Tim SAR gabungan yang bertugas dalam operasi pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, menerima dukungan kesehatan penting. Bantuan ini mencakup vaksinasi dan pemberian vitamin untuk menjaga kondisi fisik personel di tengah kondisi lapangan yang menantang.
Langkah proaktif ini diambil oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat. Tujuannya adalah mencegah paparan virus dan bakteri yang berpotensi berasal dari material longsor maupun jenazah korban.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, menjelaskan bahwa dukungan medis ini krusial mengingat risiko kesehatan yang tinggi di lokasi bencana. Tenaga medis juga disiagakan di setiap sektor pencarian untuk penanganan darurat.
Advertisement
Advertisement
Optimalisasi Kesehatan Tim di Lokasi Bencana
Basarnas Bandung memastikan bahwa kesehatan tim pencari menjadi prioritas utama selama operasi di Cisarua. Bantuan berupa vaksin dan vitamin diberikan secara berkala kepada seluruh personel yang terlibat.
Ade Dian menekankan pentingnya langkah ini untuk melindungi tim dari potensi penyakit menular. Kondisi lapangan yang kotor dan lembap meningkatkan risiko infeksi, sehingga upaya preventif sangat dibutuhkan.
Selain itu, tenaga medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat ditempatkan di setiap sektor pencarian. Keberadaan mereka memastikan respons cepat terhadap kondisi darurat atau keluhan kesehatan yang mungkin dialami personel.
Advertisement
Advertisement
Perkembangan Operasi Pencarian dan Identifikasi Korban Longsor Cisarua
Hingga Kamis (29/1) pukul 18.30 WIB, tim SAR gabungan telah menemukan 55 kantong jenazah dari lokasi longsor Cisarua. Namun, sekitar 25 korban lainnya masih dalam proses pencarian intensif.
Proses identifikasi korban terus dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Jawa Barat. Dari total penemuan, 41 kantong jenazah telah berhasil diidentifikasi.
Operasi pencarian difokuskan pada sektor-sektor yang telah dipetakan sebagai area terdampak paling parah. Tim juga terus mewaspadai potensi longsor susulan akibat kondisi tanah yang tidak stabil dan cuaca ekstrem.
Advertisement
Advertisement
Durasi dan Evaluasi Operasi Pencarian
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mengusulkan durasi operasi pencarian selama 14 hari. Evaluasi terhadap jalannya operasi dijadwalkan pada hari ketujuh, yaitu Jumat ini, untuk menentukan apakah diperlukan perpanjangan waktu.
Ade Dian menyatakan bahwa tim SAR akan mengikuti keputusan hasil evaluasi tersebut. Jika semua korban ditemukan sebelum batas waktu, operasi dapat dihentikan lebih awal, tergantung pada hasil pencarian yang komprehensif.
Sumber: AntaraNews
Advertisement