dalam menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci.
Sumber: AntaraNews
Advertisement