Pelatih Persijap Jepara, Divaldo Alves, menyatakan kekecewaannya mendalam terhadap kinerja wasit Aidil Azmi yang memimpin pertandingan lanjutan BRI Super League. Keputusan kontroversial wasit menganulir gol Carlos Franca menjadi sorotan utama dalam laga tandang melawan Arema FC. Pertandingan sengit tersebut berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada hari Senin.
Insiden yang memicu protes keras dari kubu Persijap terjadi pada menit ke-58, ketika gol yang dicetak oleh Carlos Franca dianulir. Wasit menganggap Iker Guarrotxena, pemain yang memberikan umpan, telah terlebih dahulu berada dalam posisi offside. Keputusan ini secara langsung memengaruhi jalannya pertandingan dan hasil akhir laga yang krusial bagi kedua tim.
Divaldo Alves secara terang-terangan mengungkapkan kebingungannya atas keputusan tersebut, menegaskan bahwa gol Franca seharusnya sah. Akibatnya, Persijap yang sudah tertinggal 1-0 sejak menit ke-36, gagal menyamakan kedudukan. Kemenangan tipis Arema FC dengan skor 1-0 pun bertahan hingga peluit akhir dibunyikan, meninggalkan kekecewaan mendalam bagi skuad Laskar Kalinyamat.
Advertisement
Advertisement
Kekecewaan Pelatih Terhadap Kontroversi Wasit Anulir Gol
Divaldo Alves, pelatih Persijap Jepara, tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya atas insiden anulir gol Carlos Franca. Ia secara tegas menyatakan bahwa gol tersebut tidak offside dan merasa bingung dengan keputusan wasit Aidil Azmi. Menurutnya, wasit sempat memberikan sinyal gol sebelum akhirnya menganulirnya secara tiba-tiba, sebuah tindakan yang sulit ia pahami.
Keputusan wasit Aidil Azmi ini menjadi titik balik penting dalam pertandingan yang berlangsung sengit di BRI Super League. Gol Franca yang seharusnya bisa mengubah momentum pertandingan dan memberikan harapan bagi Persijap justru tidak diakui. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai objektivitas dan ketepatan keputusan di lapangan dalam kompetisi sepak bola tertinggi Indonesia.
Pelatih asal Portugal itu merasa bahwa timnya dirugikan oleh keputusan kontroversial wasit anulir gol tersebut. Ia berharap ada evaluasi lebih lanjut terhadap kinerja wasit untuk memastikan keadilan dalam setiap pertandingan. Kontroversi wasit anulir gol ini pun menjadi perbincangan hangat di kalangan suporter dan pengamat sepak bola nasional.
Advertisement
Advertisement
Keluhan Tambahan dan Sportivitas Pemain
Selain insiden anulir gol, Divaldo Alves juga menyoroti beberapa keputusan wasit lainnya selama pertandingan. Ia mengeluhkan seringnya peluit ditiup untuk menghentikan serangan Persijap, dengan alasan para pemainnya melakukan pelanggaran terhadap pemain Arema FC. Menurutnya, hal ini menghambat aliran permainan timnya dan mengurangi peluang untuk mencetak gol.
Divaldo beranggapan bahwa pertandingan tersebut paling tidak seharusnya bisa berakhir dengan skor imbang, baik 0-0 maupun 1-1. Dengan demikian, Persijap setidaknya bisa membawa pulang satu poin berharga dari laga tandang yang sulit ini. Ia merasa hasil akhir tidak mencerminkan jalannya pertandingan secara keseluruhan, mengingat perjuangan keras timnya.
Meskipun demikian, Divaldo tetap memuji sportivitas kedua tim yang bertanding di lapangan. Ia menyatakan bahwa baik Arema FC maupun Persijap Jepara telah menunjukkan permainan yang bagus dan menjunjung tinggi sportivitas. Fokus kritik Divaldo adalah pada keputusan wasit yang dianggap merugikan dan tidak konsisten.
Advertisement
Advertisement
Dampak Kekalahan dan Persiapan Laga Berikutnya
Kekalahan tipis 1-0 dari Arema FC ini memiliki dampak signifikan bagi Persijap Jepara di klasemen BRI Super League. Hasil minor ini semakin mempersulit langkah Laskar Kalinyamat untuk keluar dari zona degradasi. Mereka harus berjuang lebih keras di sisa musim untuk mengamankan posisi mereka di liga.
Pemain Persijap Jepara, Wahyudi Hamisi, mengakui bahwa kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi tim. Ia menegaskan bahwa seluruh tim akan menjadikan hasil ini sebagai bahan evaluasi untuk mempersiapkan diri menghadapi laga kandang berikutnya. Pertandingan selanjutnya adalah melawan Madura United, yang juga merupakan laga penting.
Saat ini, Persijap Jepara berada di urutan ke-17 klasemen sementara BRI Super League musim 2025/2026. Mereka baru mengumpulkan total 12 poin dari hasil tiga kali menang, tiga hasil imbang, dan telah menelan sebanyak 12 kali kekalahan. Situasi ini menuntut fokus dan kerja keras ekstra dari seluruh tim untuk bangkit dari keterpurukan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews