Jakarta, Indonesia – Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, yang dikenal sebagai sentra parsel di ibu kota, kini mulai menunjukkan geliat aktivitas yang meningkat. Jelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, permintaan akan bingkisan hadiah atau parsel tercatat mengalami lonjakan yang signifikan. Fenomena ini menjadi angin segar bagi para pedagang lokal yang telah bersiap menyambut momentum hari raya.
Peningkatan pesanan ini tidak hanya terbatas pada parsel dengan isi lengkap, tetapi juga untuk kotak parsel kosong. Banyak pembeli kini lebih memilih untuk mengisi sendiri bingkisan mereka sesuai dengan selera dan kebutuhan penerima. Hal ini memberikan fleksibilitas lebih bagi konsumen dalam merangkai hadiah yang personal dan berkesan.
Para pedagang di Cikini melaporkan bahwa tren ini sudah terlihat sejak beberapa waktu terakhir, bahkan bersamaan dengan persiapan untuk perayaan Lebaran. Kondisi ini menunjukkan bahwa budaya berbagi bingkisan masih sangat kuat di masyarakat Indonesia, terutama saat menyambut momen-momen istimewa seperti Imlek dan hari raya lainnya.
Advertisement
Advertisement
Lonjakan Permintaan Parsel di Sentra Cikini
Pedagang parsel di Cikini, Jakarta Pusat, seperti Tini (40), Indah (35), dan Liya (32), merasakan langsung dampak positif dari meningkatnya permintaan. Mereka kompak menyatakan bahwa pesanan untuk parsel Imlek dan Lebaran mulai membanjiri lapak mereka. Peningkatan ini menjadi indikator kuat bahwa masyarakat antusias menyambut perayaan besar.
Sebagian besar pelanggan saat ini cenderung mencari parsel pecah belah atau hanya membeli kotak parsel kosong. Tini menjelaskan bahwa pembeli seringkali hanya mengambil kotaknya saja, sementara isinya akan diatur sendiri. “Sekarang banyak yang pesan buat Lebaran dan Imlek,” ujar Tini saat ditemui di lapaknya. Preferensi ini mencerminkan keinginan konsumen untuk personalisasi hadiah.
Indah, pedagang lainnya, juga menawarkan fleksibilitas serupa dengan menyediakan parsel berisi perlengkapan rumah tangga yang isinya dapat disesuaikan. “Kalau satu paket biasanya ada piring dan gelas keramik. Jumlah diisinya bervariasi tergantung pesanan pembeli,” katanya. Sementara itu, Liya menambahkan bahwa banyak pembeli yang hanya mencari wadah atau dekorasi parsel, terutama untuk bingkisan kue-kue kering.
Advertisement
Advertisement
Variasi Produk dan Harga Parsel Imlek yang Menarik
Berbagai pilihan parsel Imlek tersedia di Cikini dengan variasi harga yang kompetitif, menyesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran pembeli. Untuk bingkisan barang pecah belah yang berisi set cangkir, piring, dan gelas, harga dibanderol mulai dari Rp300 ribu hingga Rp500 ribu. Pilihan ini sangat cocok untuk hadiah yang elegan dan fungsional.
Bagi pembeli yang ingin berkreasi dengan isi parselnya sendiri, tersedia kotak parsel kosong dengan harga bervariasi. Liya menjelaskan bahwa harga kotak parsel kecil dimulai dari Rp35 ribu, sementara model yang lebih besar atau eksklusif bisa mencapai ratusan ribu rupiah. “Yang paling murah ukuran kecil sekitar Rp35 ribu. Kalau model gantung atau yang lebih besar bisa Rp50 ribu sampai Rp60 ribu, tergantung kebutuhannya,” ujarnya. Ini memberikan keleluasaan bagi konsumen untuk menyesuaikan kualitas dan kuantitas isian.
Dekorasi parsel Imlek didominasi warna merah dan ornamen emas yang khas, mencerminkan tradisi dan harapan keberuntungan. Sementara itu, untuk Lebaran, pilihan warna bingkisan lebih bervariasi, menunjukkan adaptasi pedagang terhadap berbagai perayaan. Selain bentuk kubus klasik, pedagang juga memajang parsel dengan bentuk bulat, keranjang anyaman, hingga susun bertingkat untuk menarik perhatian pembeli dengan desain yang unik dan modern.
Advertisement
Sumber: AntaraNews