Yayasan Pusat Pemberdayaan Penyandang Disabilitas (Puspadi) Bali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemandirian penyandang disabilitas fisik. Organisasi ini secara aktif menjalankan program daur ulang kursi roda bekas menjadi unit baru yang siap pakai. Inisiatif ini bertujuan untuk mengatasi tingginya harga kursi roda baru yang seringkali menjadi kendala bagi banyak penyandang disabilitas.
Program inovatif ini digagas dan dijalankan oleh Koordinator Program Kursi Roda Puspadi Bali, Putu Warjita Putra, bersama rekannya, I Gede Ketut Sentosa, yang juga merupakan penyandang disabilitas polio. Bengkel daur ulang berlokasi di Jalan Bakung, Denpasar, menjadi pusat kegiatan restorasi alat bantu mobilitas ini.
Pada tahun 2025, Puspadi Bali berhasil menyerahkan sebanyak 101 unit kursi roda hasil daur ulang kepada penyandang disabilitas di berbagai wilayah. Distribusi tidak hanya terbatas di Bali, tetapi juga menjangkau provinsi tetangga seperti Surabaya, Lombok, dan Nusa Tenggara Timur, memperluas dampak positif program ini.
Advertisement
Advertisement
Inovasi Puspadi Bali: Mengubah Kursi Roda Bekas Menjadi Harapan Baru
Puspadi Bali mengambil langkah proaktif dengan mendaur ulang kursi roda yang sudah tidak terpakai atau rusak parah. Ide ini muncul dari kesadaran akan mahalnya harga kursi roda baru, yang seringkali tidak terjangkau oleh sebagian besar penyandang disabilitas. Dengan demikian, kursi roda bekas yang disumbangkan dapat memiliki fungsi kembali.
Proses daur ulang ini melibatkan penerimaan kursi roda bekas, baik dari pemilik yang sudah meninggal dunia maupun dari unit yang rusak parah. Daripada terbuang sia-sia, kursi roda ini direstorasi dan dijadikan baru kembali oleh tim Puspadi Bali yang berdedikasi. Putu Warjita Putra dan I Gede Ketut Sentosa menjadi motor penggerak utama dalam kegiatan ini.
Biaya daur ulang satu unit kursi roda standar dapat mencapai jutaan rupiah, termasuk layanan perbaikan dan penggantian komponen. Untuk menutupi biaya ini, Puspadi Bali membantu penyandang disabilitas yang membutuhkan untuk mendapatkan donatur atau sponsor, termasuk dari program CSR korporasi atau pihak lain yang bersedia membantu.
Advertisement
Advertisement
Jangkauan Luas dan Dampak Positif Daur Ulang Kursi Roda
Program daur ulang Puspadi Bali tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga pada keberagaman jenis kursi roda. Mereka mendaur ulang berbagai tipe, mulai dari kursi roda aktif yang cocok untuk segala medan, kursi roda standar yang biasa digunakan di rumah sakit, hingga kursi roda yang dirancang khusus untuk kebutuhan spesifik individu. Hal ini memastikan setiap penerima mendapatkan alat yang paling sesuai.
Dalam kurun waktu tahun 2025, Puspadi Bali berhasil mendistribusikan 101 unit kursi roda hasil daur ulang. Kursi roda ini disesuaikan ukurannya untuk berbagai kelompok usia, mencakup anak-anak, dewasa, dan lanjut usia. Pencapaian ini menunjukkan efektivitas dan skala program dalam membantu banyak individu.
Dampak program ini meluas hingga ke luar Bali. Selain melayani penyandang disabilitas di pulau dewata, kursi roda daur ulang juga telah dikirim ke kota-kota besar seperti Surabaya, Lombok, dan Nusa Tenggara Timur. Jangkauan distribusi yang luas ini menegaskan komitmen Puspadi Bali untuk memberdayakan penyandang disabilitas di berbagai wilayah, memastikan mereka dapat berkarya dan menjalani hidup lebih mandiri.
Advertisement
Sumber: AntaraNews