Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengambil langkah konkret dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata religi di Kabupaten Jembrana, Bali, dengan meresmikan sejumlah fasilitas publik baru. Inisiatif ini berpusat pada pembangunan dan penyelesaian Masjid Pantai Bali, yang kini dilengkapi dengan sarana latihan manasik haji. Peresmian tersebut berlangsung di Desa Cupel, Kecamatan Negara, Jembrana, pada Sabtu (07/2).
Kepala Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah, menyatakan bahwa proyek ini bertujuan menjadikan kawasan masjid di tepi pantai tersebut sebagai destinasi pariwisata unggulan. Dengan adanya miniatur Kabah, rute sai (Safa-Marwa), hingga area lempar jumroh, fasilitas ini diharapkan menarik minat wisatawan dan calon jemaah haji. Pengembangan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Pendanaan untuk proyek ambisius ini berasal dari dana abadi umat, bukan dari dana haji yang disetorkan oleh masyarakat. BPKH menegaskan komitmennya untuk menggunakan sumber daya secara selektif dan tepat sasaran, memastikan setiap bantuan memberikan manfaat maksimal bagi komunitas penerima.
Advertisement
Advertisement
BPKH Fokus pada Pengembangan Fasilitas Manasik Haji di Jembrana
Pengembangan wisata religi di Jembrana oleh BPKH difokuskan pada kelengkapan sarana manasik haji di Masjid Pantai Bali. Fasilitas yang dibangun mencakup miniatur Kabah, Maqom Ibrahim, rute Sai yang mereplikasi bukit Safa dan Marwa, area lempar jumroh, serta replika Masjidil Haram. Kelengkapan ini menjadikan Masjid Pantai Bali sebagai salah satu pusat latihan manasik haji terlengkap di wilayah tersebut.
Fadlul Imansyah menyoroti bahwa kelengkapan sarana di masjid yang sebelumnya bernama Raudhatul Jannah ini terbilang istimewa dibandingkan lokasi lain. Bahkan, pihak pengelola berencana mengisi miniatur Kabah dengan Al-Quran dari seluruh dunia, menambah nilai edukasi dan spiritual. Inisiatif ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung dan peserta manasik dari berbagai daerah.
BPKH berperan dalam tahap penyelesaian bangunan dan penyediaan sarana latihan manasik haji, bukan pada keseluruhan biaya pembangunan dari awal. Prinsip gotong-royong menjadi landasan BPKH dalam memberikan bantuan, memastikan kolaborasi dengan pihak pengelola dan komunitas lokal. Pendekatan ini memungkinkan proyek berjalan efisien dan berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Sumber Pendanaan dan Mekanisme Seleksi Bantuan BPKH
Anggaran yang digunakan BPKH untuk proyek pengembangan wisata religi Jembrana ini berasal dari dana abadi umat, yang dihasilkan dari pengelolaan investasi dana haji. Fadlul Imansyah secara tegas menjelaskan bahwa dana tersebut terpisah dari setoran dana haji masyarakat. Hal ini menunjukkan transparansi BPKH dalam mengelola dan mendistribusikan dana untuk kemaslahatan umat.
Dalam menyalurkan bantuan, BPKH menerapkan proses seleksi yang ketat dan sangat selektif demi memastikan bantuan tepat sasaran. Sejak berdiri, BPKH telah menerima ribuan proposal permohonan bantuan serupa, namun hanya ratusan yang berhasil disetujui setelah melalui evaluasi mendalam. Proses ini menjamin bahwa setiap proyek yang didanai memiliki potensi dampak yang signifikan dan berkelanjutan.
BPKH juga menekankan pentingnya prinsip gotong-royong dalam setiap bantuan yang diberikan. Bantuan tidak mencakup seluruh biaya pembangunan, melainkan fokus pada aspek-aspek krusial seperti penyelesaian akhir bangunan atau penyediaan fasilitas spesifik. Pendekatan ini mendorong kemandirian dan partisipasi aktif dari komunitas penerima manfaat.
Advertisement
Advertisement
Dampak Ekonomi dan Pengelolaan Berkelanjutan Destinasi Wisata Religi
Dengan menjadikan kawasan Masjid Pantai Bali sebagai destinasi wisata religi, BPKH berharap masyarakat sekitar akan merasakan peningkatan ekonomi secara signifikan. Fadlul Imansyah mengingatkan agar masyarakat mempersiapkan diri untuk menyambut peluang ini dan tidak menjadikan kawasan tersebut eksklusif. Keterbukaan terhadap semua pengunjung adalah kunci untuk memaksimalkan potensi ekonomi.
Setelah pembangunan selesai, pengelolaan kawasan Masjid Pantai Bali akan diserahkan kepada pihak yayasan yang memiliki jaringan luas. Informasi dari yayasan menunjukkan adanya banyak donatur yang siap membantu pengembangan lebih lanjut kawasan tersebut. Ini menjamin keberlanjutan operasional dan pengembangan fasilitas di masa mendatang.
Peresmian fasilitas ini turut dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Jembrana Muslihin, Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Bali Fadian M. Paham, Ketua Yayasan DT Peduli Bascharul Asana, dan Pembina Yayasan Masjid Pantai Nusantara Nyoman Pugeg Aryantha. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan luas terhadap inisiatif BPKH kembangkan wisata religi Jembrana ini.
Advertisement
Sumber: AntaraNews