Danrem Bengkulu: Keterlibatan Mahasiswa Koperasi Merah Putih Penting untuk Dongkrak Ekonomi Desa

Brigjen TNI Jatmiko Aryanto, Danrem 041 Gamas Bengkulu, menekankan vitalnya keterlibatan mahasiswa dalam penguatan Koperasi Merah Putih. Langkah ini dinilai krusial untuk mengoptimalkan perekonomian desa dan pengelolaan koperasi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Danrem Bengkulu: Keterlibatan Mahasiswa Koperasi Merah Putih Penting untuk Dongkrak Ekonomi Desa
Brigjen TNI Jatmiko Aryanto, Danrem 041 Gamas Bengkulu, menekankan vitalnya keterlibatan mahasiswa dalam penguatan Koperasi Merah Putih. Langkah ini dinilai krusial untuk mengoptimalkan perekonomian desa dan pengelolaan koperasi. (AntaraNews)

Bengkulu – Komandan Korem 041 Gamas Bengkulu Brigjen TNI Jatmiko Aryanto menyoroti pentingnya pelibatan mahasiswa dalam penguatan Koperasi Merah Putih. Keterlibatan ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian desa secara signifikan. Pernyataan tersebut disampaikan Danrem di Bengkulu pada Sabtu (31/1).

Menurut Brigjen TNI Jatmiko Aryanto, pengelolaan Koperasi Merah Putih tidak akan maksimal jika hanya mengandalkan pengurus koperasi tanpa adanya energi dan pemikiran dari generasi muda. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat membawa inovasi dan efisiensi. Hal ini akan membuat operasional koperasi berjalan lebih optimal dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Meski belum bersifat wajib, usulan pelibatan mahasiswa ini telah disampaikan kepada pemerintah daerah dan dinas koperasi di tingkat provinsi. Mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata. Kontribusi tersebut mencakup aspek administrasi, manajemen, hingga pengembangan usaha koperasi di lapangan.

Brigjen TNI Jatmiko Aryanto menilai bahwa kehadiran generasi muda, khususnya mahasiswa, sangat krusial untuk mengoptimalkan pengelolaan Koperasi Merah Putih. Koperasi ini merupakan program nasional yang digagas pemerintah pusat untuk penguatan ekonomi berbasis desa. Tanpa tenaga muda, potensi koperasi mungkin belum tergali secara maksimal.

Mahasiswa dapat berperan aktif melalui pendampingan dan pengelolaan berbagai kegiatan koperasi, meskipun tidak harus masuk dalam struktur kepengurusan. Peran ini mencakup bantuan dalam aspek administrasi, peningkatan manajemen, serta pengembangan usaha koperasi. Dengan demikian, diharapkan koperasi dapat beroperasi lebih efektif dan efisien.

Pemerintah Kota Bengkulu sendiri terus memacu penguatan ekonomi kerakyatan melalui pembangunan Koperasi Merah Putih, dengan target rampung dan beroperasi penuh paling lambat Maret 2026. Kehadiran mahasiswa dapat mendukung percepatan dan keberlanjutan program ini.

Keterlibatan mahasiswa dalam Koperasi Merah Putih tidak hanya memberikan manfaat bagi koperasi, tetapi juga bagi mahasiswa itu sendiri. Koperasi dapat menjadi objek praktik kerja lapangan (PKL), magang, bahkan bahan penelitian untuk skripsi. Ini memberikan pengalaman praktis yang berharga bagi mahasiswa.

Brigjen TNI Jatmiko Aryanto mencontohkan, mahasiswa dapat melakukan penelitian dengan judul seperti “Pengaruh Koperasi Merah Putih terhadap kemajuan perekonomian desa”. Dengan menjadikan koperasi sebagai objek penelitian, mahasiswa tidak perlu kesulitan mencari model, bahan, atau lokasi penelitian lain. Mereka dapat langsung melakukan kajian di lapangan.

Hasil kajian mahasiswa yang memiliki pemikiran kritis diharapkan dapat memberikan masukan berharga untuk perbaikan tata kelola koperasi. Mahasiswa mampu mengidentifikasi kekurangan yang selama ini ada dalam kepengurusan, sehingga koperasi dapat terus berbenah dan berkembang.

Keterlibatan mahasiswa dalam Koperasi Merah Putih saat ini masih bersifat usulan yang telah disampaikan kepada pemerintah daerah serta dinas koperasi di tingkat provinsi. Usulan ini menekankan sinergi antara dunia akademik dan praktik di lapangan untuk kemajuan ekonomi lokal.

Pemerintah Provinsi Bengkulu sendiri tengah menggenjot penyediaan lahan untuk 428 Koperasi Desa Merah Putih, menargetkan penyelesaian pada tahun 2026. Dukungan dari pemerintah daerah dan dinas koperasi sangat penting untuk merealisasikan potensi penuh dari Koperasi Merah Putih.

Brigjen TNI Jatmiko Aryanto berharap pemikiran kritis dari mahasiswa dapat menjadi pendorong inovasi. Hal ini penting untuk mengelola koperasi dan mengatasi tantangan yang ada, demi mencapai tujuan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi