PBNU Perkirakan 10 Ribu Orang Hadiri Resepsi Harlah ke-100 NU di Istora Senayan

Ketua Umum PBNU Gus Yahya memprediksi 8-10 ribu orang akan memadati Istora Senayan untuk resepsi Harlah ke-100 NU versi Masehi. Apa saja agenda dan siapa saja yang diundang dalam peringatan bersejarah ini?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PBNU Perkirakan 10 Ribu Orang Hadiri Resepsi Harlah ke-100 NU di Istora Senayan
Nahdlatul Ulama (NU) bersiap merayakan Harlah ke-100 NU versi Masehi di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1). Acara ini diprediksi dihadiri ribuan orang dan menjadi simbol rekonsiliasi internal serta pengukuhan visi peradaban mulia. (AntaraNews)

Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersiap menggelar resepsi akbar peringatan Harlah ke-100 NU versi Masehi. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 31 Januari 2026, di Istora Senayan, Jakarta, dengan perkiraan kehadiran mencapai 8.000 hingga 10.000 orang. Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, atau yang akrab disapa Gus Yahya, menyampaikan optimisme tinggi atas partisipasi seluruh elemen Nahdlatul Ulama dalam momen penting ini.

Gus Yahya menegaskan bahwa seluruh jajaran kepengurusan PBNU, mulai dari mustasyar, syuriyah, tanfidziyah, a'wan, hingga tingkat lembaga dan badan otonom, akan turut serta. Bahkan, Rais Syuriyah Muhammad Nuh secara khusus menyerukan kepada seluruh pihak untuk hadir dan berpartisipasi dalam puncak resepsi Harlah ke-100 NU ini. Antusiasme tinggi juga terlihat dari konfirmasi kehadiran perwakilan 38 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan lebih dari 500 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dari seluruh Indonesia.

Selain melibatkan internal organisasi, PBNU juga mengundang sejumlah tokoh penting negara dan perwakilan internasional. Presiden Prabowo Subianto, segenap menteri Kabinet Indonesia Maju, pimpinan lembaga negara, serta duta besar negara sahabat diharapkan dapat hadir. Koordinasi teknis dengan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) pun telah dilakukan untuk memastikan kelancaran acara yang akan dimulai pukul 09.00 WIB tersebut.

Persiapan dan Antusiasme Peserta Harlah ke-100 NU

Antusiasme menyambut Harlah ke-100 NU versi Masehi sangat terasa di kalangan Nahdliyin. Gus Yahya menyampaikan bahwa seluruh kepengurusan PBNU, dari berbagai tingkatan, telah menyatakan kesiapan untuk hadir dalam resepsi akbar ini. Seruan dari Rais Syuriyah Muhammad Nuh turut memperkuat ajakan agar semua pihak berpartisipasi aktif dalam perayaan bersejarah tersebut.

Optimisme Gus Yahya terhadap tingginya partisipasi didasari oleh bersatunya kembali seluruh kepengurusan PBNU. Ia menyebutkan bahwa aspirasi dari seluruh provinsi dan cabang di Indonesia adalah untuk kembali bersama dan guyub. "Semuanya sudah menyatakan kembali guyub lagi," ujar Gus Yahya, menegaskan soliditas organisasi menjelang Harlah ke-100 NU.

Meskipun Istora Senayan memiliki kapasitas terbatas, panitia telah menyiapkan instrumen khusus di luar area utama untuk menampung peserta yang membludak. Sebagian besar peserta dari daerah juga telah tiba di Jakarta dan bersiap di pusat penginapan, seperti Hotel Sultan, menunjukkan keseriusan mereka dalam mengikuti acara Harlah ke-100 NU ini.

Tamu Penting dan Rangkaian Acara Menjelang Harlah

Peringatan Harlah ke-100 NU menjadi magnet bagi banyak pihak, termasuk jajaran pemerintahan dan perwakilan negara sahabat. PBNU secara resmi telah mengundang Presiden Prabowo Subianto, para menteri, pimpinan lembaga negara, serta duta besar negara sahabat untuk hadir dalam resepsi. Kehadiran para tokoh ini diharapkan dapat menambah semarak dan makna dari perayaan satu abad Nahdlatul Ulama.

Sebagai bagian dari rangkaian Harlah ke-100 NU, PBNU telah melaksanakan berbagai kegiatan penting. Salah satunya adalah halaqah road map 25 tahun NU yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 25 Januari 2026. Acara ini menjadi forum strategis untuk merumuskan arah dan langkah NU di masa mendatang.

Selain itu, pada hari yang sama dengan pernyataan Gus Yahya, diselenggarakan pula Inisiatif program NU dengan entitas bisnis internasional, Harvest Corporation yang berbasis di Singapura. Inisiatif yang diberi nama "Syariah Double Services" ini bertujuan membangun basis pelayanan syariah global, menunjukkan komitmen NU dalam mengembangkan ekonomi syariah di kancah internasional.

Visi dan Makna Peradaban Mulia dalam Harlah ke-100 NU

Tema besar yang diusung dalam Harlah ke-100 NU adalah "Mengawal Indonesia Merdeka menuju Peradaban Mulia", yang telah ditetapkan sejak 21 Agustus 2025. Gus Yahya menjelaskan bahwa visi ini memiliki keterkaitan erat dengan cita-cita proklamasi kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, visi NU ini sebangun dengan visi proklamasi kemerdekaan, yaitu untuk memperjuangkan peradaban mulia.

Gus Yahya menekankan bahwa aspirasi proklamasi kemerdekaan bukan hanya untuk kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia sendiri, melainkan untuk seluruh umat manusia. "Kemerdekaan Indonesia ini memperjuangkan peradaban mulia untuk seluruh umat manusia," tegasnya, menyoroti dimensi universal dari perjuangan kemerdekaan Indonesia yang juga menjadi landasan visi NU.

Dengan demikian, Harlah ke-100 NU tidak hanya menjadi perayaan internal organisasi, tetapi juga refleksi atas peran Nahdlatul Ulama dalam mengawal bangsa menuju peradaban yang lebih baik. Peringatan ini sekaligus menjadi penanda penting, mengingat NU lahir pada 16 Rajab 1344 H atau bertepatan dengan 31 Januari 1926 M. Setelah sebelumnya merayakan satu abad versi Hijriah pada tahun 2023 di Sidoarjo, Jawa Timur, kini NU bersiap merayakan 100 tahun menurut kalender Masehi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi