Jusuf Hamka Dukung RI Gabung Board of Peace, 'Jangan Suudzon, Presiden Punya Strategi

Jusuf Hamka termasuk salah satu tokoh muslim yang diundang Prabowo ke Istana untuk membahas alasan Indonesia bergabung ke Dewan Perdamaian.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Jusuf Hamka Dukung RI Gabung Board of Peace, 'Jangan Suudzon, Presiden Punya Strategi
Bos jalan tol Jusuf Hamka di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (13/12/2023).Jusuf Hamka kembali negosiasi nilai utang negara kepada perusahaannya, Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP). (Arief/Liputan6.com) (@ 2023 merdeka.com)

Tokoh Muslim Tionghoa Jusuf Hamka mendukung keputusan Presiden Prabowo Subianto bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Dia meminta masyarakat untuk percaya dan berprasangka baik (husnuzon) dengan keputusan Prabowo.

Hal ini disampaikan Jusuf Hamka sebelum menghadiri pertemuan Presiden Prabowo dengan pimpinan ormas Islam dan tokoh Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026). Jusuf Hamka menjadi salah satu tokoh Islam yang diundang Prabowo.

"Membernya (BoP) kan banyakan negara-negara muslim. Kita harus percaya presiden Prabowo ini bekas Panglima Kostrad, Panglima perang. Pasti ahli strategi. Kita jangan suudzon (berprasangka buruk). Kita harus husnuzon," kata Jusuf Hamka kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Ketimbang Hanya Jadi Penonton di Luar

Dia meyakini Prabowo memiliki strategi sebelum memutuskan bergabung dalam Dewan Perdamaian. Jusuf Hamka menyebut keputusan Prabowo tersebut baik dibandingkan Indonesia hanya menjadi penonton di luar.

"Beliau pasti mempunyai strategi. Daripada coba lihat. Kita anggota Dewan Keamanan PBB. Tapi kita tidak punya hak veto. Sekarang ini kita 2 per 3 punya hak veto," jelas dia.

"Daripada kita nonton di luar kan mendingan kita mewarnai di dalam. Kalau menurut saya. Jadi kalau saya sebagai warga negara yang baik, sebagai umat beragama yaitu, sami'na wa atha'na (kami mendengar dan kami patuh)," sambung Jusuf Hamka.



Mengundang NU, Muhammadiyah, dan MUI

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah pimpinan ormas Islam serta tokoh Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026). Mulai dari, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, hingga Syarikat Islam.

Pertemuan tersebut akan membahas keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Pemerintah akan menjelaskan alasan Indonesia bergabung dalam organisasi tersebut.

"Kementerian Luar Negeri pada pertemuan siang hari ini adalah mengenai pembicaraan mengenai BoP. Penjelasan-penjelasan akan dilajukan seputar isu tersebut," kata Menteri Luar Negeri Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026).



Pembahasan Kondisi Dalam dan Luar Negeri

Dia mengaku diminta Presiden Prabowo untuk hadir dalam pertemuan dengan tokoh Islam. Sugiono akan menjelaskan kepada tokoh Islam soal organisasi Board of Peace.

"Kita dipanggil oleh Bapak Presiden dalam rangka juga menghadiri pertemuan dengan para tokoh agama, tokoh Islam yang siang ini diundang oleh bapak presiden di Istana untuk membicarakan beberapa hal," ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya. Selain soal kondisi dalam negeri, dia menuturkan salah satu hal yang dibahas yakni, soal Board of Peace.

"Tentunya ya. Pasti semua akan dibahas, salah satunya tentang itu. Tadi saya bilang bahas kondisi dalam negeri dan luar negeri," tutur Teddy.

Rekomendasi