Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, secara tegas menyoroti urgensi perbaikan turap dan tanggul Kali Caglak. Langkah ini dianggap krusial untuk mencegah terjadinya banjir yang kerap melanda beberapa wilayah Rukun Warga (RW) setempat. Asisten Kesejahteraan Rakyat Jakarta Timur, Achmad Salahudin, menyampaikan bahwa usulan prioritas tersebut mencakup perbaikan di RW 04, RW 09, dan RW 10.
Dalam forum kelurahan yang diselenggarakan di Kantor Kelurahan Cibubur pada Selasa (3/2) tersebut, total 68 usulan telah dibahas secara mendalam. Mayoritas usulan yang diajukan didominasi oleh kebutuhan pembangunan fisik, khususnya terkait dengan infrastruktur dasar. Kondisi ini mencerminkan kebutuhan mendesak masyarakat akan perbaikan fasilitas publik yang vital.
Achmad Salahudin juga menyatakan harapannya agar kehadiran legislator DPRD DKI Jakarta dalam Musrenbang dapat membawa perubahan signifikan. Dukungan dari pihak legislatif diharapkan mampu merealisasikan berbagai usulan warga, terutama yang bersifat krusial dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat Cibubur.
Advertisement
Advertisement
Urgensi Perbaikan Turap dan Tanggul Kali Caglak
Perbaikan turap dan tanggul Kali Caglak menjadi fokus utama dalam Musrenbang Cibubur mengingat kondisi beberapa titik yang rentan ambrol. Lurah Cibubur, Rony Abdullah, menjelaskan bahwa banyak turap mengalami kerusakan parah, sementara permukiman warga berada persis di bawah aliran kali tersebut. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi bencana banjir dan longsor jika tidak segera ditangani secara komprehensif.
Rony Abdullah menambahkan, pihak kelurahan sangat berharap agar perbaikan turap sepanjang kurang lebih dua kilometer dapat segera dilakukan. Prioritas diberikan pada titik-titik yang mengalami kerusakan paling parah serta memerlukan peninggian tanggul untuk meningkatkan daya tahan terhadap luapan air. Upaya ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga yang tinggal di sekitar bantaran kali.
Selain itu, pembangunan saluran air di wilayah RW 13 juga menjadi kebutuhan mendesak karena seringnya terjadi banjir di area tersebut. Ketua RW 13, Nur Kamil Malik, mengungkapkan bahwa kondisi saluran air eksisting di Jalan Jambore 8 sudah tidak memadai. Saat hujan deras, genangan air dapat mencapai ketinggian 40-60 sentimeter, mengganggu aktivitas warga dan menyebabkan kerugian.
Advertisement
Advertisement
Beragam Usulan Pembangunan Fisik dan Infrastruktur
Musrenbang Kelurahan Cibubur tidak hanya berfokus pada Kali Caglak, tetapi juga membahas berbagai usulan pembangunan fisik lainnya yang krusial. Rony Abdullah merinci bahwa dari total usulan, 25 di antaranya terkait dengan Suku Dinas Bina Marga, 24 usulan untuk Suku Dinas Sumber Daya Air, dan 14 usulan untuk Suku Dinas Perhubungan. Angka ini menunjukkan tingginya kebutuhan akan perbaikan infrastruktur jalan, drainase, dan transportasi yang memadai.
Lebih lanjut, terdapat tiga usulan yang ditujukan kepada Suku Dinas Pemuda dan Olahraga, serta masing-masing satu usulan untuk Suku Dinas Perpustakaan dan Suku Dinas Kebudayaan. Ini menandakan adanya perhatian terhadap pengembangan fasilitas sosial dan budaya di samping infrastruktur dasar. Pihak kelurahan juga mengusulkan perbaikan infrastruktur di Komplek DPRD DKI Jakarta, termasuk ruas jalan dan saluran air yang rusak.
Usulan pembangunan saluran air di Jalan Jambore 8, RW 13, telah diajukan berulang kali dalam Musrenbang. Nur Kamil Malik menyatakan bahwa usulan ini sudah tiga kali diajukan namun belum terealisasi. Harapan besar disematkan agar pada tahun ini, usulan penting tersebut dapat segera direalisasikan demi kenyamanan dan keamanan warga yang telah lama menanti.
Advertisement
Advertisement
Harapan Realisasi dan Dukungan Legislatif
Dominasi usulan pembangunan fisik dalam Musrenbang Cibubur menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan masyarakat akan perbaikan infrastruktur. Achmad Salahudin menekankan pentingnya dukungan dari pihak legislatif agar usulan-usulan tersebut tidak hanya berhenti di tahap perencanaan. Realisasi pembangunan ini sangat bergantung pada alokasi anggaran dan kebijakan yang diambil oleh DPRD DKI Jakarta.
Kehadiran legislator diharapkan dapat menjadi jembatan antara aspirasi warga dengan kebijakan pemerintah daerah. Dukungan penuh dari DPRD DKI Jakarta akan mempercepat proses persetujuan dan pelaksanaan proyek-proyek vital, seperti perbaikan turap Kali Caglak dan pembangunan saluran air. Tanpa dukungan ini, usulan-usulan krusial berpotensi kembali tertunda, memperparah kondisi infrastruktur yang ada.
Masyarakat Cibubur, melalui Musrenbang, telah menyampaikan aspirasi mereka dengan jelas dan terstruktur. Kini, bola ada di tangan para pemangku kebijakan untuk menindaklanjuti usulan-usulan tersebut dengan tindakan nyata. Realisasi pembangunan fisik yang diusulkan akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup warga dan pencegahan bencana alam seperti banjir yang sering terjadi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews