Jakarta, 05/2 (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menunjukkan empati dan kepedulian mendalam dengan mengunjungi rumah duka almarhum Yohanes Bastian Roja (10) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kunjungan ini merupakan wujud komitmen Kemendikdasmen terhadap kesejahteraan psikososial dan perlindungan murid di seluruh Indonesia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti secara langsung menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Yohanes. Beliau juga menegaskan bahwa peristiwa tragis ini harus menjadi momentum penting untuk evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Secara pribadi dan atas nama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, saya menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Yohanes Bastian Roja,” ujar Mendikdasmen Mu’ti. “Meninggalnya Yohanes merupakan catatan dan pelajaran bagi semua pihak akan pentingnya perhatian, penanaman nilai-nilai agama, dan ketahanan keluarga bagi anak-anak oleh orang tua, masyarakat, guru, tokoh agama, dan penyelenggara pendidikan, termasuk Kemendikdasmen.”
Advertisement
Advertisement
Kunjungan Kemendikdasmen ke rumah duka di Ngada, NTT, adalah manifestasi nyata dari kepedulian pemerintah terhadap setiap murid. Menteri Abdul Mu'ti menegaskan bahwa perlindungan murid dan kesejahteraan psikososial mereka adalah prioritas utama. Langkah ini sejalan dengan visi Kemendikdasmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung perkembangan optimal setiap anak.
Kemendikdasmen juga berkomitmen melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTT untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Koordinasi ini bertujuan memastikan dukungan keberlanjutan pendidikan bagi anggota keluarga almarhum serta memberikan pendampingan psikososial yang diperlukan. Ini menunjukkan komitmen jangka panjang Kemendikdasmen dalam mendukung keluarga yang berduka.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan akan pentingnya menciptakan ekosistem yang suportif. Lingkungan yang aman, nyaman, dan suportif sangat krusial agar setiap anak merasa didengar dan dihargai dalam proses pendidikannya.
Advertisement
Advertisement
Mendikdasmen Abdul Mu'ti secara tegas menyatakan bahwa wafatnya Yohanes Bastian Roja harus menjadi pemicu evaluasi mendalam. Evaluasi ini tidak hanya ditujukan kepada pihak sekolah, tetapi juga melibatkan peran serta orang tua, masyarakat, guru, dan tokoh agama. Semua pihak memiliki tanggung jawab kolektif dalam membentuk karakter dan melindungi anak-anak.
Pentingnya penanaman nilai-nilai agama dan penguatan ketahanan keluarga menjadi sorotan utama dalam pesan Mendikdasmen. Hal ini dianggap sebagai fondasi penting untuk membentengi anak-anak dari berbagai risiko. Dengan nilai-nilai yang kuat, anak-anak diharapkan memiliki ketahanan mental dan spiritual yang baik.
Kemendikdasmen menekankan bahwa setiap insiden yang menimpa murid harus menjadi pembelajaran berharga. Tujuannya adalah untuk terus memperbaiki sistem dan kebijakan pendidikan agar lebih responsif terhadap kebutuhan perlindungan anak. Lingkungan pendidikan yang aman adalah hak setiap anak dan harus dijamin oleh semua pihak terkait.
Advertisement
Advertisement
Selain menyampaikan belasungkawa, tim dari Kemendikdasmen juga menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga dalam menghadapi musibah. Santunan tersebut diterima langsung oleh ibunda almarhum, Maria Goreti Te’a, nenek Wihelmina Nenu, dan paman Dominikus Nou.
Dominikus Nou, yang mewakili pihak keluarga, menyampaikan apresiasi yang tulus atas perhatian cepat dari pemerintah pusat. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan yang telah diberikan Kemendikdasmen. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga untuk proses adat terkait kematian almarhum dan kebutuhan lainnya.
“Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kemendikdasmen atas bantuan yang diberikan. Kiranya ini dapat membantu keluarga untuk proses adat terkait kematian almarhum dan kebutuhan lainnya,” kata Dominikus. Ia menambahkan, “Keluarga tidak bisa membalas dengan apa-apa, selain doa agar Tuhan membalas budi baik kementerian.”
Advertisement
Sumber: AntaraNews