Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat, Sumatera Barat, telah mengamankan alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 39.230 ton untuk tahun 2026. Langkah ini diambil guna mendukung sektor pertanian di wilayah tersebut dan memastikan ketersediaan nutrisi penting bagi tanaman petani. Alokasi ini diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas hasil pertanian dan kesejahteraan masyarakat petani di Pasaman Barat.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pasaman Barat, Afdal, menegaskan komitmen pihaknya untuk memastikan pupuk bersubsidi ini sampai kepada para petani. Penyaluran akan diprioritaskan bagi kelompok tani yang telah mengajukan usulan melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Proses pengajuan ini terintegrasi dalam aplikasi Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) untuk efisiensi dan akuntabilitas.
Total alokasi pupuk bersubsidi ini mencakup berbagai jenis yang dibutuhkan oleh petani. Pemkab Pasaman Barat berupaya keras agar setiap ton pupuk dapat dimanfaatkan secara optimal. Meskipun alokasi ini masih kurang dari total usulan petani, pemerintah daerah akan mengelola distribusinya dengan bijaksana.
Advertisement
Advertisement
Alokasi pupuk bersubsidi yang diterima Pemkab Pasaman Barat untuk tahun 2026 terdiri dari tiga jenis utama. Pupuk urea dialokasikan sebanyak 16.166 ton, sementara pupuk NPK mencapai 17.244 ton dan pupuk organik juga mendapatkan jatah sebesar 5.820 ton, melengkapi kebutuhan nutrisi beragam tanaman.
Hingga saat ini, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi menunjukkan progres yang bervariasi. Untuk pupuk urea, realisasi telah mencapai 920 ton atau sekitar 11,8 persen dari total alokasi. Sementara itu, pupuk NPK telah disalurkan sebanyak 1.061 ton, yang setara dengan 6,15 persen dari jatahnya.
Sayangnya, penyaluran pupuk organik masih belum menunjukkan realisasi. Pihak berwenang terus memantau dan mempercepat proses distribusi agar semua jenis pupuk dapat segera diterima petani. Meskipun alokasi yang diterima masih di bawah usulan keseluruhan dari petani, Pemkab Pasaman Barat bertekad memaksimalkan pemanfaatan yang ada.
Advertisement
Penyaluran pupuk bersubsidi ini secara ketat mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Pupuk akan diberikan kepada kelompok tani yang telah mengajukan kebutuhan melalui RDKK. Data RDKK ini kemudian diinput ke dalam aplikasi Simluhtan, memastikan transparansi dan tepat sasaran dalam distribusi.
Advertisement
Selain fokus pada alokasi pupuk bersubsidi, Pemkab Pasaman Barat juga aktif meningkatkan sarana dan prasarana pertanian. Berbagai program pembangunan dan rehabilitasi terus digalakkan untuk menunjang aktivitas pertanian. Ini termasuk rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT) yang krusial untuk pengairan lahan.
Pembangunan jalan usaha tani juga menjadi prioritas untuk mempermudah akses petani ke lahan dan distribusi hasil panen. Bantuan alat mesin pertanian (alsintan) juga disediakan untuk modernisasi pertanian. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi kerja petani dan mengurangi biaya produksi.
Masyarakat petani di Pasaman Barat saat ini banyak membudidayakan berbagai komoditas pangan. Tanaman seperti padi, jagung, kentang, ubi jalar, dan talas menjadi andalan utama. Sentra tanaman pangan tersebar di beberapa kecamatan, meliputi Talamau, Pasaman, Kinali, dan Gunung Tuleh.
Advertisement
Pemerintah daerah juga tidak mengabaikan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) petani. Sosialisasi dan pelatihan intensif secara berkala diselenggarakan untuk membekali petani dengan pengetahuan dan keterampilan terbaru. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan praktik pertanian yang lebih baik dan berkelanjutan di Pasaman Barat.
Sumber: AntaraNews