Surabaya Wakil Indonesia di Tokyo Global Forum 2026, Paparkan Kebijakan Kota Ramah Anak

Surabaya Wakil Indonesia di Tokyo Global Forum on Children 2026, mempresentasikan model pembangunan kota ramah anak yang holistik dan integratif, menarik perhatian dunia dengan pendekatan inovatifnya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Surabaya Wakil Indonesia di Tokyo Global Forum 2026, Paparkan Kebijakan Kota Ramah Anak
Surabaya Wakil Indonesia di Tokyo Global Forum on Children 2026, mempresentasikan model pembangunan kota ramah anak yang holistik dan integratif, menarik perhatian dunia dengan pendekatan inovatifnya. (AntaraNews)

Kota Surabaya menorehkan prestasi internasional dengan menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam ajang Tokyo Global Forum on Children (TGFC) 2026. Forum bergengsi ini diselenggarakan di Tokyo, Jepang, pada 4 hingga 6 Februari 2026, mempertemukan berbagai kota dunia untuk berbagi praktik terbaik dalam pemenuhan hak anak. Partisipasi Surabaya menegaskan komitmen kota ini dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Keikutsertaan Surabaya dalam forum ini merupakan kehormatan besar, mengingat TGFC 2026 mempertemukan 20 kota dari seluruh dunia yang tergabung dalam jejaring Child Friendly Cities Initiative (CFCI) UNICEF. Acara ini menjadi platform penting untuk mendiskusikan kebijakan, praktik baik, serta inovasi terkait hak dan kesejahteraan anak dan remaja.

Pemerintah Kota Surabaya, melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), mempresentasikan langsung model pembangunan kota ramah anak di hadapan delegasi kota-kota global. Presentasi ini menyoroti pendekatan layanan anak yang holistik dan integratif, yang menjadi ciri khas program ramah anak di Surabaya.

Peran Surabaya di Panggung Global

Kepala Bappeda Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menyatakan bahwa partisipasi Surabaya di TGFC 2026 menempatkan kota ini sejajar dengan kota-kota rujukan global dalam kebijakan anak dan remaja. Surabaya mendapat kehormatan untuk memaparkan secara langsung kebijakan serta model pembangunan kota ramah anak yang telah diterapkan. Forum ini, yang diselenggarakan oleh Pemerintah Metropolitan Tokyo, bertujuan untuk berbagi inisiatif yang mendukung remaja, serta memberikan kesempatan bagi kota-kota peserta untuk saling bertukar kebijakan berorientasi anak yang inovatif.

Jejaring Child Friendly Cities Initiative (CFCI) UNICEF sendiri merupakan inisiatif global yang mendukung pemerintah kota dalam mewujudkan hak-hak anak di tingkat lokal, berdasarkan Konvensi PBB tentang Hak Anak. Inisiatif ini juga berfungsi sebagai jaringan yang menyatukan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya, termasuk anak-anak itu sendiri, untuk membuat kota dan komunitas mereka lebih ramah anak.

Kehadiran Surabaya di forum ini menunjukkan pengakuan internasional terhadap upaya kota dalam memenuhi hak-hak dasar anak. Beberapa kota dunia lain yang turut serta antara lain Auckland, Berlin, Brussels, Cardiff, Copenhagen, dan Helsinki.

Pendekatan Holistik dan Integratif Surabaya

Presentasi dari Pemkot Surabaya menggarisbawahi pendekatan layanan anak yang holistik dan integratif. Model ini dirancang untuk mendampingi anak sejak usia dini, berlanjut ke usia sekolah, hingga fase remaja yang krusial. Pendekatan ini juga secara aktif melibatkan orang tua, termasuk peran ayah, sebagai bagian penting dari ekosistem pengasuhan dan pendidikan di kota.

Irvan Wahyudrajad menjelaskan bahwa kebijakan ramah anak di Surabaya tidak bersifat sektoral, melainkan terintegrasi lintas usia dan lintas peran dalam keluarga maupun masyarakat. Hal ini memastikan bahwa setiap aspek kehidupan anak diperhatikan dan didukung oleh seluruh elemen kota. Surabaya berupaya menciptakan lingkungan di mana anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Integrasi lintas usia dan peran ini menjadi kunci keberhasilan Surabaya dalam membangun kota ramah anak. Dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, keluarga, hingga komunitas, Surabaya memastikan bahwa hak-hak anak terpenuhi secara menyeluruh dan berkelanjutan. Pendekatan ini juga sejalan dengan tujuan CFCI UNICEF yang mendorong keterlibatan semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang mendukung anak.

Layanan Komprehensif untuk Anak dan Keluarga

Ketua Tim Kerja Pembangunan Manusia Bappeda Kota Surabaya, Puspita Ayuningtyas Prawesti, yang mewakili Pemkot Surabaya di Tokyo, memaparkan bahwa Surabaya membangun kota ramah anak dengan memastikan kehadiran layanan publik yang dekat, menyeluruh, dan berkelanjutan. Layanan ini mencakup berbagai bidang penting bagi tumbuh kembang anak dan remaja.

Beberapa layanan utama yang disediakan meliputi pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, kesehatan mental, pengembangan karakter, serta penguatan kapasitas keluarga. Penguatan kapasitas keluarga ini bahkan diperluas hingga tingkat komunitas melalui Balai RW, memastikan dukungan yang merata dan mudah diakses oleh masyarakat.

Puspita menegaskan bahwa Pemkot Surabaya memastikan pemerintah hadir sejak anak usia dini, mendampingi fase remaja yang krusial, serta memperkuat peran orang tua dan ayah dalam pengasuhan. Anak-anak tidak hanya dilindungi, tetapi aspirasi mereka juga didengar dan dihargai dalam setiap proses pembangunan kota. Ini menunjukkan komitmen Surabaya untuk memberdayakan anak sebagai subjek pembangunan.

Dengan model yang komprehensif ini, Surabaya bertekad untuk terus menjadi kota yang responsif terhadap kebutuhan anak dan remaja, sekaligus menjadi inspirasi bagi kota-kota lain di dunia dalam mewujudkan hak-hak anak. Upaya ini sejalan dengan visi global untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung bagi setiap anak.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi