Program Ketahanan Pangan Lapas Semarang Penuhi Sebagian Kebutuhan Dapur dan Bekali Warga Binaan

Lapas Semarang gagas Program Ketahanan Pangan dengan memanfaatkan lahan kosong untuk budidaya sayur dan ternak ayam, berhasil penuhi sebagian kebutuhan dapur sekaligus bekali warga binaan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Program Ketahanan Pangan Lapas Semarang Penuhi Sebagian Kebutuhan Dapur dan Bekali Warga Binaan
Lapas Semarang gagas Program Ketahanan Pangan dengan memanfaatkan lahan kosong untuk budidaya sayur dan ternak ayam, berhasil penuhi sebagian kebutuhan dapur sekaligus bekali warga binaan. (AntaraNews)

Lapas Semarang, Jawa Tengah, kini memiliki inisiatif inovatif melalui Program Ketahanan Pangan yang berhasil memenuhi sebagian kebutuhan bahan baku dapur lembaga pemasyarakatan tersebut. Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan logistik, tetapi juga menjadi sarana pembinaan produktif bagi warga binaan.

Kepala Lapas Semarang, Ahmad Tohari, mengungkapkan bahwa hasil panen dari program ini langsung disalurkan ke dapur lapas, meskipun belum mampu menutupi seluruh kebutuhan harian. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Lapas dalam mengelola sumber daya internal secara efektif dan efisien.

Pemanfaatan lahan kosong di dalam lapas, termasuk area branggang yang sebelumnya tidak terpakai, menjadi kunci keberhasilan program ini. Dengan demikian, Lapas Semarang tidak hanya menciptakan kemandirian pangan parsial tetapi juga memberikan nilai tambah pada lahan yang ada.

Inovasi Pemanfaatan Lahan dan Sumber Daya dalam Program Ketahanan Pangan Lapas Semarang

Program Ketahanan Pangan Lapas Semarang secara aktif membudidayakan berbagai jenis sayuran di lahan yang tersedia. Selain itu, program ini juga mengembangkan sektor peternakan dengan memelihara sekitar dua ratus ekor ayam petelur.

Menurut Ahmad Tohari, telur yang dihasilkan oleh ayam-ayam tersebut, yang mulai dipelihara sejak dua bulan terakhir, telah berkontribusi signifikan dalam memenuhi sebagian kebutuhan dapur lapas. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa pasokan telur masih belum mencukupi secara keseluruhan untuk seluruh kebutuhan.

Pemanfaatan lahan kosong di dalam area lapas, termasuk zona branggang yang terletak antara blok hunian dan tembok lapas, menjadi strategi utama dalam Program Ketahanan Pangan Lapas Semarang. Area ini, yang sebelumnya berupa tanah kosong, kini diubah menjadi lahan produktif untuk pertanian dan peternakan.

Adanya ketentuan internal yang mewajibkan bagian dapur untuk menerima hasil panen dari program ketahanan lapas atau rutan memastikan keberlanjutan dan pemanfaatan optimal dari hasil produksi ini.

Manfaat Ganda: Pemenuhan Pangan dan Pembinaan Keterampilan Warga Binaan

Selain berfungsi sebagai pemasok bahan pangan untuk dapur lapas, Program Ketahanan Pangan Lapas Semarang juga mengemban misi penting sebagai upaya pembinaan. Program ini memberikan pelatihan praktis kepada warga binaan di bidang pertanian dan peternakan.

Ahmad Tohari menekankan bahwa tujuan jangka panjang dari pembinaan ini adalah untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang relevan. Keterampilan ini diharapkan dapat menjadi modal berharga bagi mereka setelah bebas untuk memulai wirausaha.

Dengan demikian, program ini tidak hanya mengatasi isu ketahanan pangan di lingkungan lapas tetapi juga berkontribusi pada reintegrasi sosial warga binaan. Mereka mendapatkan pengalaman kerja nyata yang dapat meningkatkan peluang mereka di masyarakat.

Fokus pada pengembangan keterampilan ini menunjukkan pendekatan holistik Lapas Semarang dalam membina warga binaan, mempersiapkan mereka untuk kehidupan yang lebih mandiri dan produktif pasca-pembebasan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi